Stat Level
Level
| HP | 10.875 |
|---|---|
| ATK | 212 |
| DEF | 683 |
| Stat AscensionATK | 24% |
| CRIT Rate | 5% |
| CRIT DMG | 50% |
Lumine — Seorang pengembara yang berasal dari dunia lain, saudara satu-satunya yang ia miliki dirampas dari hadapannya oleh sesosok dewa, dan kini ia mengembara untuk mencari The Seven.
Bahasa Indonesia
Material Ascension
Ascension 1
Ascension 2
Ascension 3
Ascension 4
Ascension 5
Ascension 6
Kostum
Suara
- Tentang Kicir Angin
- Paimon: Mondstadt memiliki banyak kincir angin, bukan? Pengembara: Karena kota ini dibangun di atas air, jadi akan bergantung pada kincir angin untuk menarik air ke atas. Paimon: Benar sekali! Angin bertiup melalui Mondstadt sepanjang tahun, sehingga pasokan air ini sangat stabil. Paimon: Dan, kincir angin adalah apa yang mereka sebut "angin yang terlihat" — lonceng angin adalah "angin yang terdengar." Paimon: Paimon tebak pasti semacam maskot dan doa kepada Archon Anemo untuk memohon perlindungan. Pengembara: Maskot ya? Jadi seperti Paimon dong! Paimon: Tidak! Kincir angin terbuat dari kayu, tidak bisa digunakan sebagai makanan darurat, hanya bisa untuk membersihkan gigi! Pengembara: Hmm... Pengembara: ... Aku tidak tahu harus berkata apa.
- Tentang Pemilik Kedai
- Pengembara: Aku pernah dengar kalau kita kasih tip yang cukup kepada pemilik tavern, dia akan memberi tahu kita beberapa informasi. Paimon: Maksudmu yang di Angel's Share? Tapi Tuan Diluc kelihatannya adalah orang yang sangat kaya raya. Paimon: Seberapa besar tip yang "cukup" untuknya? Pengembara: Ugh... mungkin aku salah ingat. Pengembara: Atau mungkin aku mendengar rumor ini dari dunia lain. Paimon: Kamu pasti telah mengunjungi banyak dunia, bukan?
- Tentang Cider Lake
- Paimon: Cider Lake tidak pernah membeku, tidak peduli kapan pun dalam sepanjang tahun. Paimon: Apple cider terbaik di Mondstadt hanya dapat dibuat dengan air manis dari danau ini. Paimon: Rasanya benar-benar enak! Paimon bisa minum dua botol besar dalam sekejap! Pengembara: Wow. Paimon: Hehe. Pengembara: Dengan ukuran tubuhmu, aku tidak yakin kamu sanggup minum sebanyak itu... Pengembara: ...dan tidak meledak seperti Slime Anemo. Paimon: Paimon selalu punya ruang untuk minuman enak. Pengembara: Huh... dunia ini sangat luas, banyak hal yang perlu dipertimbangkan...
- Tentang Buku di Area Terlarang
- Pengembara: Tentang buku-buku di "area terlarang" yang disebutkan Lisa... Pengembara: Kira-kira buku macam apa ya yang mungkin disimpan di sana? Pengembara: Mungkin... Pengembara: ... Berisi buku-buku yang tidak cocok untuk anak-anak? Paimon: Hah? Kalau begitu kenapa buku "Putri Babi Hutan" tidak disimpan di area terlarang?! Paimon: Memangnya ada lagi buku yang kurang cocok untuk dibaca anak-anak selain buku itu? Hmm... Paimon jadi penasaran...
- Tentang Jerih Payah dan Timbal Baliknya
- Paimon: Paimon menyadari bahwa kerja keras di Mondstadt mungkin tidak menguntungkan. Pengembara: Kenapa bilang begitu? Paimon: Lihat saja Huffman dari Knights of Favonius. Setiap hari dia bekerja keras dalam pekerjaannya... Paimon: Tapi Kapten Kaeya yang santai adalah bosnya. Pengembara:Hmm, bukannya Jean yang bekerja paling keras sebagai Grand Master? Paimon:Ka-kalau begitu, bagaimana dengan ini... Paimon: Venti adalah Dewa Mondstadt, dan dia yang paling pemalas dari semuanya!
- Tentang Goth Grand Hotel
- Pengembara: Pasti menyenangkan untuk bermalam di Goth Grand Hotel... Paimon: Paimon juga berpikir begitu! Paimon: Kamar-kamarnya pasti besar dan bersih. Pengembara: Tapi aku dengar-dengar kata Tuan Goth sejak ditempati orang-orang Fatui jadi muncul berbagai masalah aneh. Pengembara: Electro Cicin Mage menarik banyak debu dengan listrik statis mereka dan akhirnya membunuh banyak Cicin itu. Pengembara: Lalu, seseorang tertukar antara Mist Grass Pollen dan lada... Pengembara: Dan sesama agen saling bertengkar, karena masalah utang untuk anggur mereka. Paimon: Bertahanlah... Goth Grand Hotel...
- Tentang Arah Angin Bertiup
- Pengembara: Semua orang mengatakan bahwa Mondstadt adalah negara yang penuh angin. Pengembara: Tapi aku masih tidak tahu arah angin yang berlaku musim ini datang dari mana? Paimon: Tanyakan saja ke Venti! Pengembara: Dia mungkin hanya akan menghindari pertanyaan dengan "hehe" atau apalah... Paimon: Iya juga ya. Archon Anemo hanyalah seorang pengamen, tahu apa dia tentang angin...
- Tentang Alkimia
- Pengembara: Ternyata alkimia di Mondstadt dipraktikkan di jalanan. Paimon: Memangnya aneh ya? Pengembara: Di dunia-dunia yang kukunjungi sebelumnya, alkimia selalu menjadi seni rahasia. Pengembara: Melihat alkimia sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sama anehnya dengan melihat dunia di mana orang-orang memiliki tiga perut... Paimon: Hah? Paimon rasa orang yang hanya punya satu perut yang aneh. Pengembara: Hmm... Pengembara: Kamu serius? Paimon: Hehe, coba tebak?
- Tentang Teyvat
- Pengembara: Siang dan malam di Teyvat terasa sangat singkat. Pengembara: Langit di sini penuh dengan bintang-bintang, tetapi mereka tidak sama seperti yang terlihat di tempat asalku. Pengembara: Apakah nasib orang-orang dari Teyvat juga tergantung dengan rasi bintang mereka? Paimon: Oh? Kamu juga tahu cara membaca bintang-bintang? Luar biasa! Tidak banyak orang di luar Sumeru yang bisa melakukannya. Paimon: Paimon jadi penasaran! Ayo coba bacakan ramalan untukku! Pengembara: Hmm... Pengembara: Langit malam di syal Paimon... mengalir dengan cahaya banyak bintang, dan juga lautan dalam... Pengembara: Pergerakan bintang-bintang ini menandakan bahwa dalam 7 hari ke depan... Paimon: Dalam 7 hari...? Pengembara: Sesuatu yang baik atau buruk mungkin terjadi... Paimon:Hmm... jawabanmu selicin Geo Slime!
- Tentang Dewa Kebebasan
- Pengembara: Dalam perjalanan kembali ke Mondstadt setelah kita menyelamatkan Dvalin... Pengembara: Itu adalah pertama kalinya aku melihat salah satu dari "The Seven Archon". Ternyata dia adalah Dewa seperti itu... Paimon: Hah? Kita sudah lama mengenal Venti, bukan? Pengembara:Maksudku... dirinya sebagai Archon Anemo, Barbatos. Pengembara: Dia menyembunyikan kebenarannya di balik identitasnya sebagai penyair. Pengembara: "Kebebasan yang diperintahkan oleh Dewa kebebasan apakah masih dapat disebut sebagai kebebasan?" Pengembara: Aku masih memikirkan jawaban untuk pertanyaan yang dia tanyakan kepada Dvalin...
- Tentang Daratan Mondstadt
- Paimon: Mondstadt penuh dengan dataran luas dan bukit-bukit. Paimon: Katanya orang-orang saat Barbatos membuat tanah ini, dia menggunakan badai untuk meratakan tebing dan lembah... Pengembara: Tapi sepertinya dia melewatkan beberapa tempat. Paimon: Seperti Starsnatch Cliff? Pengembara: Ya. Pengembara: Tampak seperti nozzle yang setengah jadi. Paimon: Apa itu nozzle?
- Tentang Bait
- Paimon: Dengar-dengar bait adalah bentuk seni tradisional di Liyue. Setelah seseorang menulis bait atas, mereka akan menawarkan hadiah untuk orang yang bisa menyambung bait berikutnya! Paimon: Tapi menghubungkan bait pasti sulit, jadi tidak gampang mendapatkan uangnya. Paimon: Tidak hanya ritme yang perlu dicocokkan, artinya juga harus nyambung. Pengembara: Contohnya? Paimon: Hmm... Angin Windrise berembus pergi dan tidak pernah kembali. Pengembara: Ugh, tetapi awan dari Sea of Clouds selalu bergulung kembali. Paimon: Huh! Paimon: Jangan buang waktu di sini. Kita cari yang bisa menghasilkan uang saja!
- Tentang "Jangan Mainkan Makanan, ataupun Uang "
- Paimon: Ada pepatah Rex Lapis 'yang sering digunakan di Liyue, intinya adalah "jangan bermain-main dengan uang." Paimon: Karena "Mora" asli dibuat dengan menggunakan tubuh emasnya dan diberikan kepada manusia dengan kepercayaannya. Pengembara: Kaeya tampaknya senang bermain-main dengan uangnya... Paimon: Makanya jangan meniru dia! Pengembara: Aku jadi ingat seseorang pernah menasehatiku jangan bermain-main dengan makananku. Paimon: Ya, ya, kamu harus menghargai makananmu. Paimon: A—Apa yang kamu lihat?!
- Tentang Kehendak Hati
- Paimon: Berjalanlah tujuh kali searah jarum jam dan tujuh kali berlawanan arah jarum jam, kemudian buka matamu... Pengembara: Apakah kamu berjalan sambil tidur? Paimon: Tidak! Paimon hanya mencoba melihat apakah toko barang antik di "Kehendak Hati" itu benar-benar ada! Pengembara: Kalau misalnya toko dari buku cerita itu benar-benar ada, apa yang ingin kamu beli, Paimon? Paimon: Mesin Pencipta Slime! Pengembara: Memangnya ada barang seperti itu?
- Tentang Klan Guhua
- Pengembara: Akhir-akhir ini, beberapa murid Klan Guhua menceritakan suatu kisah. Paimon: Klan Guhua, ya? Paimon tebak pasti kisah heroik! Pengembara: Beberapa senior laki-laki memutuskan untuk mengadakan kompetisi untuk menentukan siapa yang akan menikahi junior perempuan mereka, dan juniornya ini tidak keberatan dengan metode tersebut. Paimon: Ooh, Paimon tahu, di Liyue, mereka menyebutnya "Kompetisi untuk ajang cari jodoh". Pengembara: Tapi malam sebelum kompetisi, junior tersebut mencuri pedang favoritnya senior tertua. Paimon: Ah, jadi dia ingin seniornya kalah... kasihan sekali laki-laki itu... Pengembara: Ya, jadi seniornya menggunakan pedang lain dan akhirnya dia kalah. Pengembara: Tidak bisa menerima kekalahannya, dia pun berlutut di tanah dan menangis dengan getir. Paimon: Senior yang malang... Dia pasti sangat mencintai junior perempuan itu, kan? Pengembara: Pada akhirnya, dia terpaksa... menikahi juniornya di depan semua orang. Paimon: Hah? Jadi yang kalah yang harus menikahinya!?
- Tentang Dihua Marsh
- Paimon: Kamu tahu tidak? Alang-alang di Dihua Marsh adalah bahan yang biasanya digunakan dalam pembuatan kertas. Paimon: Menggunakan ujung batang yang padat sebagai pena dan ujung berongga sebagai seruling yang juga merupakan seni elegan di Liyue. Paimon: Selama ribuan tahun, ada banyak Knight dan pendekar pedang yang akan memilih untuk bertarung di tempat yang elegan ini. Paimon: Semakin tempatnya ada banyak alang-alang, semakin terlihat elegan. Tapi di tempat-tempat di mana alang-alang berkumpul terkadang airnya akan sangat dalam... Paimon: Jadi ada banyak petarung sial yang jatuh dan tenggelam saat bertarung... Pengembara: Terus apa yang dapat kita pelajari dari cerita ini? Paimon: Makanya jangan berkelahi!
- Tentang Sir Bird
- Paimon: Dikatakan bahwa di Liyue, orang-orang menjuluki bangau sebagai "gentleman bird." Pengembara: Kok bisa? Paimon: Hmm... Paimon juga tidak mengerti... Pengembara: Baiklah, biarkan aku menceritakan sebuah kisah "Balas Budi Bangau". Pengembara: Dahulu kala, ada seorang cendekiawan baik hati yang menyelamatkan seekor bangau suci yang terjatuh ke dalam perangkap. Pengembara: Kemudian, pada suatu malam musim dingin, seorang gadis cantik mengunjunginya, meminta untuk bermalam. Pengembara: Gadis itu memanggul pedang besar di punggungnya, lalu dia mengajarkan semua yang dia tahu tentang seni pedang kepada cendekiawan, mengawasinya berlatih siang dan malam. Paimon: Hah? Pengembara: Setelah menyelesaikan pelatihannya, cendekiawan ikut pergi berkelana bersama gadis tersebut untuk berbuat kebaikan dan memperjuangkan keadilan. Pengembara: Sepuluh tahun kemudian, bangau suci yang ditolongnya akhirnya datang untuk membalas budi dalam wujud seorang laki-laki, tetapi pasangan pahlawan tersebut sudah pensiun... Pengembara: Jadi begitulah "seorang harus membalas budi sebelum sepuluh tahun berlalu." Paimon: Eh?
- Tentang Jueyun Karst
- Pengembara: Rumor mengatakan bahwa Jueyun Karst adalah tempat tinggal Adeptus. Paimon: Wow, kediamannya Adeptus! Pengembara: Mungkin kita akan menemui Adeptus di puncak gunung yang menjulang tinggi itu. Paimon: Wow, kita bisa bertemu dengan Adeptus! Pengembara: Tapi bagaimana biasanya orang berkomunikasi secara normal dengan Adeptus? Paimon: Hah? Bagaimana kita akan berkomunikasi dengannya? Pengembara: Hmm, mungkin makanan darurat ini telah memburuk? Sebaiknya segera mengonsumsinya saja... Paimon: *ehem* Ya... Paimon rasa berteriak dari puncak gunung seharusnya berhasil. Pengembara: Rasanya lebih seperti apa yang akan dilakukan Hilichurl daripada cara berkomunikasi dengan Adeptus...
- Tentang Dewa Kontrak
- Pengembara: Tak kusangka Archon Geo benar-benar menandatangani kontrak dengan Archon Cryo. Pengembara: Seperti apa ya isi kontraknya... Paimon: Kalau menurut Paimon tidak peduli siapa itu, membuat kesepakatan dengan Tsaritsa sangat berbahaya! Pengembara: Benar sekali... Pengembara: Tapi Morax adalah Dewa yang paling memahami dasar kontrak... Pengembara: Dia pasti mempertimbangkan hal ini juga. Paimon: Iya, Morax sendiri menyebutnya sebagai "kontrak untuk mengakhiri semua kontrak ..." Pengembara: Pada akhirnya kita akan menyaksikan kebenaran... dan akhir dari segalanya.
- Tentang Prediksi Suci Liyue
- Paimon: Kalau dipikir-pikir, Rex Lapis menikmati mengunjungi orang-orangnya secara pribadi, tapi dia hanya muncul secara resmi setahun sekali. Paimon: Dewa-Dewa lain tampaknya tidak seperti ini. Apakah Rex Lapis memiliki niat tersendiri? Pengembara: Aku mungkin bisa menebak alasannya... Pengembara: Lihatlah, ramalan tahunannya terlalu memikat hati orang-orang Liyue. Pengembara: Mereka berkutat di sekitar ramalan, mencoba menganalisis dan menemukan "makna tersembunyi" tanpa batas di dalamnya... Pengembara: Menurutmu apa yang akan terjadi pada Liyue kalau ramalan seperti itu tersedia setiap hari? Paimon: Ah! Paimon: Paimon tahu! Paimon setiap hari akan memberi Rex Lapis makanan ringan favoritnya! Paimon: Kalau bisa mendapatkan Mora secara langsung dari Rex Lapis, siapa yang akan melakukan bisnis yang serius?! Pengembara: Meskipun logika dari contoh ini agak acak, tapi... pada dasarnya kira-kira begitulah alasannya.
- Tentang Tim Petualang Benny
- Paimon: Kalau ingin bergabung dengan tim petualang Benny, kamu harus mempersiapkan diri. Paimon: Domain adalah tempat yang sangat berbahaya, jadi harus selalu berhati-hati dengan memeriksa persediaan dan peralatan beberapa kali sebelum keberangkatan. Paimon: Paimon dengar di Adventurers' Guild tercatat statistik 463 cara berbeda untuk mati dalam Domain ini... Paimon: Kalau Bennett secara tidak sengaja membuatmu terbunuh, Paimon dan Bennett tidak akan pernah memaafkan diri kami sendiri! Pengembara: Kenapa hanya aku yang mati? Paimon: Karena menurut statistik, Paimon dapat menghindari setidaknya 322 penyebab kematian hanya dengan cara terbang! Pengembara: Tiba-tiba aku jadi merasa tidak ingin menjelajahi Domain ini...
- Tentang Bennett
- Pengembara: Dengar-dengar Albert adalah pemimpin klub penggemar Barbara... Pengembara: Terkadang dia bahkan sengaja melukai dirinya sendiri agar bisa pergi ke Katedral untuk menemui Barbara. Paimon: Paimon rasa Knights of Favonius perlu memperhatikan orang-orang aneh seperti itu juga. Pengembara: Tapi sepertinya setelah sebulan, Albert menemukan bahwa Bennett jauh lebih sering menemui Barbara. Pengembara: Lagi pula, Bennett memang memiliki keunggulan dalam mendapatkan cedera... Paimon: Memangnya ini kontes "Mencari masalah untuk Barbara"?
