Bahasa Indonesia
Cloudfall Axiom
Setelah Plunging Attack Karakter yang mengenakan mengenai musuh, akan meningkatkan 28% DMG yang diakibatkan oleh Plunging Attack seluruh anggota party di sekitar selama 20 detik; Saat Plunging Attack anggota party di sekitar mengenai musuh, akan memulihkan 2,5 Energy bagi Karakter yang mengenakan. Pemulihan Energy yang bisa didapatkan dengan cara ini adalah sekali setiap 0,7 detik. Saat Karakter yang mengenakan ada di dalam party namun sedang tidak berada di medan pertempuran, pemulihan Energy dengan cara ini tetap bisa terpicu.
Karakter Pengguna — Catalyst
Kisah
Itu sudah masa lalu yang lama sekali, saat kota pelabuhan yang makmur bahkan belum dimulai. Meski adalah tempat kediaman Adeptus, juga tidak bisa luput dari kekacauan saat itu. Tuan-tuan yang dipuja sebagai dewa di masa lalu bertempur untuk alasan mereka masing-masing, Darah dan api, perpisahan dan pengkhianatan, menodai seluruh milik dunia ini. Mereka yang kehilangan semuanya dalam kekacauan itu melarikan diri ke pegunungan, memohon perlindungan dari Adeptus. Yang mengejar dengan cepat di belakang orang-orang yang berhasil selamat itu, adalah monster tak terhitung jumlahnya yang sudah kehilangan kesadarannya. Tidak ada yang tahu nama mereka, tidak ada yang bisa mengira jumlahnya. Layaknya air bah yang menyapu bersih semua yang dilaluinya. Tuan lain yang pernah mereka puja sudah mangkat, raungan ganas menjadi tangisan terakhir mereka. Tapi saat itu, manusia fana tidak tahu, bahwa tuan yang menguasai gunung dan tanah di tempat itu sudah mangkat, Di hadapan bencana yang mengamuk bagai air bah, yang memisahkan kehidupan dan kematian, hanyalah beberapa Vigilant Yaksha dari tempat itu. Setelah pertarungan dahsyat selama beberapa hari, baju putih menjadi merah, merah sampai menjadi hitam. Tapi monster tetap tidak habis jumlahnya .... Dari zaman kuno, sudah banyak sekali versi dari kisah ini. Ada yang bilang, saat dunia sedang dalam batas kehancurannya, Adeptus dengan bulu biru dan putih menembus awan dan turun dari langit bagai angin kencang, Sendirian, agung, hening, dalam keagungannya, makhluk mulia ini tetap membela dan membimbing para leluhur .... Membalikkan keadaan dari yang semula tanpa harapan sama sekali, mengalahkan gelombang monster yang tiada habisnya .... Ada yang bilang, di saat-saat yang paling berbahaya, dua bangau dari batu giok menerjang dari langit, Bersama dengan sigil sepadat hujan jatuh, dalam sekejap saja, seluruh kejahatan disapu bersih, bagai angin yang mengembus awan. Tapi saat cerah kembali, mana ada bangau giok? Yang ada cuma seorang Adeptus di angkasa, sambil memegang kipas di tangannya .... Ada juga yang bilang, kalau kekuatan Adeptus tidak bisa dipahami oleh orang biasa. Saat itu, leluhur mereka hanya mendengar suara tangisan bangau, Dan monster yang jumlahnya tak terbatas itu, langsung lenyap menjadi abu dalam sekejap saja, sirna begitu saja di bawah sinar matahari .... Tanpa peduli mana versi yang benar, saat generasi Liyue berikutnya sedang membahas tentang Adeptus Cloud Retainer, Pasti akan selalu tersirat rasa hormat dalam setiap perkataannya. Kalau tentang apa yang terjadi sebenarnya pada waktu itu .... "Heh, masih tertarik dengan hal selama ini? Kamu benar-benar kurang kerjaan ya?" "Ya sudah. Kebetulan diriku juga sedang senggang, diriku akan bercerita sedikit." "Bawa kemari kursi goyang di sana. Diceritakan sih tidak panjang, mungkin belasan jam saja ...." "Hei ... Kamu tadi mau coba kabur ya waktu diriku sedang lengah?!?"