Song of the Vigil
Senjata

Song of the Vigil

★★★★PolearmElemental Mastery

Stat Level

Level
ATK565
Elemental Mastery110
Song of the Vigil — Tombak yang dulu menjaga semua orang, kini memainkan peran penting dalam permainan anak-anak.
Bahasa Indonesia

Cadence of Days Gone By

Setelah memicu Reaksi Elemental, memulihkan 4 poin Energy untuk Karakter yang mengenakan, efek ini dapat terpicu sekali setiap 9 detik. Setelah memicu reaksi Stellar Glimmer, ATK Karakter yang mengenakan +20% selama 12 detik. Karakter yang mengenakan tetap dapat memicu efek di atas meskipun ada di dalam party namun sedang tidak berada di medan pertempuran.

Karakter Pengguna — Polearm

Kisah

"Wahai Manetchka yang polos, besok akan berteriak kepada siapa lagi?" "Manetchka yang bengal, mengapa hari ini kau tak lagi tersenyum?" "Wahai Manetchka yang terhormat, apakah hari kemarin membuatmu bersedih?" "Wahai Manetchka, bangsa ini pernah berada di bawah penjagaanmu." Anak-anak di tanah abu terus menyanyikan lagu kuno itu. Dalam nyanyian dan imajinasi, para anak pun belajar memainkan tombak layaknya seorang pelindung. Gadis pertama itu, yang masih belum mengerti tentang bertahan, yang masih seekor anak serigala kecil yang sendirian. Meminjam nama pemandu jalan, berpura-pura lancang, sambil menyembunyikan rasa lapar dan kesendirian. "Kalau kau mengenali tombak ini, kau pasti tahu siapa yang melindungi Manetchka di tempat ini!" "Cepat berikan! Sepotong roti gandum hitam, dengan mentega dan selai dua kali lipat." Berulang kali berhasil, hingga suatu hari ia bertemu dengan orang yang namanya dipinjam, yang memandangnya dengan pura-pura tidak senang. Dengan panik meminta maaf, si gadis menawarkan untuk membagi rotinya menjadi dua sebagai permohonan ampun, hingga membuat orang itu tertawa terbahak-bahak. "Serigala kecil di padang salju, nikmatilah buruanmu sepuasnya." "Jangan takut, karena mulai sekarang kau akan mendapat perhatian yang semestinya." Gadis yang datang kemudian, mengikuti sang penunjuk jalan, memberantas kejahatan dan menegakkan kebaikan, mengayunkan tombak panjangnya, Kadang memimpin kawanan serigala, mengikuti petunjuk, menjaga keadilan abu tungku dengan polos. Hingga kekejaman si Penghangus Kota mengancam untuk membakar tanah ini dan menghancurkan rumah semua orang. Pertarungan terakhir tiba, ikuti sang pemandu dalam perjalanan jauh, sebelum perpisahan, peringatkan semua orang: "Dilarang berbuat jahat. Jangan coba-coba menindas yang lemah. Kalau berani berbuat curang," "Bila kami tahu, saat kami kembali, jangan harap kalian bisa hidup tenang." Gadis yang pulang seorang diri, belajar menjadi kepala kawanan yang tenang, demi ketentraman yang susah payah diraih, Demi wasiat terakhir sang pemandu jalan. Ia mengingat sumpahnya, dan sejak saat itu ia menanggung beban untuk melindungi orang-orangnya seorang diri. "Rugi besar! Hanya dengan setengah potong roti, semuanya bisa langsung lunas dari awal, tapi Manetchka malah terlena oleh perhatian sang Kakak." "Sungguh kesepakatan yang menguntungkan. Kisah ini harus diceritakan, agar keturunan selalu ingat akan utang sang pemandu jalan." Waktu-waktu ia melindungi orang-orang mengalir begitu lama, hingga bangsa yang tertutup salju pun tak lagi penuh luka. Hingga anak-anak tumbuh dewasa, dan anak-anak dari anak-anak mereka pun berakar serta tumbuh di bumi dengan membawa cerita mereka. "Wahai Manetchka yang polos, besok akan berteriak kepada siapa lagi?" "Manetchka yang bengal, mengapa hari ini kau tak lagi tersenyum?" "Wahai Manetchka yang terhormat, apakah hari kemarin membuatmu bersedih?" "Wahai Manetchka, tanah abu selalu menjadi kampung halamanmu." Dalam nyanyian dan imajinasi, para anak pun belajar memainkan tombak layaknya seorang pelindung. Anak-anak di tanah abu terus menyanyikan lagu kuno itu.

Kontribusi
Song of the Vigil — Stat Level, Refinement, dan Material Ascension | Database Genshin Impact