- Tentang Idola
- Paimon: Barbara benar-benar sangat populer dengan semua orang ya. Pengembara: Bagaimanapun juga, dia adalah idola penduduk Mondstadt. Paimon: Apa itu "idola"? Pengembara: Sebuah profesi, di mana seseorang menjadi lucu, dicintai, dan menghasilkan banyak Mora. Paimon: Bukankah itu sama saja dengan menjadi maskot? Pengembara: Yah, bisa dibilang begitu...
- Tentang Hubungan Kakak Beradik
- Pengembara: Lisa dan Amber seperti kakak beradik ya. Paimon: Hah? Kenapa begitu? Pengembara: Amber sering mengerjakan tugas untuk Lisa. Sering kali kakak yang lebih tua meminta adik yang lebih muda untuk melakukan sesuatu untuknya, supaya si kakak bisa bermalas-malasan... Pengembara: Tapi, kalau aku dan saudaraku kan seumuran, jadi kami harus memutuskan hal-hal seperti ini melalui batu-gunting-kertas. Paimon: Wah, kalau begitu, bisa dibilang kamu adikku dong? Pengembara: Kenapa bisa begitu? Paimon: Soalnya kan Paimon bisa terbang, dan kamu adalah satu-satunya yang "menjalankan tugas"! Pengembara: Hah?
- Tentang Penutup Mata Kaeya
- Pengembara: Paimon, apakah kamu pernah melihat penampilan Kaeya tanpa penutup matanya? Paimon: Tidak. Pengembara: Jadi, sepertinya dia tidak pernah melepasnya ya... Paimon: Hehe, Paimon tahu kenapa! Pengembara: Oh? Paimon: Dia pasti menyembunyikan rahasia besar! Pengembara: Rahasia besar? Paimon: Kaeya kan lebih sering keluar untuk bertugas daripada yang lain. Paimon: Jadi kulit di bawah penutup mata itu pasti belang! Pengembara: Jadi kalau dia melepaskan penutup mata itu... Paimon: Dia pasti akan menjadi sasaran lelucon semua orang! Kemudian diberi nama panggilan aneh! Paimon: Misalnya "Panda Bear"! Pengembara: Huh, kurasa dia sudah ada nama panggilan aneh sebelum dia membuka penutup matanya...
- Tentang Diluc dan Kaeya
- Paimon: Aneh... Pengembara: Apanya yang aneh? Paimon: Diluc dan Kaeya benar-benar mirip, tapi kok mereka tidak akur ya? Pengembara: Apanya yang mirip? Paimon: Kaeya adalah tipe pria yang... bisa memainkan trik secara terbuka. Paimon: Diluc adalah tipe pria yang... melakukan hal-hal jujur secara rahasia. Paimon: Bukannya mereka mirip? Pengembara: Aku masih tidak tahu di mana letak kemiripannya.
- Tentang Takaran Kekuatan Bertarung
- Pengembara: Katakanlah satu Hilichurl dapat mengalahkan tiga boar... Pengembara: Berapa banyak Hilichurl yang diperlukan untuk membuat perbandingan antara kekuatan Master Jean dan Tuan Diluc? Paimon: Kata orang-orang di Mondstadt, Master Jean adalah yang terkuat. Pengembara: Kurasa kalau Tuan Diluc yang menyerang duluan, Master Jean tidak akan bisa menangkisnya. Paimon: Dia akan menemukan cara untuk menangkisnya. Pengembara: Tidak mungkin. Paimon: Elemental Burst Master Jean benar-benar sangat kuat tahu. Pengembara: Ya, tapi "field" itu pada gilirannya, akan memperkuat Tuan Diluc. Paimon: Paimon rasa Master Jean tidak perlu sampai menggunakan Visionnya untuk berhadapan dengan Tuan Diluc. Pengembara: Tuan Diluc hanya membutuhkan greatsword pemula untuk... Paimon: Hmm... Pengembara: Ugh... Pengembara: Kita kurang kerjaan sekali. Pengembara: Mereka keduanya bertarung untuk Mondstadt, tidak mungkin untuk saling berhadapan. Paimon: Kita jadikan Hilichurl sebagai unit kekuatan bersama saja. Paimon: Ngomong-ngomong, Paimon mungkin bisa dihitung seperlima dari boar.
- Tentang Razor
- Paimon: Pengembara, kamu tahu kuas? Pengembara: Maksudmu pena yang terbuat dari bulu binatang yang digunakan untuk menulis? Paimon: Betul sekali! Dengar-dengar kuas yang bagus bisa dijual dengan harga tinggi di antara para pedagang Liyue! Pengembara: Jadi kamu mau membuatnya juga? Paimon: Iya! Tapi serigala liar terlalu ganas, jadi kita pakai bulu Razor saja sebagai gantinya! Paimon: Bulu Razor sangat halus dan lembut, pasti akan sebagus kuas serigala dan bisa menghasilkan Mora! Pengembara: Kuas yang dibuat seperti itu akan menghantarkan listrik, tidak dapat digunakan. Pengembara: Selain itu, Razor bukan serigala, dan kuas serigala bukan terbuat dari bulu serigala... Paimon: Eh? Terus kenapa disebut sebagai kuas serigala? Pengembara: Memangnya ada cider dalam Cider Lake? Paimon: Hmm. Iya juga ya.
- Tentang Klee
- Paimon: Klee adalah anak yang sangat menarik. Paimon: Kelihatannya semua orang di Knights of Favonius sangat menyukainya, bahkan memanjakannya. Pengembara: Kira-kira antara Paimon dan Klee siapa yang lebih kuat ya? Pengembara: Oh iya, Paimon bukan maskot, Paimon adalah... Paimon: Huh, Paimon tahu persis apa yang akan kamu katakan. Leluconnya sudah basi tahu.
- Tentang Pelayan "Wondermaid"
- Paimon: Waktunya berbagi Tips Kehidupan Kecil Paimon! Pengembara: "Tips Kehidupan Kecil?" Paimon: Kalau di Mondstadt ada sesuatu yang tidak dapat kamu perbaiki, atau sesuatu yang tidak bisa kamu bersihkan, apa pun itu... Paimon: Kalau kamu menghadapi hal semacam ini, dan kamu tidak bisa menanganinya, kamu dapat berteriak ke langit: Paimon: "No—el—le!" Paimon: Semua masalah yang mengganggumu akan hanyut dalam sekejap. Pengembara: Oh, jadi ini salah satu tips untuk hidup di Mondstadt? Cukup mengesankan ....
- Tentang Fischl
- Paimon: Fischl memberikan kesan yang sangat unik ya? Pengembara: Misalnya? Paimon: Misalnya, dia bepergian bersama gagak yang bisa bicara. Pengembara: Yah, aku juga bepergian denganmu. Tidak terlalu beda jauh. Pengembara: Tapi Oz juga bisa menerjemahkan untuk Fiscl, sedangkan Paimon... Paimon: Apa? Paimon jauh lebih baik daripada burung! Pengembara:Misalnya? Paimon: Hmm... ugh... misalnya Paimon bisa terbang tanpa sayap!
- Tentang Hewan Peliharaan
- Pengembara: Bicara tentang Fischl, dia juga mengaku sebagai "pengunjung dari dunia lain..." Pengembara: Dalam hal ini bisa dibilang mirip denganku, keduanya juga membawa hewan peliharaan. Paimon: Hewan peliharaan? Tunggu sebentar... Pengembara: Tapi gagaknya, Oz... terlihat lebih keren, dan dia berbicara dengan sopan. Pengembara: Terlebih lagi, dia dapat mendeteksi dan bertarung dengan musuh — memang sangat berguna. Pengembara: Mungkin sesekali aku bisa membuat perjanjian dengan Fischl untuk bertukar partner, katakanlah, selama satu atau dua minggu, pasti akan menarik. Paimon: Bukannya kamu seharusnya meminta pendapatku terlebih dahulu?!
- Tentang Beidou
- Paimon: Bagaimana caranya agar menjadi sepopuler dan sekeren Kapten Beidou? Pengembara: Dengan pengalaman yang cukup... Paimon: Paimon sudah melihat banyak hal dari bertualang bersamamu! Pengembara: Perlu mengalami berbagai cobaan dan penderitaan... Paimon: Paimon pernah hampir tenggelam... Pengembara: Selalu menjaga semangat dan menginspirasi orang lain... Paimon: Hmm! Paimon selalu menyemangatimu! Pengembara: Memiliki pandangan yang dewasa ketika menghadapi masalah... Paimon: Hei! Maksudmu Paimon tidak akan bisa ya?!
- Tentang Ningguang
- Paimon: Bagaimana seseorang menjadi kaya raya atau sekaya Nona Ningguang? Pengembara: Apakah menjadi kaya adalah satu-satunya kesan yang dia berikan padamu? Paimon: Dia punya Jade Chamber yang sangat besar! Tapi bukankah itu juga terbuat dari Mora? Pengembara: Harus memiliki pemikiran yang cerdas... Paimon: Paimon benar-benar pandai memberi nama panggilan kepada orang-orang! Pengembara: Harus terbiasa dengan cara kerja pasar... Paimon: Satu porsi Fisherman's Toast seharga 1,025 Mora, dan tidak ada diskon bahkan pada hari hujan. Pengembara: Harus memiliki keterampilan yang luar biasa dalam melakukan sesuatu... Paimon: Jadi... bagaimana aku bisa berteman dengan orang kaya? Pengembara: Jadi kamu sudah menyerah?!
- Tentang Qiqi yang Seorang Zombi
- Paimon: Menurutmu Qiqi... perlu menghisap darah tidak ya? Pengembara: Kalau itu bukan zombie, tapi vampir. Paimon: Akankah lengannya tiba-tiba jatuh? Pengembara: Itu juga bukan zombie tapi ghoul. Paimon: Huh. Seperti yang diharapkan dari seorang pengembara. Kamu tahu banyak hal ya! Paimon: Jadi, hal spesial apa yang bisa zombie lakukan? Pengembara: Senam? Paimon: Masuk akal juga! Jadi yang bisa melakukan senam adalah zombie!
- Tentang Meluncur
- Paimon: Ayo, Pengembara, Paimon akan mengajarimu cara terbang! Paimon: 3, 2, 1! Pengembara: Ah, Paimon sudah menghilang saja. Pengembara: Ya sudahlah, aku juga lelah, istirahat sebentar saja di sini... Pengembara: Biarkan hatiku yang terbang menemanimu...
- Tentang Slime
- Paimon: Kamu paling suka slime apa Pengembara? Pengembara: Cryo Slime deh, mereka bisa mendinginkan dan akan sangat berguna pada saat musim panas. Paimon: Terdengar sangat praktis, seperti yang diharapkan dari seorang pengembara. Pengembara: Kalau kamu? Paimon: Paimon suka semuanya! Semuanya sangat enak! Pengembara: Enak ya... Paimon: Mengubah slime menjadi makanan bergelembung yang menyenangkan adalah spesialis Paimon! Pengembara: Oh, baiklah... Pengembara: Kalau begitu bisa membuat peringkatmu sebagai makanan darurat turun ke bawah, Paimon. Paimon: Paimon lebih suka tidak ada di dalam daftar tersebut!
- Tentang Hilichurl
- Pengembara: Apakah menurutmu kita agak keterlaluan terhadap Hilichurl? Paimon: Ya... kadang-kadang begitu... kita benar-benar terlihat seperti anak-anak yang harus menendang sarang lebah sekali setiap kali mereka melihatnya. Pengembara: Hanya... sekali saja?
- Tentang Suku Sleeper
- Pengembara: "Suku Sleeper"... Hilichurl memiliki nama suku yang menarik ya. Paimon: Suku Sleeper akan selalu curi-curi kesempatan yang bisa mereka pakai untuk tidur. Paimon: Paimon dengar kalau tempat tidur kulit hewan mereka sangat lembut. Kamu mau mencobanya? Pengembara: Kenapa tidak Paimon saja yang mencobanya sendiri? Paimon: Paimon kan bisa tidur di udara! Udara adalah tempat tidur yang paling lembut. Hehehe, iri kan? Pengembara: ... Sedikit...
- Tentang Suku Meaty
- Pengembara: "Suku Meaty"... Hilichurl memiliki nama suku yang menarik ya. Paimon: Suku Meaty akan melakukan persembahan secara teratur. Altar mereka juga sangat spektakuler. Pengembara: Mereka melakukan persembahan untuk apa? Paimon: Agar "setiap hari bisa makan daging" keinginan yang luar biasa, bukan? Pengembara: ... Sudah kuduga jawabannya akan begitu.
- Tentang Suku Eclipse
- Pengembara: "Suku Eclipse"... jadi Hilichurl juga memiliki nama suku yang terdengar normal. Paimon: Para Hilichurl dari suku Eclipse benar-benar misterius. Paimon: Semua Hilichurl suku itu dapat menggambar sebuah gambar yang dikenal sebagai "Tanda Eclipse". Paimon: Tapi dengar-dengar hanya "Dada Samachurl" dari suku Eclipse yang tahu makna tersembunyi di balik tanda itu... Pengembara: Simbol gerhana... Paimon: Hmm? Apakah kamu baru saja mengatakan sesuatu, Pengembara? Pengembara: Ah, aku sedang memikirkan malam ini enaknya makan sup apa ya? Paimon: Mengubah topik begitu saja — kamu yakin kamu bukan dari suku Meaty? Oh ya ngomong-ngomong, Paimon ingin makan daging boar ya! Terima kasih!
- Tentang Kekayaan
- Paimon: Paimon... rasanya tidak enak badan... Pengembara: Kamu kenapa? Paimon: Paimon belum membuka peti harta karun lagi dalam waktu lama. Kalau begini terus... Pengembara: Kalau begini terus kamu akan terjebak oleh perangkap berisi satu Mora. Paimon: Hei! Paimon kan bisa terbang, jadi perangkapnya tidak akan pernah berhasil menjebakku.
- Tentang Naik Berat Badan
- Paimon: Wow, akhir-akhir ini kita selalu mendapatkan makanan enak dalam perjalanan kita. Paimon: Selama ada makanan enak bepergian tidak akan melelahkan! Pengembara: Hmm... bagaimana kalau Paimon tidak bisa terbang lagi karena kegemukan? Paimon: Huh, tidak akan! Paimon tidak akan pernah menjadi gemuk! Pengembara: Hmm... Paimon: Jadi Paimon menuntut lebih banyak lagi makanan enak! Pengembara: Makan terus tapi tidak pernah tumbuh... Sebagai makanan darurat, bukannya itu di bawah standar? Paimon: Hei, memangnya kamu punya makanan darurat berkualitas lainnya di luar sana?
- Tentang Penyayang Kucing dan Penyayang Anjing
- Paimon: Kamu lebih suka kucing atau anjing? Pengembara: Aku lebih suka Paimon deh. Paimon: Eh? Ah curang... Paimon: Tunggu, tidak! Paimon bukan hewan peliharaan!
- Tentang Suara Deru Ombak
- Paimon: Orang-orang bilang kalau meletakkan Starconch ke telinga nantinya akan terdengar bisikan laut! Pengembara: Kamu mau mencobanya, Paimon? Paimon: Tidak perlu, Paimon baru saja mendengarnya! Pengembara: Oh? Apa yang dibisikkan laut? Paimon: Laut membisikkan... waktunya makan, jadi ayo pergi sekarang! Paimon ingin makan beberapa Fisherman's Toast!
- Tentang Permainan Suit
- Paimon: Aku ingin segera dapat makan! Ah, tapi Paimon tidak ingin pergi ke sana... Pengembara: Bagaimana kalau kita tentukan dengan permainan gunting kertas batu? Paimon: Ooh, ok! Pengembara: Baiklah kalau begitu, gunting kertas— Paimon: — Super Tornado Paimon! Pengembara: ... Hah?
- Tentang Cara Bersantai
- Paimon: Akhir-akhir ini sangat melelahkan, apakah kamu memiliki metode yang disarankan untuk bersantai? Pengembara: Tidur? Paimon: Tidur membosankan. Pengembara: Membaca? Paimon: Nanti Paimon pusing. Pengembara: Mengobrol dengan teman? Paimon: Ugh... Paimon: Tapi mengobrol perlu berpikir juga. Paimon: Dan berpikir itu melelahkan! Pengembara: Dan muncullah "Paimon Paradox" yang terkenal dalam sejarah filsafat di Teyvat.
- Tentang Perbedaan Makanan
- Pengembara: Masakan Liyue sangat berbeda dari masakan Mondstadt. Pengembara: Misalnya saja hidangan goreng pedas hampir tidak terlihat di Mondstadt. Paimon: Makanya dibilang "orang-orang adalah cerminan dari lingkungan mereka" kan? Paimon: Hmm... tapi kok semua slime di Teyvat terasa sama saja? Pengembara: Itu karena kamu hanya bisa memasak dengan satu cara yang sama...
- Tentang Menabung
- Paimon: Wow, ada begitu banyak Mora yang tersembunyi di ransel Weasel Thief! Pengembara: Yah, musang pada dasarnya adalah hewan yang suka mengumpulkan benda-benda mengkilap. Paimon: Dengar-dengar asal muasal Weasel Thief ada hubungannya dengan Treasure Hoarder... Paimon: Oh iya, gagak kan juga suka mengumpulkan benda-benda mengkilap. Paimon: Paimon jadi penasaran apakah Oz juga diam-diam mengumpulkan Mora di belakang Fischl. Pengembara: Kalau begitu... Pengembara: Apakah Paimon juga— Paimon: — Wah, jangan mendekat! Paimon sama sekali tidak menyembunyikan Mora di sepatu kok!
