Ash-Graven Drinking Horn
Senjata

Ash-Graven Drinking Horn

Kelangkaan 4CatalystHP

Stat Level

Level
ATK510
HP41,3%
Ash-Graven Drinking Horn — Wadah upacara yang diwariskan oleh Meztli. Konon katanya benda ini dianggap sangat berharga oleh sang pahlawan "Raksasa", Tupac, tapi ia tidak pernah menggunakannya.
Bahasa Indonesia

Tupac's Grip

Saat serangan mengenai musuh, akan mengakibatkan DMG Area sebesar 40% dari Max HP pada lokasi target. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 15 detik.

Karakter Pengguna — Catalyst

Kisah

Aku sering mendengar nyanyian orang-orang dan cerita mereka. Di pesta yang berbahagia ini, di saat orang-orang berkumpul bersama. Keinginanku mendorongku untuk menyanyikan lagu baru kepada kalian: Aku akan memainkan senarku, aku akan melantunkan laguku, Aku akan mulai bernyanyi, aku akan mulai menceritakan kisahku, menceritakan tentang nenek moyang kita, Tupac si raksasa yang gagah perkasa. .... Tenoch yang muda dan pemberani itu langsung marah begitu mendengar kata-kata itu. Seperti buaya yang ganas, seperti rusa coklat yang congkak. Dia mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi dan berkata kepada Tupac: Kenapa kamu datang ke laut? Kenapa kamu menginjak ombak? Nenek moyangmu Uenuku, juga tidak berani arogan seperti ini. Kalau kamu berani menghalangiku, aku akan menguburmu di dalam usus ikan! Tupac yang sekekar gunung itu tertawa terbahak-bahak saat mendengar kata-kata itu. Seperti badak bercula yang kekar, seperti burung emu yang tangguh. Sambil memegang cawan tanduk itu dengan erat, dia berkata seperti ini kepada Tenoch: Dasar makhluk lemah, bagaimana bisa kamu menyakitiku? Cawan tanduk ini seharusnya milikku, milik rekan sekampung halamanku. Kalau kamu berani merampasnya, ayo kita bertanding gulat dulu! Tupac yang kekar seperti gunung, selalu merupakan orang bijaksana seperti ini: Dia pernah mematahkan gunung dengan tangan kosong karena kemarahan sesaat. Dia menancapkan bebatuan gunung ke dalam tanah dan menciptakan mata air panas. (Pemandian air panas ini sekarang terletak di barat daya, dan merupakan peninggalan dia saat itu, dan masih ada sampai sekarang.) Dia pernah berlayar sendirian ke lautan dan bertarung dengan seekor paus raksasa berekor dua, dan mengambil taring dari monster itu. Dia selalu membawanya bersamanya. Seperti aliran air yang deras, hatinya membara dan liar. Bagaimana mungkin Tenoch yang muda dan pemberani bisa membuatnya terkesan? .... Tupac yang kekar seperti gunung, tiba-tiba teringat pada beberapa puluh tahun yang lalu. Saat bertarung dengan Tenoch, dan mereka bertarung untuk mendapatkan cawan tanduk. Begitulah dia berbicara, dan di hadapan penguasa bara api, Tupac yang sekekar gunung akan menyerahkan cawan tanduk itu. Dia akan menyerahkan cawan tanduk itu, dan membuat harapan terakhir terungkap. Membuat harapan terakhir terungkap, dia memegang kobaran api seperti ini. Dia memegang kobaran api itu hingga napas terakhirnya berhenti. Hingga napas terakhirnya berhenti, dia tidak pernah melanggar sumpahnya. .... Kisahku berakhir di sini, semoga anak-anak muda selalu mengingatnya. Ingatlah kata-kataku, ingatlah legenda para pendahulu. Ayahku pernah bernyanyi di tengah embusan angin laut berwarna keemasan. Ibuku juga mengajariku, saat aku masih polos dan bodoh. Masa-masa kegelapan telah berlalu, dan bencana telah mereda. Nyanyian terus bergema di atas aliran mata air, dan pesta berlangsung di bawah senja. Tapi anak muda yang baru lahir, jangan lupakan peringatan ini: Kita tidak bisa mengabaikan persatuan kita, kita tidak bisa mengingkari janji kita.

Kontribusi
Ash-Graven Drinking Horn — Senjata | Database Genshin Impact