Bahasa Indonesia
Many Oaths of Dawn and Dusk
ATK +20%. Saat Karakter dalam party mendapatkan shard dari reaksi Crystallize atau memicu Lunar-Crystallize, akan memberikan 1 Seal kepada Karakter yang mengenakan dan membuat DMG Elemental Skill +18%. Seal ini bertahan selama 15 detik, dan dapat memiliki maksimum 2 Seal di saat yang sama. Seal akan hilang 0,2 detik setelah Elemental Skill Karakter yang mengenakan mengakibatkan DMG. Hanya 1 Seal yang dapat diperoleh setiap 1 detik melalui reaksi Lunar-Crystallize.
Karakter Pengguna — Claymore
Kisah
"Dengar ya, Leticia sayang. Ingatlah kalau kamu itu putri tertua Keluarga Randolph." "Kamu harus tahu, saat keluarga bangsawan kita duduk, kapal negara akan bersandar ke arah kita." "Saat terjatuh, kita akan menimpa dan menghancurkan banyak pemukiman, beserta para warga di dalamnya." "Jadi, dengarkan baik-baik, Leticia sayang." "Kamu harus menjaga kemurnian aura dan penampilanmu, jangan mudah mengekspresikan kemarahan, kesedihan, ataupun kebahagiaan." "Karena nama keluarga kita bisa memberikan kekayaan bagi rakyat jelata, atau juga bisa mengirimkan mereka ke Fleuve Cendre." Meski ayah bilang begitu, sebelum jadi seorang bangsawan, seorang gadis pada akhirnya tetaplah seorang gadis: Di tangannya tidak ada belenggu abu batu bara dan oli mesin, tapi di dalam hatinya akan mengidamkan "petualangan". Dengan merahasiakannya dari ayah, kakak, dan pelayannya, dia menyamar dan pergi ke kota bawah tanah, tempat sinar matahari dan hujan tidak terlihat. Hanya untuk melihat-lihat kehidupan rakyat jelata yang tidak bisa menjadi tuan atas takdirnya sendiri. Seperti ini mungkin lebih menarik dibandingkan sihir Parsifal! Gadis itu pun diam-diam bersemangat. Tapi petualangannya justru berbeda dari ekspektasinya. Mungkin juga, seakan tidak ada yang mengaturnya. Yang dia dapatkan bukanlah cerita yang bisa ditertawakan bersama teman-teman bangsawan seumurnya di pesta. Saat bahaya tak terlihat seperti musik, kebohongan, atau arak beracun siap untuk menyerang .... "Aduh, nona muda keluarga mana ini, tidak disangka dia merendahkan dirinya untuk datang ke Fleuve Cendre." Bayangan menakutkan yang terpancar dari segala arah pun hilang oleh seberkas cahaya lembut dan familier. "Kamu .... " Namanya sudah ada di ujung lidahnya, tapi yang dia tanyakan malah bagaimana cara dia mengenali penyamarannya. "Anda tidak terbiasa berbohong sedikit pun. Bukannya ini sama dengan mengakui identitas Anda sebagai orang luar?" "Lagi pula, pakaian Anda tidak terkena abu batu bara, oli mesin, ataupun darah." "Oh iya, dari cara Anda berjalan, sepertinya masih belum terlalu terbiasa memakai celana ya." Saat bertanya kenapa Reed yang dia kenal bisa berjalan bebas di Fleuve Cendre, seorang pria muda berkata: "Aku harap Anda bisa setuju. Ayah, kakak, dan pelayan keluarga Anda tidak perlu tahu hal yang terjadi di sini." "Seperti yang dikatakan bos, biar semua yang terkena sinar mentari menjadi milik mereka, dan Fleuve Cendre adalah milik kita." "Leticia sayang. Untuk sementara, harap lupakan statusmu sebagai putri tertua Keluarga Randolph." "Tolong, sebagai seorang manusia, ikuti aku, gunakan kedua matamu yang jernih dan tak pernah kelilipan debu itu." "Lihatlah dunia tempat tinggal kompatriot kita yang memiliki warna darah yang sama, keberanian, dan juga cinta." Pada akhirnya ini masih tetap berbeda daripada petualangan yang dia nantikan. Dan juga, ini suratan takdir. Dia mengalami cerita yang tidak boleh ditertawakan bersama teman-teman bangsawan seumurnya dan pelayan di pesta .... "Leticia, aku menghargai jiwamu yang mulia." "Kita tidak akan lagi menjadi kapak yang menebang pohon." "Kalau suatu hari nanti, aku menikmati kemuliaan duniawi." "Saat itu, biar kamu saja yang memutuskan takdirku ...." .... Saat dia bertemu lagi dengan ayahnya beberapa tahun kemudian, dia sudah dikenal dengan nama samaran bunga mawar. Dia tidak lagi terbiasa dipaksa berpakaian mewah, malahan terbiasa dengan beratnya kapak perang. Tapi dia tidak terbiasa mengingat ayahnya yang baik hati dan mengagumkan menjadi tua dan lemah seperti ini. "Ayahku terkasih, aku sudah membuat ikrar bersama dengan orang yang kucintai, sumpah kepada orang-orang yang kukasihi." "Bukti bahwa aku masih hidup, artinya darah keluarga kita masih belum punah." "Aku juga tidak akan membiarkan nama keluarga Randolph tercemar karena aku." "Leticia sayang. Tidak pernah sehari pun aku tidak menyalakan lilin untukmu." "Bahkan kalau kamu mau menanggalkan nama keluarga Randolph, hubungan kita masih tetap ayah dan putri." "Sekarang, permainan yang tak berarti ini sudah berakhir. Ayo pulang ke rumah." "Sejak awal anakmu tidak bersalah, aku tidak akan mengorbankan darah dagingmu begitu saja." "Tentang suamimu, aku sedikit banyak juga bisa menggunakan sihir Randolph ...." .... Tapi pada akhirnya dia teringat di dalam mimpinya. Bombardir meriam kapal perang sama sekali tidak menggoyahkan kami. Jalan gelap tempat para anjing menyusup tidak boleh diketahui oleh orang luar.