- Tentang Kisah Petualangan
- Pengembara: Paimon, kamu sudah pernah baca "Kemelankolisan Vera"? Paimon: Terdengar familier! Pengembara: Buku itu cukup populer, bahkan katanya penulisnya menghasilkan sejumlah besar Mora darinya... Paimon: *huff* Paimon juga ingin menghasilkan banyak Mora. Paimon: Hmm... baiklah kalau begitu Paimon akan menulis kisah petualangan juga! Pengembara: Kisah petualangan dari Paimon? Paimon: Benar sekali! Ini akan menjadi sebuah kisah di mana seorang pengembara gagah berani mengalahkan naga dan menyelamatkan dunia... Paimon: Dan kemudian duduk bersama partner handalnya untuk memikmati 10 porsi Sticky Honey Roast! Pengembara: 10 porsi? Paimon: Iya, biar menarik ceritanya harus berakhir dengan bahagia! Paimon: Sudah kuputuskan! Kisahnya akan diberi judul "Kebahagiaan Paimon"! Pengembara: Hah?
- Tentang Mimpi Buruk
- Paimon: Pernahkah kamu mengalami mimpi buruk yang super menyeramkan, Pengembara? Pengembara: Huh? Aku pernah bermimpi jatuh dalam kegelapan tanpa batas... Pengembara: Tanpa wind glider. Paimon: Wow... Pengembara: Aku juga pernah memimpikan saudara laki-lakiku pergi menjauh dariku, tidak peduli seberapa cepat aku berlari, aku tidak dapat mengejarnya. Pengembara: Katanya... "Kamu terlambat". Paimon: Oh... Paimon: Mimpi burukku tidak sama dengan milikmu. Paimon: Paimon pernah bermimpi dimakan oleh slime super raksasa.
- Tentang Seelie
- Pengembara: Dari mana ya asalnya harta buruan Seelie? Paimon: Mungkin mereka tumbuh dari tanah — atau mungkin mereka jatuh dari pohon? Paimon: Paimon tidak tahu dari mana mereka berasal, tetapi di mana ada Seelie, pasti ada harta karun! Pengembara: Tapi... kenapa aku bisa merasakan kesedihan tertentu setiap kali mereka menyentuh harta tersebut? Paimon: Hmm? Pengembara: Mungkin hanya perasaanku saja. Paimon: Hmm... kalau kamu tidak mau harta karunnya, biar Paimon saja yang menyimpannya, gratis!
- Tentang Orang yang Paling Berkesan
- Paimon: Apakah kamu memiliki seseorang yang membuatmu sangat berkesan selama perjalanan terakhir kita? Paimon: Kalau buat Paimon, sudah pasti Sara. Pengembara: Timmie. Paimon: Eh? Kenapa dia? Pengembara: Akhir-akhir ini setiap kali aku makan Sweet Madame jadi terbayang wajahnya... terus dagingnya jadi tidak enak deh.
- Tentang Bahasa
- Paimon: Kamu belajar hal-hal baru dengan sangat cepat ya. Paimon: Kamu benar-benar bisa menguasai bahasa Teyvat dalam waktu singkat. Pengembara: Berkat ajaran Paimon. Paimon: Hehehe... Pengembara: Siapa tahu mungkin kualitas nama panggilanmu yang buruk akan meningkat juga suatu hari nanti.
- Tentang Spesies Paimon
- Pengembara: Monster apa yang paling berkesan untukmu? Paimon: Monster ya... mungkin Ruin Guard? Pengembara: Memangnya Ruin Guard masuk kategori monster ya? Bukannya lebih seperti sebuah mekanisme... Paimon: Paimon rasa semua yang menyebabkan kita kesulitan dan harus dikalahkan bisa disebut sebagai "monster". Paimon: Sama halnya kita menyebut apa pun yang dapat diburu sebagai "mangsa". Pengembara: Begitu ya... Kalau begitu kurasa aku akhirnya dapat mengklasifikasikan Paimon sekarang. Paimon: Eh? Apa? Pengembara: Paimon adalah salah satu yang dapat ditangkap dan dilepas kembali... jadi Paimon masuk kategori ikan. Paimon: Eh?
- Tentang Cara Menyimpan Senjata
- Paimon: Hei, bisakah kamu melakukannya lagi? Hal itu! Pengembara: Hal apa ya? Paimon: Yang... kamu bisa membuat senjatamu hilang dalam sekejap terus tiba-tiba muncul di belakangmu lagi! Pengembara: Oh hal itu, bukannya kamu sudah sering melihatnya? Paimon: Tapi Paimon masih tidak mengerti bagaimana kamu bisa melakukannya, coba jelaskan prinsipnya padaku. Pengembara: Baiklah, bisakah kamu jelaskan padaku bagaimana kamu bisa muncul di depanku dan tiba-tiba menghilang begitu saja? Paimon: Hmm... ini... sepertinya Paimon dari awal sudah bisa melakukannya, Paimon tidak tahu bagaimana menjelaskannya... Pengembara: Ya, seni meletakkan senjataku juga mengikuti prinsip yang sama. Pengembara: Ini adalah bukti dari persahabatan.
- Tentang Peti Harta
- Paimon: Pengembara, apa pendapatmu tentang peti harta karun? Pengembara: Aku yakin mereka adalah jejak peninggalan dari para pengembara hebat sebelumnya. Pengembara: Setiap kali aku membuka dan melihat isinya, aku bisa merasakan hal yang sama dengan mereka yang datang sebelumnya... Paimon: Ooh, begitu caramu naik level, kan?
- Tentang Mata
- Paimon: Lihat mata Paimon! Pengembara: Ada apa? Paimon: Kata Kaeya mata orang akan mengkhianati diri mereka sendiri. Paimon: Dia bisa tahu seseorang berbohong atau tidak hanya dengan menatap matanya. Pengembara: Ya... Paimon: Paimon suka Fisherman's Toast! Pengembara: Seharusnya memang begitu, karena kamu kan menyukai semua yang bisa dimakan. Paimon: Hehe. Pengembara: Ngomong-ngomong, aku ingat sebuah tatapan yang penuh gairah. Paimon: Tatapannya siapa? Pengembara: Tatapannya Ruin Guard. Benar-benar membuatku ingin mencungkil matanya...
- Tentang Meniru Orang Lain
- Paimon: Ugh, Paimon bosan sekali... rasanya tidak ada stamina nih... Pengembara: Yah, berhubung kita sedang bosan, mau meniru Knight untuk bersenang-senang? Paimon: Eh? Bukankah begitu agak tidak sopan? Pengembara: Haha, bagus, kamu bahkan telah menguasai karakter "kerendahan hati dan kesopanan" para Knight. Paimon: Hei! Kamu sudah memulainya ya?!
- Tentang Keberuntungan Mengundi
- Paimon: *krucuk* Pengembara: Hmm? Apakah ada merpati di sekitar kita? Paimon: Tidak, itu bunyi Paimon sedang lapar. Paimon: Hmm... Apa yang dibutuhkan Paimon sekarang adalah seorang pengembara yang bisa memberiku beberapa Sticky Honey Roast yang lezat. Paimon: Jadi siapakah pengembara yang beruntung ini?
- Tentang Dekrit Perburuan Vision
- Paimon: Sulit sekali bicara tentang kejadian yang belakangan terjadi di Inazuma tanpa menyebut Dekrit Perburuan Vision. Paimon: Tapi kamu tidak ada Vision, jadi kamu tidak perlu khawatir. Paimon: Tapi di sisi lain, kalau kamu tertangkap Tenryou Commission, kamu juga tidak dapat menyerahkan Vision untuk ditukarkan dengan nyawamu... Pengembara: Aku bisa bilang ke mereka kalau Paimon adalah Visionku. Paimon: Hehe... Satu manfaat lain lagi yang didapat karena punya Paimon... Tunggu, APAAAA!? Pengembara: Tenang saja, aku tidak akan membiarkan mereka mengambilmu, Paimon. Paimon: Bagus kalau begitu. Pengembara: Jadi kita bisa masuk penjara dan mendapat hukuman bersama... Paimon: Uh... Ka-kalau akan berakhir seperti itu, lebih baik kamu serahkan Paimon kepada mereka... Paimon: ...Tunggu! Makanya kita dari awal juga jangan sampai tertangkap dong, masalahnya selesai kan?!
- Tentang Pasukan Pemberontak
- Paimon: Hanya orang yang bertekad untuk melawan yang dapat masuk ke pasukan pemberontak! Paimon: Kalau begitu, Paimon juga lolos persyaratan menjadi anggota pasukan pemberontak. Pengembara: Apa tepatnya yang mau kamu lawan, Paimon? Paimon: Paimon selama ini terus melawan nasib ditindas! Pengembara: Kalau begitu kamu mungkin tidak akan bisa masuk. Paimon: Kenapa? Karena alasan perlawanan Paimon tidak sama dengan pasukan pemberontak? Pengembara: Karena perlawananmu hanya akan sia-sia saja... Paimon: *hik* Ke-keterlaluan!
- Tentang Kamuijima Cannon
- Paimon: Kamuijima Can? Kamuijima Cap? Kamuijima Cat? Ugh... sebutan yang rumit. Pengembara: Kamu baca apa, Paimon? Paimon: Lihat, ini adalah senjata super yang dibangun Pasukan Shogunate di sekitar untuk melindungi Tatarasuna. Paimon: Kamuijima Cannon! Pengembara: Sepertinya kekuatannya sangat luar biasa... Tapi kita sepertinya tidak melihat apa pun saat di Tatarasuna. Paimon: Sepertinya pasukan pemberontak tahu kekuatan senjata itu, jadi sebelum benar-benar berperang dengan Shogunate, mereka sudah menyergap dan menguasai tempat ini. Paimon: Tapi Kamuijima... Kamuijima Cannon ini memerlukan amunisi khusus atau elemen Electro agar bisa digerakkan. Jadi senjata ini tidak bisa digunakan para pasukan pemberontak. Paimon: Pasukan Shogunate sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membuat senjata ini... Paimon benar-benar ingin melihat seberapa besar kekuatannya. Pengembara: Kalau kamu butuh elemen Electro, aku bisa membantu. Paimon: Benar juga! Jadi kita sekarang hanya perlu sesuatu yang bisa dijadikan peluru meriamnya... Paimon: Hah? Kenapa kamu melihatku seperti itu? Hei—
- Tentang Taroumaru
- Paimon: Kamu tahu tidak? Waktu kita pertama kali tiba di Komore Teahouse, Paimon benar-benar kira Taroumaru bisa berbicara... Pengembara: Kedengarannya kamu sedikit kecewa. Paimon: Ya pasti dong! Kalau Taroumaru bisa berbicara, Paimon rasa dia akan mengatakan sesuatu yang hebat! Pengembara: Contohnya seperti? Paimon: Hmm... "Thoma, jangan bersembunyi di sekitar sini. Kamu sudah menghalangiku. *guk*" Pengembara: Huh, masuk akal juga. Paimon: Atau... "Kozue, kamu akan terikat denganku sepanjang hidupmu, terkecuali kalau kontrak kita berakhir! *guk, guk*" Pengembara: Kamu percaya perkataan Kozue tentang dia yang sudah tandatangani kontrak misterius yang memaksanya kerja paruh waktu di kedai? Paimon: Oh! Paimon baru terpikirkan satu contoh lagi! Yang ini lumayan— Paimon: "Lihat tamu yang satu ini! Paimon namanya! Lihat betapa lucu dan pintarnya dia! Hari ini semua pesanan makanan dia digratiskan! *guk*" Pengembara: Taroumaru tidak mungkin akan berkata seperti itu. Paimon: Hehehe...
- Tentang Gorou
- Paimon: Hmm... Pengembara: Kamu sedang khawatirkan apa? Paimon: Pengembara, kamu ingat telinga Gorou yang berbulu tidak? Paimon: Paimon juga mau telinga seperti itu... atau mungkin tanduk seperti punya Ganyu. Tanduk Ganyu sangat lucu. Paimon: Pengembara, kamu punya solusinya tidak? Pengembara: Coba kucari. Hmm... Oh, sudah kutemukan! Paimon: Benarkah? Pengembara, Paimon tahu kamu memang bisa diandalkan! Pengembara: Ta-da! Kuhadiahkan kamu Tusk of Monoceros Caeli! Paimon: Paimon enggak mau itu! Paimon: *huff* Kalau Paimon tidak bisa punya telinga berbulu Gorou, setidaknya Paimon mau punya sesuatu seperti ekornya yang berbulu... Pengembara: Bubadada! Ini dia — Tail of Boreas! Paimon: ...Enggak mau ini! Lagi pula, kalau dua benda itu disatukan, penampilan Paimon pasti aneh!
- Tentang Menerbitkan Novel
- Paimon: Inazuma ternyata punya penerbit novel sehebat Yae Publishing House! Paimon: Mereka bahkan mengadakan kompetisi! Wow! Pengembara: Kalau begitu, kamu mungkin bisa menyerahkan naskah "Kebahagiaan Paimon" yang sedang kamu tulis. Paimon: O-ke, tentang naskah itu... naskahnya tidak sengaja hilang gara-gara Paimon pas perjalanan kita ke Inazuma... Pengembara: ...Benarkah? (Menatap tajam) Paimon: Iya, iya! Paimon ngaku deh, Paimon belum nulis sedikit pun. Paimon: Ini bukan salah Paimon! Paimon sudah berniat menulisnya tiga hari lalu, tapi pena punya Paimon rusak. Terus kemarin lusa, tangan Paimon kram. Kemarin kaki Paimon yang kram. Hari ini... Paimon... Hmmm... Paimon lapar! Pengembara: Hehe, kedengarannya kamu bisa lebih cepat menyelesaikan tulisan "Seribu Alasan Paimon" daripada "Kebahagiaan Paimon".
- Tentang Kaedehara Kazuha
- Paimon: Kazuha sangat suka kebebasan yah, iya enggak?... Pengembara: Ya, dia kadang terlihat sedikit kesepian juga. Paimon: Pergi menjelajahi dunia sambil menikmati semua keindahan yang ada di sekitarnya. Kedengarannya asyik sekali... Paimon: Pengembara, kamu enggak berpikir untuk diam-diam bertualang sendirian, kan? Pengembara: Aku tidak akan meninggalkanmu, Paimon. Paimon: Paimon senang deh dengernya. Hehehe, ambil ini... Pengembara: [Pengeluaran Makanan Bulanan]... 300.000 Mora!? Paimon: Hei! Tunggu! Pengembara, kamu ke mana? Pengembara: Aku tiba-tiba ingin bertualang sendirian. Kurasa itu bukan ide yang buruk. Paimon: Jangan kabur! Tunggu Paimon—
- Tentang Kamisato Ayaka
- Paimon: Hmmm... Pengembara: Paimon, kamu terlihat serius sekali hari ini. Paimon: Ya, soalnya Paimon lagi mikir tentang hal yang serius. Paimon: Paimon dulu selalu iri dengan orang-orang kaya dan berasal dari keluarga yang berpengaruh. Mereka punya Mora yang tak terbatas dan segudang makanan lezat buat dimakan... Pengembara: Aku setuju dengan itu. Hal-hal itu kan memang hal yang kamu mau. Paimon: Tapi setelah kenal sama Ayaka lebih dekat, Paimon sadar kalau nona muda dari keluarga terhormat juga punya kesulitannya sendiri. Paimon: Dia harus memikul tugas dan tanggung jawab klannya. Dia kerja begitu keras dan tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Paimon: Ayaka pasti capek banget, dia harusnya mencoba buat santai sedikit... Paimon: Oh ya! Kita undang saja Ayaka ke festival selanjutnya! Paimon: Kalau dia diundang kita, dia enggak mungkin nolak. Pengembara: Ya, aku mau pergi ke festival selanjutnya bersamanya. Paimon: Lagian, kalau Ayaka ikut, dia kan bisa bayarin tagihan kita... Pengembara: ...Tuh kan ada udang di balik batu...
- Tentang Meniru Ayaka
- Paimon: Apa pun yang dilakukannya, Ayaka selalu menebarkan pesona keanggunannya. Pengembara: Bisakah kamu meniru Ayaka, Paimon? Paimon: Hmm... Paimon coba deh. Paimon: "Oh, kamu rajin sekali memetik Mushroom hanya untuk membuatkan Chicken-Mushroom Skewer untukku?" Paimon: "Manis sekali perbuatanmu..." Pengembara: Tidak mirip Ayaka sama sekali. Tapi... Pengembara: Meskipun kata-katanya tidak terdengar seperti Paimon, minimal ya tidak sampai terlalu aneh sih...
- Tentang Tradisi Perayaan
- Paimon: Sudah jadi tradisi kalau orang-orang akan memakai topeng di perayaan-perayaan Inazuma. Paimon: Paimon sudah nyoba nyari topeng di berbagai kedai, tapi enggak ada yang ukurannya pas buat Paimon... Pengembara: Kamu mau punya topeng buat kamu pakai sendiri? Paimon: Ya iya dong! Enggak pakai topeng selama festival Inazuma rasanya kayak enggak dapat buket bunga di Festival Windblume... Pengembara: Ya sudah akan kubuatkan untukmu. Paimon: Waw! Pengembara, kamu memang yang terbaik! Pengembara: Hmmm, topeng apa yang cocok untukmu ya? Bagaimana kalau Topeng Slime? Paimon: Hore! Slime Paimon!
