Bahasa Indonesia
Desert Watch
Setelah Elemental Skill mengenai musuh, ATK meningkat 20% selama 8 detik; Setelah menerima DMG, ATK meningkat 20% selama 8 detik. Kedua efek di atas tetap bisa terpicu meskipun Karakter yang mengenakan Senjata ini ada dalam party namun sedang tidak berada di medan pertempuran. Selain itu, saat tidak dilindungi Perisai, Max HP meningkat 32%.
Karakter Pengguna — Claymore
Kisah
Di zaman ketika kerajaan-kerajaan bermunculan seperti jamur dan runtuh seperti istana pasir, ketika pahlawan bangkit seperti bintang dan jatuh seperti komet, Setelah Raja Pasir tenggelam dalam padang pasir bersama mimpinya, seorang penyair pengembara buta dengan asal-usul yang dulunya mulia, dulu pernah berkelana di lautan padang pasir yang luas dan menghimpun puisinya dari orang-orang padang pasir yang terpencar. Dia mendengar kabar kejatuhan tanah airnya, dan pangeran yang membutakan dirinya akhirnya menggulingkan takhtanya yang berat. Dia mendengarkan legenda tentang bagaimana para penari membantu satu sama lain untuk menjadi raja dan melenyapkan mereka dengan badai pasir. Dia mendengarkan elegi tentang air mata yang berubah menjadi pasir yang mengalir, serta ratapan bangsa yang runtuh menjadi desa dan suku. Dia mendengarkan kisah kematian sang pangeran pengembara, takdir pedangnya, dan pembunuhnya yang melarikan diri jauh ke dalam hutan .... Sekarang, lagunya yang tak terkendali seperti air tapi menarik seperti pasir yang mengalir, semuanya berakar dalam hatinya. Di padang pasir yang membara, mimpi padang pasir yang telah lama sirna muncul dari penggalan lagu — "Di seberang lautan bukit pasir, dulunya berdirilah kediaman Raja Deshret." "Setiap jalannya bertatahkan emas, semua jalurnya menuju satu singgasana." "Bagaikan mata emas dan hati yang mulia, Raja Deshret dulunya adalah ujung dari semua jalan ...." "Tapi pada akhirnya mimpi emas yang membara terbangun, dan matanya yang besar menatap matahari dan pasir dengan penuh pesona." "Takdir bagaikan pasir waktu yang tenggelam jauh ke dalam kegelapan, dan kerajaan pasir yang mengalir hancur, hanya menyisakan debu emas." Pendulum takdir tidak pernah berhenti untuk kebodohan raja ataupun rakyat jelata. Bangsa-bangsa kecil dan rajanya yang hina, pada akhirnya semuanya ditelan pasir yang mengalir .... Dahulu kala, pangeran yang paranoid mendirikan benteng di luar perbatasan hutan untuk melindungi kehormatan pasir. Tapi pada akhirnya tentara dan rakyatnya tercerai-berai, dan namanya hilang seperti angin yang bertiup melewati pasir. Di atas reruntuhan kolam, tempat senjata raja yang digunakan untuk mengeksekusi penjahat di masa lalu digali, berkumpullah orang-orang yang telah kehilangan mimpi pasir, namun masih berpegang erat pada lautan pasir. Atas nama Reed Sea yang tidak pernah ada, menggemakan mimpi yang pernah dijanjikan ....