Bahasa Indonesia
Deathly Pact
Meningkatkan 20% CRIT DMG. Saat nilai Bond of Life meningkat, DMG Karakter yang mengenakan meningkat 16%. Efek ini berlangsung selama 6 detik dan dapat ditumpuk sampai 3 lapis.
Karakter Pengguna — Sword
Kisah
"Ketulusan dan ketekunan pasti akan membuahkan hasil. Ibu selalu mengajarkan ini pada kami." "Tapi yang mempersembahkan kesungguhan hati biasanya adalah pembohong, dan yang rajin akan dimanfaatkan oleh orang-orang." "Ibu, rupanya Ibu pembohong juga ya! Kalau tidak, kenapa dimakamkan di sini?" "Makanya, Ibu. Terima kasih ya. Aku sekarang akhirnya sudah mengerti ajaran Ibu ...." Sebelum kayu berubah menjadi pegangan kapak, dia tidak akan bisa memilih metodenya atau memikirkan martabatnya. Pakaian formal yang tidak nyaman dan kain robek yang berlumuran darah, semuanya adalah kostum yang diperlukan untuk naik ke atas. Pada masa-masa itu ... Tidak, meski ribuan tahun yang akan datang, mungkin sepuluh ribu tahun kemudian, sama saja .... Selalu akan ada anak muda yang menjadi dewasa lebih cepat dari waktunya, yang akan menjadi bagian dari apa yang disebut "kelangsungan hidup dari yang terkuat", Mengambil kesungguhan hati, harapan, dan impian sebagai makanannya, lalu berubah menjadi seperti monster kuat di kota di atas tanah, Kedua kota yang tidak bisa dijangkau dan bisa dijangkau oleh sinar matahari merupakan tempat perburuan yang subur. "Aduh, nona muda keluarga mana ini, tidak disangka dia merendahkan dirinya untuk datang ke Fleuve Cendre." Sedangkan untuk nona muda bangsawan yang memasuki Fleuve Cendre, tentu saja dia adalah mangsa yang paling pantas digantung di atas perapian .... Ketakutan seperti cahaya rembulan yang tertutup awan, membuat bulan yang awalnya indah menjadi gelap, demikian pikir monster itu. Dia mengenali wajah monster itu, tapi yang dia tanyakan malah bagaimana cara dia mengenali penyamarannya. "Anda tidak terbiasa berbohong sedikit pun. Bukannya ini sama dengan mengakui identitas Anda sebagai orang luar?" "Lagi pula, pakaian Anda tidak terkena abu batu bara, oli mesin, ataupun darah ...." Dia mengulurkan tangannya kepada gadis muda itu sambil berpikir: Ya, kesempatan sebagus ini mana boleh dilewatkan begitu saja? Jaring laba-laba sudah turun dari awan secara diam-diam. Aku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari keluarga yang paling menonjol, Ini tangga untuk menuju ke puncak awan, ini kunci untuk membuka gerbang mutiara. Dia tidak boleh meninggalkan aku ... Aku tidak boleh meninggalkan dia .... "Leticia, aku menghargai jiwamu yang mulia." Saat diucapkan, dia merasakan munculnya firasat yang tidak enak secara tiba-tiba. Tapi dia tetap melanjutkan bercerita .... .... Selalu ada firasat untuk setiap hal. Itu adalah malam sebelum tibanya badai, Dia malah bercerita tentang harapannya yang egois tanpa henti-hentinya: "Leticia, apa kamu bisa bayangkan dunia seperti ini ...." "Di sana, ada matahari yang tiga kali lebih terang dan tanah subur yang tak terbatas," "Manusia bebas seperti burung, tidak ada perbedaan, tidak ada penipuan atau perampasan," "Kita bisa melewati tanah yang tak terbatas, atau sungai dan danau, atau gunung dan lembah," "Sampai kita menemukan pohon milik kita sendiri, dan kita akan membangun rumah milik kita sendiri di sana," "Tidak ada satu orang pun yang mengganggu, tidak ada satu hal pun yang dikhawatirkan ...." Mungkin pada waktu itu dia sudah mengakui, kalau harapan yang tak kekal itu sudah sirna, Atau mungkin sudah dikubur dalam kesunyian dan lautan darah seiring dengan teman-temannya. "Leticia tersayang, coba bayangkan anak-anak, bibit pohon yang baru tumbuh," "Mereka tidak seharusnya terlahir di tengah suara tembakan meriam, atau tumbuh besar dalam lingkungan berlumpur dan air kotor." "Apa kita mau membesarkan mereka dengan air mata kemarahan dan sumpah kebencian?" "Apa kita mau meneruskan mimpi membingungkan, atau misi masa depan yang tak diketahui?" Tapi, tidak perlu khawatir. Semuanya sudah diatur sedemikian rupa. Masa depan kita ... masa depanku, semuanya akan beres. Sampai di sini, dia merasa sesuatu yang aneh, seperti sudah terbiasa. .... Pada saat itu, dia sudah lama tidak bersama dengan para bangsawan. Saat ditanya tentang alasan pengkhianatannya, "Agar bisa dihargai dan naik ke posisi yang lebih tinggi", "Demi keselamatannya dan anak-anak." Dia sudah tidak bisa mengingat yang mana dalih, yang mana alasan sebenarnya yang keluar dari mulutnya. Pasalnya, saat seorang pembohong berbohong sepuluh ribu kali, bahkan pembohong itu sendiri pun akan memercayainya. Jadi, saat istrinya pada akhirnya menanyakan pertanyaan yang sama kepadanya, dia tetap tidak mengerti. Tapi dia ingat akan sumpah yang pernah diucapkannya. Setidaknya kedua orang itu bisa menjaga kontrak awal mereka.