- Tentang Yoimiya
- Paimon: Menurutmu, apa pendengaran ayah Yoimiya yang menjadi berkurang ada kaitannya sama kembang api? Paimon: Dia sudah membuat kembang api dan mengetesnya bertahun-tahun sampai sekarang, dia juga sering mendengar ledakan mesiu setiap hari... Paimon rasa itu sih penyebabnya... Paimon: Ihhh! Yoimiya kan juga nerusin bisnis keluarganya, masa sih nanti pendengarannya di masa depan juga bakal berkurang kayak ayahnya? Paimon: Paimon enggak akan membiarkan hal itu terjadi! Ayo kita pikirkan cara nolong dia! Pengembara: Kamu punya saran apa nih, Paimon? Paimon: Uh... Hmm... Paimon: Uh, gimana kalau Paimon terus ngikutin ke mana Yoimiya pergi dan Paimon bantuin buat nutup telinganya kalau diperlukan? Pengembara: Berarti kamu akan meninggalkan aku dong. Paimon: Oh... Tanpa Paimon, kamu akan kehilangan pemandu. Paimon enggak akan ninggalin kamu kayak gitu! Paimon: Tapi... apa yang harus kita lakukan untuk Yoimiya ya? Pengembara: Sebenarnya dia bisa memakai penyumbat telinga waktu sedang membuat kembang api. Paimon: Oh, benar juga! Paimon enggak kepikiran cara itu! Kamu pintar sekali! Pengembara: Hehe... Sebenarnya aku sudah terpikirkan cara itu sejak awal, tapi aku mau memberikanmu kesempatan untuk berlatih memutar otak. Paimon: Eh? Jadi kamu sudah tahu dari awal, tapi sengaja enggak ngasih tahu Paimon? Paimon: Bisa-bisanya kamu! Dasar tukang tindas!
- Tentang Kekhawatiran Sayu
- Paimon: Sayu sepertinya sedang banyak pikiran. Paimon: Paimon tidak mengerti kenapa dia punya banyak hal yang dikhawatirkan. Pengembara: Kurasa inilah yang disebut dengan bertambah dewasa. Paimon: Hmm, Paimon juga tidak ngerti tentang itu. Paimon: Yah, memang Paimon jarang khawatir sih. Pengembara: Hmmm... Pengembara: Gawat! Mora kita hampir habis! Sepertinya kita harus hemat habis-habisan untuk beberapa hari... Paimon: A-apa? TIDAKKK! Pengembara: Tuh, lihat kan? Kamu jadi khawatir sekarang. Paimon: Kenapa kamu menjahiliku seperti itu sih...
- Tentang Onikabuto
- Paimon: Serangga Onikabuto itu mengerikan sekali! Pola di punggungnya... hiiiy! Pengembara: Maksudmu pola punggung yang seperti iblis itu? Polanya seperti itu karena mereka tidak suka bertarung, jadi mereka sengaja membuat pola seperti itu untuk menakuti musuh. Paimon: Pintar sekali ya! Kita seharusnya belajar sedikit dari mereka! Paimon: Kita bisa pinjam topeng Xiao. Kalau Hilichurl melihat kamu pakai topeng itu, mereka akan lari ketakutan tidak, ya? Pengembara: Uh... Kurasa Xiao tidak akan mau... Paimon: Yah... Gimana kalau kita minta Sayu membantu kita buat mencuri topeng Xiao? Paimon: Dia bisa ninjutsu yang membuatnya tidak terlihat di udara. Dia pasti bisa mencurinya! Selesai deh masalahnya! Paimon: Uh... Kalau takut Xiao marah sama kita, gimana kalau kita curi topeng Childe saja? Kita kan sudah mengalahkannya berkali-kali sebelumnya! Pengembara: Kurasa mencuri barang orang lain bukan hal yang bagus. Dan lagi, gimana kalau Sayu tidak mau melakukannya? Paimon: Ka-kalau begitu, kita kunjungi Albedo dulu. Paimon: Kalau Albedo bisa membuat ramuan peninggi badan untuk Sayu, Sayu pasti mau membantu kita! Pengembara: Jenius! Jadi sekarang gimana caranya agar Albedo mau membantu kita? Paimon: Ugh! Kepala Paimon rasanya mau meledak gara-gara mikirin hal ini terus. Kita beli topeng di festival saja deh.
- Tentang Naku Weed
- Paimon: Meskipun Naku Weed berbentuk seperti bunga, tapi kelopaknya sebenarnya adalah daun. Paimon: Daun-daun sederhana itu bekerja sangat keras untuk menumbuhkan dan melindungi bunga yang rapuh... Paimon: Hehehe, sama seperti Paimon melindungimu. Pengembara: Sama seperti kamu? Oh, apa Naku Weed bisa dimakan juga? Paimon: Ya, bisa! ...Tunggu? Apa maksudmu?
- Tentang Naku Weed dan Petir
- Paimon: Kamu tahu tidak? Orang-orang Inazuma sering melihat getaran Naku Weed untuk memprediksi hujan petir. Paimon: Karena Naku Weed tumbuh di area berelemen Electro, Naku Weed secara alami merespons kuat pada guntur dan kilat. Pengembara: Berarti Naku Weed mirip denganmu dong, Paimon? Paimon: Eh? Kok bisa? Pengembara: Kamu kan biasanya berseliweran di area yang memiliki makanan enak, jadi kamu secara alami dapat merespons kuat pada makanan enak! Paimon: Hehehe, benar juga! Pengembara: Radar Paimon sudah aktif... Paimon: *bip bip* Ayo kita lacak makanan enak!
- Tentang Sakura Bloom
- Paimon: Bunga-bunga yang jatuh dari Sacred Sakura sangat memesona! Paimon: Paimon dengar kelopak bunganya bisa bertahan lama di udara karena pengaruh kekuatan Electro. Pengembara: Jadi Paimon juga menggunakan prinsip ini agar bisa terbang di udara? Paimon: Uh... Ah... Itu karena... Pengembara: Kamu tahu prinsip yang membuatmu bisa terbang, kan? Paimon: Paimon bisa terbang karena... kekuatan misterius, tentu saja! Pengembara: Aku mengerti. Sepertinya kamu tidak tahu apa-apa. Pengembara: Bagaimana kalau kita biarkan Albedo untuk menelitinya? Dia sangat ahli dalam meneliti misteri seperti itu... Paimon: Jangan, tolong!!
- Tentang Lavender Melon
- Paimon: Lavender Melon benar-benar banyak manfaatnya! Paimon: Dagingnya bisa dimakan, dan kulitnya bisa diproses menjadi bahan pewarna. Pengembara: Paimon juga banyak manfaatnya! Pengembara: Dia bisa jadi pemanduku, dan dia juga bisa memberi julukan jelek pada orang-orang. Paimon: Yap! Terima kasih untuk pengakuanmu! Paimon: Tunggu, jangan-jangan ada udang di balik batu ya? Kamu mau katakan apa lagi tentang Paimon? Paimon: Paimon akan bungkam mulutmu agar kamu tidak mengatakannya!
- Tentang Pedang
- Paimon: Pengembara, kamu sadar tidak? Paimon: Sedikit sekali orang-orang yang mengenakan pedang di pinggangnya. Sebagian besar prajuritnya juga menggunakan tombak. Paimon: Apa pedang itu adalah simbol status tertentu? Kita mau mengenakannya juga, tidak? Paimon: Tapi pedang tempat ini terlalu besar untuk Paimon... Tidak ada cara lain lagi, kita harus mencari pandai besi untuk membuatkan pedang khusus untukku! Pengembara: Pedang yang dibuat khusus perlu banyak Mora loh. Paimon: Jadi maksudmu, Mora lebih penting daripada kebutuhan partner tercintamu ini? Pengembara: ...Sebenarnya aku sudah menyiapkannya untukmu, Paimon. Paimon: Benarkah? Benarkah? Coba Paimon lihat! Paimon: Hei! Ini kan pisau yang kita gunakan untuk memotong buah! Pengembara: Ya, setidaknya ukurannya sangat cocok untukmu... Pengembara: Ahem, "Yang penting bukanlah nilai dari pedang, tapi semangat juangnya." Paimon: Usaha yang bagus, tapi tak peduli seberapa keren pepatahnya, Paimon tidak akan teperdaya lagi!
- Tentang Pemandian Air Panas
- Paimon: Kamu tahu tidak, ada pemandian air panas di Inazuma? Pengembara: ...Tapi Inazuma tidak punya gunung berapi. Paimon: Hmm, Paimon dengar, panasnya berasal dari sebuah tungku raksasa! Paimon: Kalau ada kesempatan, Paimon juga mau pergi ke pemandian air panas. Tapi sayang, sepertinya hanya orang-orang besar saja yang boleh masuk. Pengembara: Hmmm... Pengembara: Yuk, kita pergi ke Dadaupa Gorge di Mondstadt! Paimon: Eh? Kok tiba-tiba? Pengembara: Di Dadaupa Gorge, ada banyak hilichurl yang menggunakan kuali besar yang dipanaskan dengan Flaming Flower. Seharusnya mirip dengan pemandian air panas, kan? Kamu bisa mandi di... sup mereka? Paimon: ???
- Tentang Jugemu
- Paimon: Di Inazuma, sudah menjadi kebiasaan bagi orang tua untuk memilih nama keberuntungan untuk anak mereka. Pengembara: Nama-nama itu melambangkan harapan dan keinginan orang tua untuk anaknya, seperti kemakmuran, kekayaan, kesehatan, dan keselamatan. Paimon: Karena harapan ini, orang tua sering memilih nama yang terlalu panjang, dan menjejalkan segala macam berkat ke dalamnya. Pengembara: Jadi suatu hari, ada seorang gadis kecil jatuh ke danau dalam perjalanan pulangnya. Teman-temannya bergegas ke rumahnya dan memberi tahu semua orang, "Sesuatu yang buruk telah terjadi!" Paimon: "Apa yang terjadi?" Pengembara: Ozvaldo Hrafnavins, Prinzessin der Verurteilung Fischl von Luftschloss Narfidort, cepat datang! Centennial Genius Astrologist Mona Megistus jatuh ke dalam air! Paimon: ...Kalau Mona jatuh ke dalam air, rasanya tidak seperti situasi yang genting. Pengembara: Tepat sekali. Mona yang berenang dengan cepat akan pulang ke rumah bersamaan dengan saat teman-temannya selesai menyebut namanya. Haha.
- Tentang Pulau-Pulau Inazuma
- Paimon: Pemandangan Inazuma sangat berbeda dengan pemandangan-pemandangan yang pernah kita lihat. Pengembara: Ya, Inazuma adalah negara kepulauan. Paimon: Sebelum perahu ditemukan, bagaimana orang-orang yang tinggal di pulau yang berbeda berkomunikasi satu sama lain? Pengembara: Kata ayah Yoimiya, mereka menggunakan sinyal asap untuk mengirimkan informasi. Pengembara: Atau, mereka bisa... Paimon: Bisa apa...? Pengembara: Mereka akan menugaskan orang-orang yang bisa membekukan permukaan air untuk melakukan perjalanan antar pulau dan menyampaikan pesan. Paimon: Wah, kalau Kaeya hidup di Inazuma pada masa itu, dia pasti akan lebih sibuk dari Master Jean!
- Tentang Tanuki
- Paimon: Tanuki benar-benar makhluk misterius. Pengembara: Mereka sangat lucu. Paimon: Sayangnya, mereka bisa berbicara bahasa manusia. Pengembara: Hmm... aku jadi penasaran. Kalau kamu tidak bisa berbicara, apa kamu akan menjadi lebih misterius dan bermartabat? Paimon: Kamu lagi meledekku ya? Pengembara: *bersenandung seakan tidak tahu apa yang sedang terjadi*
- Tentang Tanuki dan Ilusinya
- Paimon: Kamu tahu tentang monster bernama tanuki di Inazuma, yang bisa berubah bentuk menjadi manusia apa pun? Pengembara: Aku pernah mendengar rumornya. Mereka pasti menguasai beberapa teknik transformasi misterius. Paimon: Bagaimana kalau suatu hari ada tanuki yang menipumu dengan berubah menjadi Paimon? Oh tidak, Paimon jadi takut! Pengembara: Jangan cemas, aku pasti dapat membedakannya— Tunggu! Kamu hanya mencemaskan Mora-ku kan? Paimon: Tentu... Ah! Bu-bukan! Paimon hanya mencemaskan keselamatanmu, Pengembara! Paimon: Hmph, jangan lihat Paimon seperti itu. *cemberut* Ayo pikirkan solusinya dong! Kalau ada dua Paimon, bagaimana kamu bisa tahu mana yang asli? Pengembara: ...Eh-he. Paimon: Apa maksudmu "eh-he"?!? Pengembara:: Tuh, lihat kan? Hanya Paimon asli yang akan merespons seperti itu. Paimon: Ah! Paimon ditipu lagi...
- Tentang Kuil Lain
- Paimon: Kita sudah melihat begitu banyak kuil-kuil kecil, tapi sepertinya tidak ada yang menyembah Archon Electro. Pengembara: Kuil-kuil itu mungkin dibangun untuk dewa yang tingkatannya lebih rendah. Orang-orang Inazuma percaya kalau segala sesuatu di sekitar mereka memiliki roh, dan roh-roh itu akan membantu mereka saat dibutuhkan. Paimon: Oh, jadi orang-orang membangun kuil untuk mereka dan memberikan mereka persembahan. Pengembara: Ya. Bisa dibilang merupakan bentuk doa dan tanda terima kasih orang-orang. Paimon: Paimon mengerti sekarang! Ayo kita cari Ayaka dan minta dia bangun kuil untuk kita! Paimon: Dengan begitu, kita bisa dapat banyak persembahan gratis! Paimon: Senangnya~ Pengembara: Hehe. Uh... Apa boleh begitu? Paimon: Memang salah ya? Bukankah kita sudah membantu orang-orang sepanjang waktu? Bantuan kita mungkin jauh lebih baik dari dewa-dewa itu! Pengembara: Kamu benar... Pengembara: Tapi setiap aku membayangkan orang-orang meletakkan bunga atau buah di depan kuil untukku, rasanya ada yang salah...
- Tentang Hujan di Pulau Yashiori
- Pengembara: Hujan di Pulau Yashiori tidak pernah berhenti. Kudengar itu terjadi karena aura "Tatarigami". Paimon: "Aura Tatarigami?" Apa itu? Kedengarannya seram. Pengembara: Aura Tatarigami berasal dari sisa-sisa tubuh dewa jahat yang terkubur di suatu tempat di pulau. Kekuatannya belum sirna sepenuhnya, sehingga sisa-sisa kekuatannya menyebabkan banyak malapetaka. Itulah yang kumaksud dengan "aura jahat". Paimon: Oh, masuk akal. Tapi Paimon tidak merasa hujan adalah hal yang buruk. Paimon: Mungkin saja para dewa menangis sepanjang waktu karena merasa teraniaya. Pengembara: Menangis? Kurasa para dewa tidak akan menangis. Lihat saja Venti dan Zhongli, aku tidak pernah melihat mereka menangis. Paimon: Mereka itu pengecualian! Kalau kamu mencubitku, kamu akan melihat seorang dewa yang menangis. Pengembara: Hmm? Kamu dewa? Paimon: Iya dong, Paimon itu dewa tahu! Pengembara: Oke, coba kutebak... Dewa dengan pertanyaan bodoh y ang bisa terbang? Dewa Slime? Atau dewa yang dipancing keluar dari air? Paimon: Paimon bukan dewa seperti itu! Hmph! Paimon: Pengembara, sebagai pengawalmu, Paimon adalah dewa pelindung!
- Tentang Kantor Detektif Bantan Sango
- Pengembara: Di Hanamizaka ada tempat yang bernama Kantor Detektif Bantan Sango. Paimon: Paimon ingat. Kantor itu dioperasikan Sango dan Ryuuji kan? Reputasi mereka sangat bagus. Pengembara: Uh, kudengar mereka sering terlibat dalam insiden-insiden aneh, dan beberapa tempat sudah melarang mereka masuk... Paimon: Paimon rasa mereka tidak seharusnya menerima perlakuan seperti itu. Sango dan Ryuuji kan sudah menolong banyak orang... Pengembara: Kalau kamu mengadakan pesta makan malam, maukah kamu mengundang mereka? Pengembara: Bagaimana kalau saat sedang asik makan, salah satu tamu tiba-tiba menjerit dan terjatuh ke tanah... Paimon: Ka-kalau begitu yang Paimon bilang tadi, Paimon batalkan deh. Paimon tiba-tiba merasa kalau bergaul dengan mereka akan berbahaya... Pengembara: Nah, itulah harga yang harus kamu bayar untuk menjadi detektif terkenal.
- Tentang Ramalan
- Paimon: Oh ya, Pengembara, kamu pernah meramal pakai slip keberuntungan di kuil belum? Paimon: Kalau kita menarik slip keberuntungan sebelum bertualang, mungkin kita bisa dapat pencerahan, loh! Pengembara: Hmm, tapi kalau dapat hasil "Sial" atau "Sangat Sial" bagaimana? Kalau dapat begitu, nanti suasana hati kita rusak sendiri .... Paimon: Enggak apa-apa kok, kata miko di kuil, kamu tinggal gantung saja Slip Sial-nya di Gantungan Slip Keberuntungan .... Paimon: Jadi kamu bisa ambil terus stiknya sampai dapat yang "Sangat Beruntung"! Terus slip-slip lainnya kamu gantung deh di Gantungan Slip Keberuntungan! Pengembara: Kalau semua orang melakukan hal itu, gantungannya pasti sudah penuh ....
- Tentang Musou no Hitotachi
- Paimon: Musou no Hitotachi keren banget deh! Paimon: Cukup satu tebasan saja, musuh seperti apa pun langsung tak berkutik! Pengembara: Hmm... Tapi kalau Childe, mungkin butuh tiga tebasan .... Paimon: Be-benar! Paimon: Yang pasti kalau kamu mempelajarinya, Paimon tidak perlu mencemaskanmu lagi di perjalanan kita seterusnya! Pengembara: Kalau begitu, kita bisa belajar dari mana? Paimon: Benar juga, belajar dari mana ya? Pengembara: Hm? Paimon: Jangan lihat Paimon seperti itu ah! Ya-Ya sudah deh, Paimon akan terus menjagamu di perjalanan kita ....
- Tentang Sangonomiya Kokomi
- Paimon: Pengembara, kamu tahu enggak? Sangonomiya Kokomi itu Pemimpin Suci dari Pulau Watatsumi, loh! Paimon: Berarti dia itu pemimpin Pulau Watatsumi! Dia yang mengontrol seluruh Pulau Watatsumi! Paimon: *huff* Paimon juga ingin jadi orang penting seperti itu .... Pengembara: Terus kalau sudah jadi orang penting, kamu mau apa? Paimon: Terus Paimon bisa menegakkan keadilan. Misalnya .... Ehem. Paimon: Siang tadi saat ada tiga Tricolor Dango, tersangka Pengembara memakan dua Tricolor Dango dan hanya membagi satu Tricolor Dango untuk korban, Paimon. Ini adalah pelanggaran keras Undang-Undang Paimon Pasal 37 mengenai "Keadilan dan Kebenaran"! Pengembara: Oh, kalau begitu bagaimana cara Yang Mulia Hakim Paimon mengatasi masalah ini? Paimon: Tentu saja kamu harus menebus kesalahanmu, dengan memberikan lebih banyak Tricolor Dango buat Paimon! Hehehe!
- Tentang Kefanaan
- Paimon: Kira-kira seperti apa ya sosok Shogun generasi sebelumnya? Pengembara: Sepertinya dia adalah orang yang memahami bahwa hidup ini sementara saja, dia juga menerima kenyataan kalau suatu hari dia akan pergi dari dunia ini. Paimon: Benar! Kalau kita tahu betapa rapuhnya apa yang kita punya saat ini, kita pasti bisa lebih menghargainya. Pengembara: Mungkin hal itu juga yang membuat Inazuma indah. Hidup ini hanya sementara saja, orang-orang datang dan pergi. Keseruan yang kita alami, teman-teman yang bersama kita, makanan lezat yang kita cicipi, semua hal dan pengalaman ini benar-benar nyata, bukan sesuatu yang hampa. Paimon: Me-memang sih cepat lambat semua akan berakhir, tapi Paimon harap bisa berlangsung sedikit lebih lama. Pengembara: "Embun pagi dan mimpi yang jernih, segala hal yang fana dan sementara, seandainya dilewati bersama dirimu, niscaya semua akan menjadi abadi." Paimon: Paimon tidak mengerti ah! Pengembara: Maksudnya... aku senang sekali bisa bertualang denganmu, Paimon. Pasti seru kalau bisa seperti ini terus. Paimon: Paimon pegang kata-katamu ya, hehe.
- Tentang Miko
- AetherPaimon: Pakaian yang dipakai miko unik juga ya. Pengembara: Dengar-dengar setelah Dekrit Sakoku berakhir, Yae Miko berencana menyewakan seragam Miko untuk turis-turis di berbagai tempat. Kita gabungkan dengan Kamera terbaru dari Fontaine, sepertinya bisnis yang sangat menguntungkan!. Paimon: Oh! Pengembara: Waktu itu Miko di kuil juga sempat menanyakanku — apa aku kenal gadis cantik yang bisa jadi model untuk promosinya? Tugasnya cukup mengenakan seragam miko dan tersenyum ke kamera saja. Kalau tidak, aku juga bisa — wajahku cukup dirias saja nanti. Paimon: Hei! Pengembara: Waktu dengar ide ini, aku langsung menceritakannya pada Rosaria. Kurasa Church of Favonius juga bisa pakai ide seperti ini dengan seragam mereka. Paimon: Tunggu duluuu...! Pengembara: Tapi sayang, Rosaria bilang terlalu merepotkan. Paimon: Mungkin ini demi kebaikan semua orang....
- LuminePaimon: Pakaian yang dipakai miko unik juga ya. Pengembara: Dengar-dengar setelah Dekrit Sakoku berakhir, Yae Miko berencana menyewakan seragam Miko untuk turis-turis di berbagai tempat. Kita gabungkan dengan Kamera terbaru dari Fontaine, sepertinya bisnis yang sangat menguntungkan!. Paimon: Oh! Pengembara: Waktu itu Miko di kuil juga sempat menanyakanku — apa aku tertarik jadi model promosinya, hanya perlu pakai seragam miko dan tersenyum ke kamera saja. Atau aku ada kenalan gadis cantik lainnya? Paimon: Hei! Pengembara: Waktu dengar ide ini, aku langsung menceritakannya pada Rosaria. Kurasa Church of Favonius juga bisa pakai ide seperti ini dengan seragam mereka. Paimon: Tunggu duluuu...! Pengembara: Tapi sayang, Rosaria bilang terlalu merepotkan. Paimon: Mungkin ini demi kebaikan semua orang....
- Tentang Utamarou si Pelukis
- Paimon: Baru-baru ini Aoi kasih lukisan ke Paimon. Yah, meskipun lukisan enggak bisa dimakan, tapi Paimon senang sekali deh! Pengembara: Nona Aoi pemilik toko kelontong itu, maksudmu? Coba kulihat. Paimon: Nih, hati-hati ya. Ini karya dari pelukis terkenal Utamarou loh, jadi ini barang mahal! Pengembara: Utamarou? Hmm... kok sepertinya aku pernah dengar namanya ya .... Paimon: Ya iya lah, namanya juga Master Utamaro, karyanya pasti sudah ada di seluruh penjuru Inazuma! Paimon: Pasti waktu itu kamu melihatnya di rumah Ayaka, kan? Yang Paimon punya ini juga bagus kok. Pengembara: Oh iya, aku baru ingat! Bukannya waktu itu Yoimiya pakai lukisan sejenis ini untuk menyalakan api? Paimon: Hah? Menyalakan api? Pengembara: Iya, Thoma kalau tidak salah juga pernah pakai untuk tatakan kaki meja... Paimon: Apa? Tatakan kaki meja? Pengembara: Kalau tidak salah ingat, aku bahkan melihat Sayu menumpuk beberapa lembar buat bantal tidur siang. Paimon: Sayu punya beberapa lembar? Tidak mungkin ah .... Pengembara: Si Utamarou ini bukan pelukis terkenal deh. Mana mungkin sih mahakarya dibuat banyak begitu? Paimon: Hei...
- Tentang Teahouse dan Pemiliknya
- Paimon: Bisnis Komore Teahouse lancar ya, setiap hari tamunya banyak. Paimon: Pengembara, kalau ada kesempatan kita juga buka kedai teh yuk! Sepertinya bisnis semacam itu bisa untung banyak! Pengembara: Hmm, kalau suatu hari aku buka kedai, aku pasti akan pilih Paimon buat jadi bosnya. Paimon: Eh? Boleh! Paimon: Tak kusangka kamu percaya banget sama kemampuan Paimon ... Paimon pasti akan menjadi pengelola yang bertanggung jawab dan membuat kedai kita menjadi kedai teh paling keren seantero Teyvat! Pengembara: Uhh, sepertinya tidak perlu repot-repot mengurusnya ... Paimon ingat Taroumaru tidak? Paimon: Ingat dong! Pemilik Komore Teahouse, kan? Dengar-dengar para tamu datang bukan untuk minum teh, tapi untuk main dengannya. Pengembara: Jadi maksudku tadi, kalau Paimon yang jadi pemilik toko, kamu pasti lebih populer dari Taroumaru. Paimon: Hehehe, pasti dong ... Woi! Ternyata kamu bukan memuji kemampuan Paimon, tapi cuma mau bikin Paimon jadi maskot saja ya!
- Tentang Dekrit Sakoku
- Pengembara: Setelah Dekrit Perburuan Vision dihapuskan, kurasa selanjutnya Dekrit Sakoku juga akan dihapus .... Paimon: Semoga semuanya membaik deh. Pengembara: Ayo kita semangati semuanya agar bisa bertahan sedikit lagi. Paimon: Yap! Pengembara: Kalau ada kesempatan, ayo cari Atsuko dan beri tahu dia kalau pohon-pohon sakura di kampung halamannya sedang bermekaran. Paimon: Hah? Itu sih bukan menghibur namanya!
- Tentang Kimono ....
- Paimon: Ogura Mio bilang dia lagi enggak ada stok kimono mahal akhir-akhir ini. Punya uang juga percuma, tetap enggak bisa beli. Paimon: Bencana ya ... Padahal Paimon ingin kelihatan cantik kayak putri bangsawan. Pengembara: Tapi, Dekrit Sakoku sudah dicabut, kan. Harusnya sih sudah bisa impor barang dari Liyue lagi. Paimon: Ohh!!! Betul juga! Bagus! Masih ada harapan nih buat mimpi Paimon punya kimono! Paimon: Bayangin dulu deh ... Paimon keluar dari toko Ogura pakai kimono sutra murni yang lain dari yang lain. Transformasi total! Paimon jadi terkenal! Paimon: Paimon sudah bukan lagi sekadar peran pembantu di kisah legenda petualangan Pengembara ... Sambut, Paimon yang Elegan, sang pemakai sutra dan sahabat sejati para pahlawan! Paimon: Ahh ... kalau gitu keren kan? Paimon: Pengembara, setuju kan? Pengembara: Telingaku sih dengarnya ... kamu minta dibeliin baju baru. Paimon: Yes, kamu bisa baca pikiran Paimon! Kan "sahabat sejati" memang harusnya begitu! Paimon: Um, Paimon ingin punya tujuh macam model yang beda, buat satu minggu penuh. Jadi tiap hari bisa ganti. Aduh modelnya yang kayak gimana yah, Paimon masih belum kepikiran .... Pengembara: Uh, aku kok tiba-tiba jadi malas beli ya.
- Tentang Kapsul Pengetahuan
- Paimon: Enggak perlu baca buku tapi bisa tahu banyak hal?! Kapsul Pengetahuan memang luar biasa banget ya! Paimon: Paimon penasara apa Sumeru punya Kapsul Pengetahuan tentang adat istiadat dari tujuh bangsa .... Paimon: Kalau ada, Paimon bakal buka satu kapsul baru buat kamu setiap pergi ke tempat baru, jadi enggak perlu bicara panjang lebar lagi. Pengembara: Kalau begitu kita tidak perlu ke tempat baru, buka saja semuanya di Sumeru. Paimon: A-anu ... Tapi kan kita tetap harus harap-harap untuk perjalanan selanjutnya! Pengembara: Kemudian, aku tidak butuh Paimon sebagai pemandu lagi .... Paimon: Oke lupakan ide itu! Enggak usah beli Kapsul Pengetahuan lagi, ayo kita tabung Mora kita buat hal lain Paimon: Sisanya ... jadi tips buat Paimon saja! Hehe, Paimon memang pintar.
- Tentang Eremite
- Paimon: Eremite itu isinya benar-benar campur aduk ya .... Pengembara: Ini yang disebut keberagaman. Paimon: Hmmm ... Paimon ngerti sih yang kamu bicarakan, sifat Paimon kan beraneka ragam juga. Paimon: Ada Paimon yang suka menghakimi, Paimon super pintar, Paimon suka membantu .... Pengembara: Dan satu lagi tentunya, Paimon yang bengong dan enggak tahu apa-apa, seperti biasa.
- Tentang Keyakinan
- Paimon: Apa kamu sudah sadar? Orang Sumeru enggak begitu kelihatan percaya sama Lesser Lord Kusanali. Paimon: Semua orang di Liyue dan Inazuma sangat percaya pada Rex Lapis dan Yang Mulia Shogun. Paimon: Selain para pelajar aneh itu, bahkan penduduk yang tinggal di bawah sana cuma menceritakan tentang "Greater Lord Rukkhadevata" setiap hari. Pengembara: Iya, bahkan jamur yang lezat pun juga dianggap sebagai berkat dari Rukkhadevata. Paimon: Omong-omong, waktu kita di Liyue, juga ada banyak makanan. Katanya sih makanan-makanan itu sudah dapat pengakuan dan direkomendasikan sama Rex Lapis. Paimon: Paimon tahu! Asal bawa makanan yang enak, manusia pasti bakal suka Archon itu. Pengembara: Hehe, kalau nama mereka Paimon sih, iya. Paimon: Eh? Kalau gitu, apa yang Pengembara percayai? Pengembara: Aku tentu saja percaya pada Paimon. Paimon: Heehee, begitu dong!
- Tentang Tembok Samiel
- Paimon: Waktu pertama kali kita lihat Tembok Samiel, Paimon kaget banget loh ... Itu tuh kelihatannya kayak enggak ada ujungnya .... Pengembara: Ya kan itu memang dibangun untuk melindungi seluruh hutan hujan. Paimon: Terus itu tuh, tinggi banget gitu .... Paimon: Entah deh Pengembara bakal sanggup manjat sampai ke atas atau enggak. Pengembara: Aku juga tidak yakin sih ...? Eh tapi buat apa juga aku harus manjat? Paimon: Uh ... soalnya itu ada di situ? Pengembara: Hmmm, meski benar begitu ... Tidak. Paimon: Tembok Samiel itu ada di depan kita! Pengembara: Ya, ya aku paham. Tapi itu tuh terlalu— Paimon: Tapi itu beneran Tembok Samiel .... Pengembara: O-Oke, aku ke sana nih ya?
- Tentang Akasha Terminal
- Paimon: Semua peneliti Sumeru kelihatannya pakai Akasha Terminal deh ya, jadi mereka bisa dapat informasi dari sistem Akasha. Paimon: Mereka jadi kayak bawa ensiklopedia interaktif deh ke mana-mana. Paimon iri banget nih. Pengembara: Ya, kalau aku sih tidak iri. Kan aku punya ensiklopedia yang lebih bagus dan terus membuntuti aku ke mana-mana. Selain itu juga bisa kasih info lengkap dari "A" sampai "Z" tentang semua yang ada di Teyvat. Dan yang paling hebat, masih bisa diajak ngobrol pula! Paimon: Huh? Lagi muji nih ceritanya? Aww, hidung Paimon jadi mau terbang nih ... Sebenernya Paimon ya enggak sampai tahu gitu-gitu amat kayak ensiklopedia juga sih! Mentok-mentok juga "A" sampai "Y" lah. Pengembara: Ya, tapi kata aku sih ... sebenarnya berpeluang sampai "Z" juga asal makannya tidak kebanyakan. Paimon: Hei!!!
- Tentang nama Aranara
- Paimon: Arama, Arana, Araja, Arakavi ... Wuhhh, nama-namanya Aranara susah banget diingat deh .... Paimon: Satu-satunya yang Paimon yakin agak pasti itu awalan mereka semua pakai "Ara"! Pengembara: Betul. Dan kalau Paimon jadi Aranara, maka nama Paimon jadi "Arapaimon." Paimon: Yap! Dan kalau Pengembara namanya jadi .... Paimon: Hmm, sebenarnya, mereka pasti manggil nama Pengembara jadi .... Pengembara: Ya, kita semua adalah Nara buat mereka .... Paimon: Terus kalau ada salah satu dari mereka nama aslinya memang "Nara," jadi nanti dipanggilnya jadi apa dong? Pengembara: Mungkin ... "Nara Nara" kali ya. Lucu juga kedengarannya. Paimon: Hehe, iya.
- Tentang Masakan Aranara
- Paimon: Entah kenapa tapi makanan Aranara semuanya terasa ... bagaimana bilangnya ya ... terlalu "segar"? Paimon: Rasanya beda banget sama yang biasa kita makan. Pengembara: Ya, tapi semua bahan yang dipakai berkualitas tinggi. Paimon: Iya, benar sih. Tapi jamur dan buah-buahannya masih mentah, sampai rasanya bakal tumbuh di perut Paimon! Pengembara: Heh, kamu berlebihan ah. Tapi mungkin ada benarnya ya, kalau bahannya berkualitas, tidak perlu dimasak dengan cara yang rumit. Paimon: Paimon setuju. Kalau bahannya memang bagus, dimasak dengan cara yang simpel juga bakal jadi enak. Pengembara: Sama kayak Paimon, tinggal kasih garam dan lada, lalu— Paimon: Hei! Kita sudah bertualang sampai di Sumeru loh! Kayaknya bercandaan itu sudah basi ah!
- Tentang Jinni milik Dori
- Paimon: Bagaimana caranya Jinni bisa masuk ke dalam lampu punya Dori? Pengembara: Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya: Ayo Paimon, kamu masuk ke sana. Paimon: Enggak mungkin bisa lah! Enggak mungkin Paimon bisa muat masuk ke dalam sana! Pengembara: Oke, hmm ... kalau kamu mau, kamu bisa jadi Jinni di Serenitea Pot. Paimon: Oooh, ide bagus! Paimon mau coba! Pengembara: Kamu kelihatan semangat banget ya .... Paimon: Eh, iya dong! Paimon sudah lama mau coba! ...Poof! Apakah kamu yang memanggilku, wahai Pengembara dari negeri yang nun jauh di sana? Paimon: Ayolah, sekarang kamu harus kabulkan tiga permintaan Paimon! Permintaan pertama Paimon adalah ... bawakan Paimon banyak makanan lezat! Pengembara: Hei, bukan kamu yang harusnya bikin permohonan!
- Tentang Bimarstan
- Paimon: Wow, layanan kesehatan GRATIS ya di Sumeru? Pengembara: Memang kamu enggak enak badan, Paimon? Paimon: Ih enggak kok. Tapi makasih loh sudah perhatian. Paimon: Hehe ... Makan makanan jalanan di setiap sudut itu memang enak! Pengembara: Hehe, perutmu bakal kekenyangan tuh! Paimon: Kalau begitu, Paimon akan pergi ke dokter dan dikasih obat — gratis loh! Rugi kan kalau kita enggak ambil kesempatan ini? Pengembara: Tapi ... kayaknya pengobatannya juga bakal ada dietnya sih. Paimon: Hah?! Jadi enggak bisa makan enak lagi dong? Pengembara: Iya, terus dokternya pasti bakal kasih kamu obat yang pahit. Paimon: O—Oke ... Mungkin Paimon masih harus pikir-pikir lagi ....
- Tentang para Pelajar
- Paimon: Banyak orang di Sumeru mau jadi pelajar. Paimon: Termotivasi oleh ambisi ini, mereka jadi giat belajar untuk mencapai tujuan tersebut .... Paimon: Tapi Paimon berani taruhan deh kalau pelajar pertama yang pernah ada pasti tujuan awalnya bukan buat jadi pelajar .... Paimon: Hmm ... jadi menurutmu apa ambisi pelajar pertama? Pengembara: Mungkin ... mereka mau penelitiannya supaya cepat selesai. Paimon: Hah? Tapi bukannya tujuan utama pelajar itu untuk "mengejar ilmu tertinggi dan terbesar" atau semacamnya? Paimon: Paimon yakin itu pasti karena keinginan yang kuat untuk mengejar ilmu pengetahuan yang menjadikan mereka menjadi sarjana sejati pertama di Sumeru. Pengembara: Menulis makalah adalah caramu untuk mengejar ilmu. Paimon: Tapi bagaimana kalau itu adalah pengetahuan tertinggi dan terbesar dari semuanya .... Pengembara: Yah untuk membuktikannya kan tetap perlu nulis makalah. Pengembara: Dan setelah itu, masih harus mulai mengerjakan makalah lain untuk memvalidasi tesis aslinya .... Paimon: O—Oke, Paimon paham! Ayolah, jangan sedih begitu! Kan kamu enggak harus khawatir soal pusing tulis makalah! Paimon: ...Ka-Kamu belum pernah tulis makalah kan sebelumnya ...?
- Tentang Amurta
- Paimon: Aku mau kunjungi para pelajar Amurta! Pengembara: Hehe, sejak kapan Paimon jadi murid rajin? Paimon: Yah, Paimon dengar, penelitian pelajar Amurta semuanya tentang alam. Paimon: Yang berarti ... mereka pasti harus teliti hewan mana yang bisa dimakan, terus yang mana yang rasanya paling enak, dan ... yah, kurang lebih kayak gitu lah! Paimon: Paimon rasa pasti menarik banget kalau bisa bantu penelitian mereka. Pengembara: Dengan kata lain, Paimon lagi mau makan makanan organik yang lezat ya. Paimon: Bukan! Paimon benar-benar cuma rasa itu topik penelitian yang berarti banget dan mau bantu mereka kok! Pengembara: Hmmm ... Kalau memang begitu, aku rasa pelajar Amurta pasti lebih tertarik lagi untuk meneliti spesies dan pola perilaku Paimon. Paimon: Eh ... Sudah waktunya kan? Paimon tiba-tibat ingat kita masih punya masalah penting yang harus diurus!
- Tentang Sumpter Beast
- Paimon: Sumpter Beast lucu banget deh! Paimon suka cara orang-orang yang pelihara mereka kasih mereka nama khusus sesuai dengan ciri khas masing-masing! Pengembara: Dan mungkin saja, Sumpter Beast itu juga kasih kita masing-masing satu nama sebagai gantinya, siapa tahu? Paimon: Oh ya? Kalau gitu kira-kira mereka bakal kasih kita nama apa ya? Pengembara: (meniru suara Sumpter Beast) Paimon: Hei, gimana cara orang bisa ngerti sih! Pengembara: Terjemahan harafiahnya kurang lebih jadi .... Pengembara: "Monster dua kaki yang putih-putih, kerdil-kerdil, wangi-wangi, dan ribut-ribut." Pengembara: Dan tentu saja itu nama ilmiahnya. Paimon: Oh? Kalau nama umumnya apa dong? Pengembara: "Hewan Dua Kaki Berisik" Paimon: Hei! Kok cuma negatifnya aja sih yang disebutin!
- Tentang Darshan Ketujuh
- Paimon: Ada Enam Darshan di Sumeru. Paimon: Kayaknya menarik kalau Paimon punya Darshan sendiri juga! Paimon: Namanya ... Paimonologi! Pengembara: Kebijaksanaan kayak apa yang ada di Paimonologi? Paimon: Ummm ... Kebijaksanaan praktis buat kehidupan sehari-hari! Pengembara: Jadi pelajar Paimonologi itu mengkhususkan diri dalam seni masak Slime dengan ratusan cara yang berbeda, jangan biarkan satu Mora pun lepas dari genggamannya, kasih julukan yang jelek untuk orang-orang, dan sejenisnya ...? Paimon: Wah! Kamu bisa baca pikiran Paimon ya! Dan jangan lupa: "Cara Menjadi Pemandu Terbaik di Teyvat"! Paimon: Ini ide super bagus! Ayo, kita kirimkan pengajuan Darshan ke Akademiya! Mulai hari ini, Pengembara bakal jadi Grand Sage Paimonologi! Pengembara: Tolong, aku mau menolak saja ....
- Tentang Shroomboar
- Paimon: Kamu tahu tidak? Ada berbagai jenis Shroom-Kin aneh di Sumeru? Pengembara: Oh ya, dan menariknya, di dalam legenda, ada Forest Boar yang tidak bisa hidup tanpa jamur, dan kedua spesies ini perlahan-lahan membentuk hubungan simbiosis satu sama lain. Sekarang, mereka dikenal dengan "Shroomboar". Paimon: Wah! Itu mirip banget kayak kita! Paimon juga enggak bisa hidup tanpa Pengembara. Pengembara: Kalau Paimon tidak bisa hidup tanpa aku, berarti ... Aku jamurnya, dan Paimon itu .... Paimon: Boar-nya! Paimon: Eh ... Enggak gitu konsepnya ....
- Tentang Grand Bazaar
- Paimon: Penduduk di Grand Bazaar semuanya serba bisa ya! Paimon: Mereka jual rajutan, botol dan kaleng cantik, dan rempah-rempah yang bikin Paimon langsung lapar .... Paimon: Mereka juga jago nari dan nyanyi loh! Benar-benar bikin iri saja! Pengembara: Asal Paimon punya kemauan, pasti bisa belajar juga kok. Paimon: Eh? Benar? Pengembara: Kita ambil contoh menari, Paimon sudah punya kelebihan di depan. Pengembara: Minimal tidak akan jatuh tersandung kaki sendiri, atau menginjak kaki pasanganmu .... Paimon: Benar juga ya! Paimon jadi lupa bisa terbang itu enak banget! Paimon: Ayo! Kita jalan-jalan ke Grand Bazaar dan buat mereka semua iri sama Paimon! Pengembara: Lah, rupanya cuma mau pamer doang ya ....
- Tentang Meramal
- Paimon: Oh ya, orang Sumeru benar-benar suka ramalan ya. Paimon: Selain pelajar yang menguasai teknik meramal, orang normal di Sumeru bisa pakai kopi untuk meramal loh! Pengembara: Namanya saja sudah bangsa kebijaksanaan, rasa penasaran semua orang pasti sangat kuat kan. Paimon: Paimon dengar, mereka bisa ramal nasib seseorang dengan melihat bentuk yang muncul di bawah cangkir kopi setelah habis diminum .... Paimon: Ini jauh lebih mudah dari panjat-panjat ke atas menara dan amati bintang di malam hari deh! Pengembara: Paimon penasaran juga sama nasib sendiri? Paimon: Hemmm ... dibanding nasib, Paimon lebih penasaran sama rasa kopinya sih.
- Tentang "Purbiruni" dan "Pursina"
- Paimon: Khedive dan Anisa terus bahas soal "Purbiruni" ini dan "Pursina" itu deh .... Paimon: Kenapa sih semuanya ada kata "pur" di depannya? Pengembara: "Pur" berarti "penerus", juga berarti "murid" ... Jadi, dalam hal ini, mereka sedang membicarakan mereka sendiri sebagai penerus dan pelajar Grand Sage pada masa dulu. Paimon: Huh, jadi begitu ya artinya ... Dari cara mereka ngomong sih, Paimon yakin banget itu artinya sesuatu yang bikin bangga. Pengembara: Eh? Bukannya memang bikin bangga? Paimon: Yah, Paimon sih lebih mending dikenal jadi penemu ya dibandingkan punya nama yang "si ini dan itu adalah ayahku". Memalukan deh, kamu enggak merasa? Pengembara: Ummmm ... Harus diakui, aku belum pernah berpikir kayak begitu sih ....
- Tentang Tinggal untuk Belajar
- Paimon: Bukan cuma penduduk Sumeru lokal yang ada di Akademiya, yah. Ada murid dari bangsa lain juga. Paimon: Bayangin kamu harus tinggalkan kampung halamanmu dan bertualang ke bangsa yang jauh dan asing cuma untuk belajar ... Menginspirasi banget! Pengembara: Kita juga sering bertualang ke tempat asing kok. Paimon: Heh, benar juga ya! Berarti kita juga super menginspirasi dong! Pengembara: Bukan demi belajar, sih. Paimon: Oh ... Jadi kita masih kalah ya kalau dibandingkan sama mereka .... Paimon: Tapiii, gimana pun juga kita tahu tempat paling enak buat makan-makan di Sumeru, dan kita tahu siapa yang bisa diandalkan buat tolong kita! Itu juga termasuk pengetahuan kan? Pengembara: Yah, dan untuk sebagian orang, itu mungkin pengetahuan yang sangat berharga. Paimon: Keren! Jadi intinya kita tetap menginspirasi kayak mereka kan!
- Tentang Pohon Suci
- Paimon: Seluruh Kota Sumeru dibangun di atas pohon besar! Keren banget kan itu! Paimon: Kita sudah ketemu banyak pohon hebat dalam perjalanan kita kan? Ada tempat biasa di Windrise, Frostbearing Tree di Dragonspine, dan Sacred Sakura di Inazuma! Paimon: Pohon di Sumeru kayaknya enggak punya nama yang norak sih. Orang-orang cuma panggil Pohon Suci .... Pengembara: Kadang-kadang, hal-hal paling penting namanya jadi yang paling sederhana. Paimon: Iya? Hmmm ... mungkin benar sih. Nama panjang kan pasti repotin banget kalau harus diucapkan setiap hari. Paimon: Oh ya, orang-orang di kota cuma perlu ngomong "di bawah" terus semua orang tahu maksud mereka itu di bawah pohon. Paimon: Apa bahasanya ya? "Apalah arti sebuah nama"? Pengembara: Jadi, Paimon juga cuma sekadar nama dong? Paimon: Eh. Um ... begitulah. Eh, tunggu! Bukan! Paimon ya Paimon!
- Tentang Hubungan Antar Darshan
- Paimon: Jadi, Sumeru kan punya banyak banget pelajar dari Darshan yang berbeda, menurutmu apa mereka sering ribut? Paimon: Yah ... kayak perselisihan makanan Li dan makanan Yue di Liyue. Pengembara: Aku yakin pasti ada. Konflik antara ajaran yang berbeda itu hal yang paling wajar di dunia. Sama seperti yang tertulis dalam novel tentang intrik para pendekar: "Di mana ada manusia, di situ ada perselisihan". Paimon: Wow. Keren banget tuh. Dan berat juga. Tapi pelajar di Sumeru pastinya tidak akan adu silat kayak pendekar di Liyue kan? Pengembara: Mungkin mereka menyelesaikan segalanya dengan permainan Genius Invokation TCG. Paimon: Ohhh, masuk akal! Duel kebijaksanaan! Paimon: Paimon bisa bayangin sih: Waktu ada satu pelajar yang enggak bisa yakinkan pelajar lain dalam argumen, dia akan keluarkan dek kartunya, duduk tenang di seberang lawannya, berpikir sejenak, lalu meraih kemenangannya! Pengembara: Ya, itu mungkin sekali terjadi di Sumeru. Paimon: Waktu permainannya selesai, yang menang bilang "GG" (Hebat), sebagai bentuk penghormatan kepada lawan yang kalah. Terus keduanya berdamai deh. Pengembara: Hem ... Kalau ngomongnya kayak itu, yang ada lawannya akan jadi tambah panas. Paimon: Eh? Kenapa?
- Tentang Pelabuhan Ormos
- Paimon: Wew, Pelabuhan Ormos memang benar-benar punya atmosfer yang berbeda dari Kota Sumeru ya .... Paimon: Tempatnya ramai, dan ada banyak sekarang orang dari bangsa lain. Ditambah lagi, tidak ada yang perlu habiskan semua waktunya untuk belajar, asik banget. Pengembara: Ya, dan itu alasannya mereka didisiplinkan sama Petugas Pelabuhan. Lihat kan, Paimon? Kalau kamu tidak giat belajar, kamu akan jadi kayak mereka! Paimon: Oh .... Paimon: Tunggu! Cara bicaramu kok gitu sih!
- Tentang "The Alliance of the Twenty-Nine Ocean Deys"
- Paimon: Paimon dengar kalau Pelabuhan Ormos dibangun di atas reruntuhan benteng The Alliance ... Uh, apa ya namanya? The Alliance of the Twenty-Nine Deys .... Paimon: Wahhhh, namanya panjang banget, Paimon enggak ingat! Intinya, orang-orang Sumeru yang bilang begitu. Pengembara: Namanya adalah "The Alliance of the Twenty-Nine Ocean Deys". Pengembara: Rumor mengatakan ... kalau aliansi itu adalah kelompok bajak laut yang terdiri dari para pemimpin bajak laut yang arogan dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Pada awalnya, mereka terus-menerus bertempur dan menjarah satu sama lain hingga membuat pantai Sumeru tidak aman .... Pengembara: Pada suatu hari, mereka akhirnya memutuskan untuk membagi kekuasaan secara adil dan membentuk sebuah aliansi yang damai. Para pemimpin dari aliansi itu disebut "Deys" .... Paimon: Oh ... jadi mereka berhenti bertempur dan menjarah satu sama lain, lalu bergabung untuk hidup damai dan mencari uang bersama! Benar kan!? Pengembara: .... Paimon: Benar kan ...? Pengembara: Iya ... setidaknya mereka berpikir seperti itu. Paimon: Eh ...? Pengembara: Kemudian, mereka saling membuat faksi dan keadaannya menjadi semakin parah, mereka bertikai antar diri mereka sendiri. sampai bentengnya luluh lantak dan semua Deys tamat riwayatnya. Paimon: Ehhh ...! Pengembara: Begitulah cerita Pelabuhan Ormos membangun kembali dirinya sendiri di masa damai yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga berkembang seperti sekarang ini... Paimon: Ternyata cuma aliansi yang isinya bajak laut bodoh ....
- Tentang Cyno dan Genius Invokation TCG
- Paimon: Cyno benar-benar suka banget sama permainan kartu "Genius Invokation TCG" itu, kan ya? Paimon: Bukannya agak aneh ya kalau Mahamatra Agung tertarik buat main kartu ...? Pengembara: Hmm ... tidak juga sih kalau dilihat dari gaya rambutnya. Paimon: Hah? Emangnya ada hubungan apa sama gaya rambutnya? Pengembara: Kalau sedang main permainan kartu, makin keren gaya rambutmu, kamu jadi makin mengganggu lawanmu. Pengembara: "Orang ini kenapa sih? Bagaimana caranya dia buat rambutnya seperti itu?" Pengembara: Jadi pikiran lawanmu semua diisi penuh dengan pemikiran seperti ini, dan kamu akan bisa unggul lebih cepat. Paimon: Oh ya? Hmm, kalau begitu, kita harus mikir dua kali dong kalau mau lawan dia ... Pengembara: Entahlah ... Aku malah pikir aku punya keuntungan kalau main lawan dia. Paimon: Tapi kan gaya rambutmu enggak keren sama sekali. Dan pakaianmu juga biasa saja, kan .... Pengembara: Tapi kan aku punya Paimon. Pengembara: Jadi, nanti dia jadi seperti: "Orang ini kenapa sih? Terus itu teman terbangnya yang pembawa sial kenapa juga deh?" Pengembara: Jadi selama kamu terus terbang di sampingku, pikiran Cyno pasti akan dipenuhi pemikiran seperti ini. Pengembara: Di sisi lain, aku tidak akan terganggu sama sekali dengan gaya rambutnya. Jadi aku bisa fokus, dan aku bisa menang dengan gampang. Paimon: Lupakan saja deh! Kalau mau main kartu, potong saja rambutmu jadi gaya yang lucu!
- Tentang Lagu Anak-Anak Sumeru
- Paimon: "Kari-kari~ Wangi kari, waktunya lari~ Lari ke rumah, makan kari~♪" Pengembara: "Kari-kari~ Wangi kari~" Paimon: Wah, hebat! Jadi kamu ingat nadanya juga ya! Pengembara: Paimon juga hebat. Nyanyinya bagus banget. Paimon: Hehe, itu karena Paimon punya rencana hebat! Paimon: Kamu pernah dengar cerita ini? Pada suatu hari, ada satu Hilihound yang selalu dikasih daging setiap kali Samachurl-nya mulai menari. Pelan-pelan Hilihound-nya jadi mulai ngiler setiap kali dia dengar suara tarian. Paimon: Setiap kali kita dengar lagu kari ini, pasti ada kari yang bisa dimakan. Jadi, yang perlu Paimon lakukan sekarang cuma belajar lagunya pakai hati, lalu di masa depan, kalau misal Paimon lagi mau satu mangkuk besar kari yang enak, Paimon cuma perlu nyanyi saja kan! Paimon: Hei! Ngomong dong! Paimon: "Kari-kari~ Wangi kari, waktunya lari~ Lari ke rumah, makan kari~♪"
- Tentang Pembelit Lidah Aranara ....
- Pengembara: Paimon, apa kamu pernah merasa kata "aranara" itu susah dibaca? Paimon: Hmm? Kenapa? Lidahmu kebelit ya? Mungkin karena kamu jarang nyebut sih. Paimon: Beda sama Paimon! Paimon kan harus ngomong terus, makanya Paimon enggak pernah kebelit lidahnya. Pengembara: Oke deh. Kalau begitu coba baca ini. Paimon: Apa ini? Paimon coba ya .... Paimon: Arana si aranara sedang latihan ararakalari di area sekitar. Paimon: Narara si nara petik Padisarah di area paralel yang jauh di sana. Paimon: Narara si nara yang memetik Padisarah sudah aturkan untuk undang Arana si aranara ke bar untuk berteman dengan Lambad. Tapi sayangnya, Arana si aranara yang berlatih ararakalari bilang kalau dia lebih suka nara pemetik Padisarah, Narana untuk bertualang ke Varanara dan menikmati panorama di sana. Paimon: Karena ketidaksukaan Arana sang Aranara terhadap drama di bar, Narana sang nara mengalah. Dan, pada saat Arana sang Aranara dalam petualangan panorama Vanarana, dia bertemu dengan aranara yang lain, namanya "Arama." Paimon: Ini pasti salah satu mimpi-mimpi aneh itu, kan .... Paimon: Duh, tapi sakit kepalanya kok kerasa nyata banget ya ....
- Tentang ramalan bencana ....
- Paimon: Paimon barusan kepikiran cara buat ngelawan ramalan bencana Fontaine! Pengembara: Apa? Coba ceritain. Paimon: Tahu kan Clockwork Meka besar yang dipakai buat ngegali terowongan? Kan bisa tuh disuruh gali lubang serapan di bawah air. Jadi urusan permukaan air naik enggak usah dipusingin lagi. Pengembara: Masuk akal sih. Tapi terus dialirin ke mana airnya? Paimon: Ah, peduli amat! Ibarat kantong bolong, ngapain kita mikirin duitnya hilang ke mana? Toh kantong bolong enggak bisa dipakai nyimpen duit. Pengembara: Lah, aku jelas harus tahu ke mana hilangnya itu duit. Tapi sepertinya kamu enggak peduli ya .... Paimon: Eh, apa maksudnya? Paimon jelas enggak tahu lah duit kamu ... eh ... iya, Paimon enggak tahu duit kamu ke mana larinya. Hehehe ....
- Tentang sulap ....
- Paimon: Pertunjukan sulap Lyney keren banget! Paimon enggak bakal tahu gimana caranya kalau enggak dijelasin. Pengembara: Tunggu ... aku kepikiran satu trik sulap! Paimon: Lah? Memangnya kamu bisa? Pengembara: Iya, aku bisa bikin topi pesulap besar melayang di udara. Bahkan bisa disuruh gerak juga. Paimon: Woah! Masa sih? Gimana caranya? Pengembara: Hehe, gampang! Taruh saja Paimon di dalam topinya. Paimon: Eh? Kenapa ... OOOOH! Jadi melayangnya gara-gara Paimon yah! Paimon: Hehe, kalau begitu Paimon punya ide sulap yang lebih bagus lagi! Pengembara: Eh? Apa tuh? Paimon: Jeng jeng, topi tanpa dasar! Mau masuk berapa pun makanan enak ke dalamnya, enggak bakal penuh! Pengembara: Hmm ... terus piringnya ke mana? Paimon: Pertanyaan bagus! Ummm, piring yang sudah kosong dimuntahin sama topinya! Tadaaa~ Gimana?
- Tentang hak paten meluncur ....
- Paimon: Aquabus Fontaine memang keren, tapi coba ya kalau bisa jalan tanpa rel. Bisa ke mana saja tanpa harus keluarin tenaga! Jalan-jalan jadi enggak usah capek kan. Pengembara: Tapi kamu kan sekarang juga terbang. Memangnya bisa capek? Paimon: Terbang? Betul juga! Kalau kita bisa cari cara buat bikin Aquabus terbang, enggak perlu jalur lagi tuh. Hehe, jadi "kapal terbang" ya! Paimon: Yuk, kita daftarin ... apa itu namanya ... "hak paten"! Jangan sia-siain ide Paimon. Buru, sebelum keduluan orang! Pengembara: Hak paten enggak kayak gitu aturan mainnya, bukan cuma sekadar daftarin nama doang. Kamu harus kasih detail teknis segala macam tentang gimana cara bikin kapalnya terbang. Paimon: Teknis ya? Hmm ... baiklah! Kita tempel baling-baling raksasa di atas kapalnya. Pengembara: Oke ... terus gimana caranya supaya si kapal enggak ikutan muter sama baling-baling? Terus gimana ngendaliin arahnya? Paimon: Eh ... ah ... ugh. Paimon enggak tahu loh kalau terbang itu harus pakai ribet! Soalnya Paimon enggak usah mikir juga sudah ngapung .... Pengembara: Hmm, mungkin ada sih solusi yang lebih sederhana, kalau kita kesampingkan soal kemudi dan kontrol kecepatan. Paimon: Oh ya? Apa? Pengembara: Iya. Kita mulai dari tempat tinggi, terus meluncur ke bawah. Kecepatannya meningkat terus secara drastis. Paimon: WOI, itu sih namanya TERJUN BEBAS!!!
- Tentang sisi gelap industri penerbitan ....
- Paimon: Serial Detektif Hurlock-nya The Steambird bakal dipublikasi sama Yae Publishing House, kan? Pengembara: Kayaknya sih. Paimon: Tapi The Steambird memangnya butuh bantuan soal percetakan sama distribusi? Kenapa enggak dikerjain sendiri saja sih. Pengembara: Hehehe, kamu mainnya kurang jauh, masih belum tahu soal sisi gelap industri penerbitan. Paimon: Ya ya ya, dasar sotoy! Silakan, kasih tahu Paimon satu saja alasan kenapa The Steambird enggak bisa nerbitin novel sendiri, padahal mereka sudah punya bisnis surat kabar yang terbit di seluruh Teyvat. Pengembara: Karena kunci sukses sebuah novel ringan adalah .... Paimon: Apa? Pengembara: Ilustrasinya. Paimon: HAH? Teori dari mana itu? Sana ajak debat penulis dan penyunting dari Teyvat bagian mana pun! Mereka loh yang capek nyari ide cerita! Pengembara: Mungkin iya, tapi Yae Publishing House menguasai semua ilustrator yang paling bagus, enggak gampang kalau mau bajak mereka. Misalnya Calx, nyaris mustahil bisa berhubungan sama dia kalau bukan lewat jalur Yae Publishing House. Paimon: Ohh ... ya, masuk akal sih. Pengembara: Mm-hmm. Tapi ada alasan lain juga .... Paimon: Apa lagi? Pengembara: Cuma buku terbitan Yae Publishing House doang yang bisa masuk Genius Invokation TCG. Paimon: Oh ya? Paimon baru tahu loh. Pengembara: Itulah rahasia paling gelap industri penerbitan. Karena jiwanya sudah bukan tentang karya dan cerita, tapi lebih ke produk dan cara mengkomersilkannya. Paimon: Ck ... nyebelin banget!
- Tentang Detektif Rumahan ....
- Paimon: Jadi katanya, di Fontaine ada detektif yang bisa pecahin kasus tanpa harus keluar rumah. Disebutnya "Detektif Rumahan". Paimon: Itu yang namanya "WFH", betul kan? Ih, nyaman banget deh kayaknya. Paimon: Tapi gimana caranya mereka tahu kebenaran kalau enggak pernah lihat langsung TKP-nya? Oh ... Paimon tahu! Pake bola kristal. Pengembara: Paimon, belajar bedain tukang ramal sama detektif yah. Paimon: Eh ... ya .... Pengembara: Intinya, tidak ada barang bukti yang bisa nongol sendiri di depan pintu rumah detektif. Paimon: Maksudnya ... Oh, si detektif suruh orang-orangnya ngumpulin info ya .... Pengembara: Mungkin. Atau ... pasang misi di Adventurers' Guild? Paimon: Hah? Tapi kalau gitu ... si detektif itu makan enaknya, yang kerja kerasnya kita dong! Kurang ajar, pasti dia dapat banyak duit juga dari situ. Cih, Paimon enggak suka. Ayo kita samperin si Detektif Rumahan!!!
- Tentang harta karun misterius di Institut Penelitian Fontaine ....
- Paimon: Di Institut Penelitian Fontaine, mereka meneliti mekanisme roda gigi dan sumber energi yang beda-beda, kan? Terus kenapa ada cerita soal harta karun di sana? Paimon: Kan lebih masuk akal kalau misal bandit atau bajak laut yang punya harta karun. Paimon: Tapi Paimon enggak yakin sih sama pemahaman istilah "harta karun"-nya para peneliti dan teknisi .... Pengembara: Hmmm, kalau "siang hari peneliti, malam hari ngebandit" gimana? Sudah cukup misterius belum? Paimon: Eh ... capek banget dong. Bayangin, beres kerja siang, lanjut kerja malam. Kapan coba rehatnya? Pengembara: Barangkali memang enggak butuh rehat ... karena aslinya ternyata Clockwork Meka. Paimon: Ooh! Harta karun misterius peninggalan Clockwork Meka yang siangnya jadi ilmuwan, malamnya jadi bandit ... keren, keren, bisa tuh!
- Tentang pantangan dalam menulis novel detektif ....
- Paimon: Cerita detektif macam "Detektif Hurlock" dan "Berkas Kasus Nona Orith" populer banget loh di Fontaine. Pengembara: Cerita kayak gitu bacanya mesti sambil mikir. Memangnya kamu bisa ngikutin? Paimon: Heh, jangan menghina ya! Setiap baca yang kayak gitu, belum setengah jalan juga Paimon sudah tahu gimana akhirnya. Pengembara: Baiklah, tapi tolong jangan diumbar-umbar ya. Nanti orang lain jadi enggak seru bacanya. Paimon: Paimon mana pernah "spoiler"! Pengembara: Tapi ingat, kadang ada juga orang yang koar-koar "no spoiler" buat menghindar dari diskusi, padahal mereka sebenarnya sebal saja cerita yang mereka enggak suka ternyata bisa sohor. Paimon: Ha. Paimon jarang baca sih, jadi enggak tahu soal begituan. Pengembara: Perhatiin deh kalau ada penggila Onibudou lagi ngobrol. Kadang suka ada orang yang tiba-tiba nimbrung terus bilang: "STOP! Jangan spoiler, aku baru baca sampai bab dua volume satu!" Paimon: Bab dua? Haha, itu sih jelas dia enggak niat lanjutin. Pengembara: Paimon, aku ada rahasia. Mau tahu? Paimon: Eh ... apaan? Pengembara: Dengar baik-baik ya .... Paimon: Mm-hmm? Pengembara: Zhongli itu sebenarnya ... Rex Lapis. Paimon: APA? Gila, masa iya sih??? Kok kamu tega amat ngasih spoiler kayak gitu ... EH NGACO, ITU SIH KITA SUDAH TAHU DARI DULU WOI!
- Tentang berdalih membela diri ....
- Pengembara: Kearifan lokal nih. Waktu di Fontaine, jangan pernah melawan kalau ada yang ngajak ribut di jalan, kecuali ada saksi. Paimon: Ha? Kenapa? Pengembara: Soalnya kalau tidak ada bukti, pengadilan bakal menolak semua dalih membela diri. Kasusnya bakal dianggap perkelahian jalanan. Paimon: Oke. Terus? Pengembara: Yah, kalau sampai kejadian, ujung-ujungnya kamu bakalan disuruh duel dulu sebelum kasusnya naik ke pengadilan. Pengembara: Kalau sudah begitu, antara kamu harus berantem sekali lagi lawan orang yang sama, atau berhadapan sama petarung juara yang ditunjuk lawan. Paimon: Paimon ... kasihan deh sama orang sial yang harus duel lawan kamu.
- Tentang penyunting The Steambird ....
- Paimon: Hebat ya, kejadian yang baru kemarin saja sudah masuk berita hari ini di The Steambird. Paimon: Peristiwa tengah malam yang terjadi di luar kota saja ada. Kok bisa ya cepat banget gitu? Pengembara: Iya, dan naik cetaknya juga pagi-pagi buta. Paimon: Hehe, Paimon tahu! Di kantor Steambird ada printer ajaib. Setiap kali wartawan datang bawa berita, langsung dimakan sama tuh mesin. Trus dimuntahin waktu jamnya terbit! Paimon: Mungkin setiap harinya ada wartawan yang datang di menit terakhir sambil teriak: "TUNGGU! INI ARTIKEL TERAKHIR YANG MAU DICETAK!" Pengembara: Kebayang banget sih itu. Tapi sayangnya, printer ajaib itu enggak ada. Cuma tim penyuntingnya saja yang kerja kayak kuda biar The Steambird bisa naik cetak tepat waktu setiap harinya. Mereka duduk, bergumam "Ha? Heh. Uhh ... Owalah!" sambil terus memperbaiki kesalahan ejaan. Semuanya dirapihin, dimuat jadi barisan teks, lalu mereka lari-lari ke tempat rekannya sambil teriak: "Sabar, sabar, lima menit lagi!" Gitu tuh "ajaib"-nya dikejar tenggat waktu percetakan. Paimon: Waduh ... hebat, keren banget. Ngerjain koran sampai naik cetak cuma butuh satu hari ... kapan mereka tidurnya ya?
- Tentang novel-novel Fontaine ....
- Paimon: Novel di Fontaine sini judulnya aneh-aneh ya. Ini lihat, "Apa Clockwork Meka Mimpi Bertemu Tukang Urut Gerigi?" Paimon: Tapi gaya penulisan dan temanya jauh sekali sama novel ringan Inazuma. Pengembara: Dari ringkasannya, novel ini menceritakan tentang Clockwork Meka yang encok karena keseringan bungkuk. Dia akhirnya menyerah, berhenti dari kerjaannya sebagai ilustrator, lalu memulai sebuah perjalanan mencari tukang urut mesin guna menyembuhkan tulang geriginya .... Paimon: Kok kedengarannya seru juga ya. Pengembara: Tapi kenapa tukang urut? Bukannya lebih baik minta tolong insinyur ya? Tinggal ke Institut Penelitian Fontaine saja, enggak usah jauh-jauh. Paimon: Yah ... Paimon bisa paham sih kenapa si robot enggak mau cari insinyur di institut. Tahu sendiri lah alasannya. Pengembara: Betul juga. Nah, biarpun tokoh utama novelnya Clockwork Meka, buku ini masih kelihatan jelas buatan tangan manusia. Bayangin kalau benar ada Clockwork Meka yang bisa nulis novel, kira-kira gimana ya hasilnya? Bayangin saja dulu, mikir belakangan. Paimon: Hmm ... mungkin gini: "Aku Bangun Pagi dan Tiba-Tiba Sudah Jadi Manusia!"Pengembara: Eh, Paimon boleh juga tuh idenya.
- Tentang pengadilan dan pertunjukan ....
- Paimon: Opera Epiclese itu tempat persidangan sekaligus tempat pertunjukan, jadi ... eh .... Pengembara: Hmm? Paimon mikirin apa? Paimon: Yah, gimana kalau misal ada orang yang kepikiran bikin acara tentang persidangan di sana? Gimana caranya yang nonton bedain itu sidang asli atau bukan? Pengembara: Pertanyaan bagus. Bayangin, besoknya si aktor yang merani kriminal di sidang bakal dilihatin sampai kayak gimana sama orang di jalanan. Bakal banyak yang nanya: "Eh, kamu yang kemarin disidang itu kan!" Paimon: Iya, benar banget! Bisa bingung semua orang-orang. Pengembara: Si aktor bakalan terus-menerus jelasin: "Bukan, yang kemarin itu cuma acara, cuma pura-pura! Ampun, itu bukan betulan!" Paimon: Ha, salah sendiri. Kenapa pakai mau segala ikutan pertunjukan tentang persidangan di Opera Epiclese? Jelas yang nonton bakal mabuk lah. Parah ih idenya. Pengembara: Iya, parah banget. Paimon ngaco ih, mikir apa sih tadi?! Paimon: Ha? Kok... eh ... yah ... kan parah banget ... kalau ada ... yang nyaranin gitu ....
- Tentang Fonta ....
- Paimon: Fonta itu enak banget, setuju kan? Pengembara: Iya, memang seenak itu loh. Segar, apalagi kalau dihabisin sekali teguk. Paimon: Boleh enggak beliin segelas buat Paimon? Mau cobain sesuatu. Pengembara: Apaan? Paimon: Beliin dulu! Nanti juga tahu. Paimon: Glek glek glek glek .... Paimon: Ahhhhhh. Paimon: Itu kan, kebiasaan pemabuk kalau habis bersulang! Paimon sudah mau coba itu dari dulu! Pengembara: Jangan diikutin ah, Paimon. Jelek banget.
- Tentang Gardemek ....
- Paimon: Gardemek menjalankan tugas sesuai programnya. Intinya, mereka bakal nurut apa pun perintahnya! OH! Pengembara: Paimon dapat ide bagus apa lagi kali ini? Paimon: Gini, Paimon mau punya Gardemek yang bisa ngurusin misi, yang bisa ngumpulin bahan, sama yang bisa menjelajah Domain .... Paimon: Ooh, sama tukang masak juga deh, sekalian! Enak kan, kita tinggal santai saja, semuanya sudah full otomatis. Pengembara: Satu, harganya mahal. Dua, ngurusnya juga mahal. Pengembara: Nih, aku kasih kotretan kasarnya ya ... Pakai Gardemek buat metik daun Mint ... biayanya 6.300 Mora. Paimon: APA? Kok mahalnya enggak kira-kira? Paimon: Tiba-tiba Paimon ngerasa kalau kerjaan petualang kayak kita nih kurang dihargai banget ya! Kemurahan!
- Tentang menyelam ....
- Paimon: Dunia bawah air Fontaine cantik banget ya! Banyak ikan yang Paimon belum pernah lihat. Pengembara: Coba kalau kita bisa nyelam gini di tempat lain juga ya. Paimon: Iya, sayang sekali .... Paimon: Kalau kamu bisa nyelam di tempat lain, pilih di mana? Pengembara: Hmm ... Aku sih ke Pelabuhan Liyue, atau Guyun Stone Forest. Paimon: Oh, boleh juga tuh! Pasti di sana banyak kapal karam penuh harta karun! Bisa kaya mendadak kita. Pengembara: Terus ke Kuil Sangonomiya di Inazuma. Pasti pemandangan bawah air di sana keren banget. Kalau Paimon mau ke mana? Paimon: Paimon ya ... Kamu sudah pilih Liyue sama Inazuma, jadi Paimon mau ke Danau Cider saja! Pengembara: Bagus juga pilihannya. Tapi hati-hati kalau berenang di sana ... Awalnya sih sendirian, asyik-asyik saja enggak ada yang ganggu .... Paimon: Te-Terus? Pengembara: Tiba-tiba kamu lihat ada sesuatu yang turun, tenggelam, di depan kamu .... Paimon: Hah?! Pengembara: Bentuknya bulat, warnanya merah putih. Pas sadar benda apa itu, sudah terlambat .... Paimon: Jumpy Dumpty!!! Pengembara: BUUUM!!! Paimon: AAAHHH!!! PAIMON TERBANG!!!!
- Tentang seni ....
- Paimon: Di Fontaine banyak banget seniman antik ya. Terus mereka doyan banget ngadain pertunjukan seni di gedung opera. Paimon: Warga Fontaine sangat mementingkan seni. Pantas saja dapat julukan "Kota Seni". Paimon: Beda banget sama Sumeru. Di sana orang mau bikin pagelaran saja harus diam-diam .... Pengembara: Kamu juga minat sama kesenian ya? Paimon: Lah ya iya, Paimon nih penikmat ahli loh. Pengembara: Oke, jadi menurut Paimon, "karya seni" itu yang kayak gimana sih? Paimon: Hmm ... sesuatu yang tidak biasa. Yang bersinar terang, bagai bintang di langit! Pengembara: Hmm ... kalau gitu, berarti aku ke mana-mana diikuti sama karya seni dong. Paimon: Ha? Paimon: Eh ... maksudnya Paimon ya? Pengembara: Iya. Kamu pikirin lagi deh, siapa tahu bisa bikin pertunjukan. Paimon, langsung dari gedung opera ... kayaknya bakal banyak yang minat. Paimon: Enggak mau! Mimpi saja sana.
- Tentang memperbaiki kerusakan fungsi ....
- Paimon: Tahu enggak apa yang aneh? Clockwork Meka itu rumit sekali, tapi banyak orang bisa betulin Meka ngadat dengan cara digebuk-gebuk. Itu gimana sih, kok bisa? Pengembara: Hmm, mungkin kalau ada gerigi atau tuas yang copot, digebuk atau digoyang-goyang dikit bisa nyambung lagi. Paimon: Hah? Paimon enggak ngerti .... Pengembara: Gini deh, kalau Meka-nya enggak betulan rusak, cukup diketok sedikit biar posisi komponennya balik ke asal. Pengembara: Tapi kalau misal memang ada bagian yang rusak, mau dipukulin kayak apa juga enggak akan betul. Paimon: Oh, mirip sama orang dong! Orang berotak kadang suka ngebatu kalau dinasihatin, tapi cuma kebetulan saja lagi bodoh, enggak lama kemudian paham sendiri. Lain cerita kalau sudah blo'on dari sananya. Percuma dibilangin, karena enggak ada tempat prosesnya. Paimon: Kenapa, kok lihatin jidat Paimon terus? Pengembara: Tenang, aku enggak bakal takol kepala kamu. Percuma juga. Paimon: Fiuh, untunglah ... HEH, APA MAKSUDNYA!!!
- Tentang Benteng Meropide ....
- Paimon: Di Fontaine ada tempat namanya Benteng Meropide. Itu nama yang punyanya yah? Pengembara: Enggak tahu juga, tapi mungkin saja. Paimon: Paimon sirik ih. Kan keren banget kalau nama kita dipakai di nama gedung ... Kalau kamu nganggur, mau enggak bikinin sesuatu di Alam Poci terus kasih nama "Benteng Paimon"? Pengembara: Boleh, boleh. Lebih bagus lagi malah, aku bisa bikinin di pusat kota Fontaine. Paimon: Oh ya? Mahal banget dong. Yakin mampu? Pengembara: Oh jelas. Enggak semahal itu juga kok. Paimon: Ih, tumben murah hati! Jadi mau bikin apa? Pengembara: Hmm, aku kebayang ... pondok tanah liat. Bawahnya ada tempat kayu bakar buat penghangat lantai. Kasur air ... terus ada bawang, garam, merica, sayur-mayur, dan ... hmm .... Paimon: AMPUN BESTIE! Garingan kamu ini mau dibawa terus sampai kita tamat keliling tujuh bangsa ya!
- Tentang Supermeka ....
- Paimon: Katanya komponen roda gerigi waktu pertama kali ditemukan itu cara kerjanya super sederhana loh. Paimon: Ambil benda panjang yang terbuat dari bahan berdaya tahan tinggi. Bengkokkin, terus tunggu dia balik lagi ke bentuk semula. Energi yang dihasilkan dari proses itu bisa dipakai buat menggerakkan roda gigi atau sejenisnya. Jadi deh mesin! Pengembara: Ah ... benda panjang, bahannya kuat ... Waduh, tahu enggak apa itu? Pengembara: Cryo dan Pyro Regisvine! Benar enggak sih? Paimon: IIIH GILA, dari segala macam benda yang ada di dunia ini, kenapa kamu nyebutnya yang dua itu sih! Paimon: Eh, tapi mereka memang jago banget goyangin batangnya .... Pengembara: Terus kuat juga. Coba, kasih mereka isi energi, terus terima serangannya .... Pengembara: Langsung rebah tuh kalau kena. Aku yang kuat banget ini pun pasti rebah. Paimon: Jadi maksudnya ... kamu mau merakit Regisvine jadi mekanisme roda gerigi? Pengembara: Ya, siapa tahu bisa kan. Makhluk Cryo dan Pyro itu sifatnya saling berlawanan, coba taruh mereka sebelahan, kasih sedikit kemiringan biar lehernya mengarah ke lawannya .... Pengembara: Mereka bakal terus-terusan muter supaya enggak saling sentuh! Pengembara: Hasilnya itu mekanisme roda gigi paling kuat di seluruh dunia loh. Kalau bisa dimanfaatkan, bisa jadi sumber energi buat semua mesin yang ada di Fontaine. Paimon: Iya, bisa kayak gitu loh! Paimon: Ini jenius banget idenya! Makan tuh, Institut Penelitian Fontaine! Paimon: Sekarang tinggal cari cara buat bawa Regisvine ke Fontaine, simpan pada tempatnya, lalu .... Paimon: Eh iya. Gimana caranya kita bawa tanaman raksasa gitu ke Fontaine? Pengembara: Nanti kalau kita sudah kepikiran cara buat mengakali kendala biaya dan praktisnya .... Pengembara: Baru kita pikirin urusan ke depannya.
- Tentang kafe bawah air ....
- Paimon: Kirain kita bakalan berpisah sama per-kafe-an setelah pergi dari Sumeru. Tapi ternyata orang Fontaine juga sama doyan banget kopi. Pengembara: Iya. Bahkan di koran saja ada artikel tentang kopi. Isinya bilang kopi bagus buat menambah tenaga, bikin terjaga dan tidak ngantuk. Supaya kerja tetap optimal dan efisien terus sepanjang hari. Paimon: Fiuh, kerjaan yang butuh kopi supaya tetap ada tenaga ... ngebayanginnya saja lelah ya. Paimon: Contohnya apa ya? Pandai besi? Koki, mungkin ... petualang juga, kan kerjanya lari ke sana kemari. Eh, kalau penyelam ...? Pengembara: Penyelam? Wah, beda sendiri tuh. Pengembara: Gimana caranya penyelam minum kopi kalau kerjanya di bawah air terus? Paimon: Pertanyaan bagus! Paimon: Waktu nyelam kan enggak bisa buka helm. Berarti kalau mau ngopi, dia harus masuk dulu ke kotak kaca gede, terus buang semua airnya keluar. Minumnya ... dari botol. Paimon: Ehm, tunggu dulu. Kalau kopinya sudah dibotolin, berarti dia cuma perlu sedotan panjang yang nyambung dari botol ke helm. Jadi bisa minum kapan pun dia mau! Pengembara: Kopinya dingin dong. Mana enak. Pengembara: Jijik sih minum kopi dingin. Eh, bedain kopi dingin sama es kopi ya. Itu lain hukumnya. Paimon: Ngapain pusing? Tinggal bawa kompor saja ke bawah air. Paimon: Kamu sudah lihat kompornya orang Fontaine kan? Cuma ada bukaan kecil doang di atasnya. Asal itu bisa enggak kena air, aman! Paimon: Apa jangan-jangan ... obrolan kita barusan ... ITU penyebab kompor Fontaine bentuknya kayak gitu! Pengembara: DING DONG! Jawabannya betul, memang itu alasan di balik desain kompor Fontaine. Paimon: Memang Paimon pintarnya pakai banget, ya kan! Paimon: Eh, gimana kalau kita buka kafe bawah air? Pasti banyak tuh penyelam yang mau ngopi waktu kerja ... ini kesempatan gede loh! Paimon: Setelah kafe bawah air pertama di dunia berhasil buka, duitnya pasti bakal ngalir masuk! Terus kenapa harus stop di kafe doang? Kan terserah kita mau buka apa! Bisa bikin mall segala di bawah sana, mungkin bisa sampai jadi kawasan belanja bawah air juga .... Paimon: Hee-hee! Rasanya keren banget enggak sih? Jadi kaya karena ide bisnis jenius hasil pemikiran sendiri! Pengembara: Terserah lah, tapi ingat satu hal ya ... jangan pernah ambil kredit pakai namaku ya!
- Tentang The Steambird ....
- Paimon: Kantor pusat The Steambird tuh ada di Fontaine, kan? Paimon kepo berita kayak gimana sih yang layak masuk koran. Paimon: Mereka bikin artikel soal petualangan kita lawan Dvalin enggak ya? Atau duel lawan Raiden Shogun dulu? Oh, sama kejadian di Akademiya juga! Pengembara: Aku yakin apa juga bisa masuk berita sih. Pertanyaannya adalah di mana munculnya, soalnya mereka meliput segala macam topik. Paimon: Oh, itu sih jelas. Kita pasti masuk halaman utama! Soalnya itu kan tempat berita besar dan seru. Pengembara: Hmm ... belum tentu juga sih. Mungkin kita pernah ada di halaman utama sekali dua kali, tapi lebih wajar kalau berita utamanya lebih banyak meliput opera baru atau aktor terkenal. Pengembara: Itu, misalnya "Aktor X Terlihat Minum Kopi di Jalanan", atau "Hubungan Asmara Aktor Y Diungkap ke Publik", atau "Aktor Z Memutuskan Pensiun dari Dunia Pertunjukan". Paimon: Ngaco, yang gituan ngapain disimpan di depan? Enggak jelas. Pengembara: Enggak jelas, tapi bukan berarti enggak penting. Berita kayak gitu kan menarik perhatian, orang rela beli koran supaya tahu detailnya. Paimon: Ck, baiklah. Tapi kita harusnya ada di halaman depan dong ya? Masa isi korannya berita enggak penting semua? Lagian kan berita bermutu itu perlu supaya orang mau lanjut baca setelah puas makan gosip selebritis. Pengembara: Halaman depan itu biasa isinya berita lokal Fontaine yang bagus-bagus. Misalnya harga bahan pangan dan komoditas turun, atau berita perluasan jalur Aquabus. Pengembara: Yang kayak gitu disimpan di tempat yang paling mencolok. Fungsinya buat ngabisin waktu. Pengembara: Kejadian di Akademiya mungkin penting, tapi kan tidak berkaitan langsung dengan hajat hidup warga Fontaine. Paimon: Lah ... kalau gitu berita tentang kita ada di halaman berapa dong? Pengembara: Kayaknya sih di paling belakang. Penghabisan. Paimon: Iih ... kenapa jauh amat? Pengembara: Ada istilahnya kan ... "yang terbaik disisakan buat terakhir". Pengembara: Tim penyunting pasti kasih bumbu supaya ceritanya lebih panjang, terus dibagi-bagi juga biar cukup buat asupan berita selama beberapa hari. Paimon: Oke, jadi apa tujuannya halaman terakhir itu? Pengembara: Tujuannya adalah ... biar koran itu tetap jadi koran.
- Tentang Clockwork Meka ....
- Paimon: Paimon enggak nyangka bisa lihat Clockwork Meka joget-joget ... Memang bahaya sih dekat-dekat mereka, tapi lucu juga kalau ditonton dari jauh. Paimon: Hehe, bayangin kalau ada satu yang bisa nyanyi dan main musik. Keren enggak tuh! Pengembara: Tinggal cari penonton Meka, biar ceritanya "dari Meka untuk Meka" gitu. Paimon: Uhhh ... kok agak ngeri ya. Paimon: Meka itu fungsinya buat kerja, bukan duduk nonton pertunjukan ... Oh! Gimana kalau Meka-nya bisa ngelukis? Kayaknya hasilnya bakal sama kayak jepretan Kamera deh. Pengembara: Ya tinggal pakai saja Kamera-nya. Paimon: Oh iya juga ya. Hmm .... Paimon: Dih, otak Paimon mulai konslet. Gantian deh, kalau kamu bisa suruh Clockwork Meka ngerjain sesuatu apa pun, mau disuruh apa? Pengembara: Hmm ... jadi pemandu deh. Pengembara: Bip-bop. Saya robot pemandu. Silakan ambil jalan lurus di persimpangan berikutnya. Bop-bip. Paimon: Pa-Paimon baru ingat kalau kita perlu pelatihan panjang sebelum bisa punya Clockwork Meka! Dan mahalnya, wuihhh! Terus kayaknya mereka enggak bisa dipakai di luar Fontaine, ya kan ... hehe. Paimon: Pemandu terbaik di seantero Teyvat enggak bakal kalah lawan mesin bodoh! Enggak bakalan ... belum ... Belum boleh!
- Tentang air mancur ....
- Paimon: Ada saja ya orang yang lempar koin ke air mancur Erinnyes. Pengembara: Iya. Katanya penunggu air mancur itu bisa mengabulkan permintaan. Kayaknya itu asal mula legendanya. Paimon: Ha? Penunggu air mancur memangnya butuh duit? Paimon: Wih, hidupnya enak banget tuh! Tinggal cari air mancur, terus sudah deh, beres. Enggak perlu kerja, tinggal santai-santai sambil nunggu orang lempar duit ke rumahmu! Pengembara: Enggak segampang itu juga deh. Kan masih harus mengabulkan permintaan. Paimon: Oh gitu ya. "Wahai pengembara, permintaanmu telah kuterima. Manakah pedang milikmu yang hilang, Dull Blade atau Silver Sword?" Pengembara: Jujur, dua-duanya sampah. Paimon: Pilih satu! Pengembara: "Wahai gadis penghuni air mancur, kedua pedang ini bukanlah milikku, dan tidaklah aku menginginkannya. Karena yang hilang adalah teman seperjalananku." Paimon: Ha? Dasar kamu ... iih ... Pengembara yang cerdik, baiklah. Penghuni air mancur ini akan mengabulkan permintaanmu, dan menjadi teman seperjalanan terbaik yang pernah ada!
- Tentang Opera ....
- Paimon: Opera Fontaine itu banyak sekali genre-nya ya. Sejarah, mitologi, legenda, sampai dongeng dan percintaan modern juga .... Pengembara: Jangan lupa kisah petualangan. Paimon: Iya, kayak "Tancrede et Chariclea"! Tancrede yang bodoh, jiga saja kamu mengenali Chariclea sebelum semuanya terlambat .... Pengembara: Katanya cerita itu diambil dari kisah nyata loh. Paimon: Oh ya? Wah, apa mungkin suatu hari nanti petualangan kita akan diangkat jadi opera ya? Paimon: Petualangan kita kan sudah banyak banget. Pasti ada lah, penulis naskah di luar sana yang minat sama ceritanya! Paimon: Enggak usah bikin tragedi juga. Semua orang suka akhir yang bahagia, setuju? Pengembara: Ooh, gimana kalau kita ancang-ancang dari sekarang? Pilih suara. Paimon: Hmm ... Kata Paimon sih suara kamu cocok di mezzo-soprano. Kalau Paimon mending pakai apa? Pengembara: Itu, suara melengkingnya prima donna ... apa namanya? Paimon: Oh, namanya coloratura soprano ... WOI!
- Tentang Melusine ....
- Paimon: Katanya, setiap Melusine dapat benda spesial waktu lahir, yang akan dianggap sebagai lambang jati diri selamanya. Pengembara: Kalau Paimon jadi Melusine, kira-kira apa ya token Paimon? Paimon: Garpu lah! Melambangkan misi agung Paimon buat nyobain semua makanan enak di seluruh dunia. Pengembara: Bukan Mora? Yakin? Paimon: Oh, betul juga yah ... Kalau Mora, artinya Paimon ditakdirkan jadi orang kaya tajir melintir! Bisa beli apa saja yang Paimon mau. Paimon: Hmmmm ... dih, Paimon jadi pusing. Dua-duanya mau .... Pengembara: Gimana kalau ... garpu yang terbuat dari Mora.Itu kehitung dua-duanya kan. Paimon: WAH! Ide bagus banget tuh! Paimon: Oke, jangan bahas Paimon terus. Kalau kamu ya, token-nya ... panci! Soalnya kamu kan koki pribadinya Paimon. Pengembara: Salah. Token-ku ya ... Paimon. Paimon: Hehe, jangan gitu ah, malu .... Pengembara: Karena Paimon yang jadi token-ku, semua kepunyaan kamu jadinya punyaku juga kan. Paimon: Ha? Yah ... teman selalu berbagi, gitu maksudnya? Pengembara: Enak saja. Punyaku ya punyaku. Paimon: WOI, kok gitu sih!
- Tentang Palais Mermonia ....
- Paimon: Orang-orang kota banyak banget yang ngeluh kalau kerja Palais Mermonia itu bikin stres. Paimon: Tapi waktu kita main ke sana, kayaknya sedikit banget yang kerja ya. Terus yang kita lihat juga kayanya sedikit banget kerjaanya. Paimon: Malah lebih kayak, enggak peduli apa-apa gitu. Jadi belah mananya yang bikin stres? Pengembara: Mungkin karena kerjaannya diperlukan, tapi tidak penting. Paimon: Lah, kok bisa ada kerjaan kayak gitu? Pengembara: Hmm ... gini deh. Bayangin Paimon lupa caranya terbang, terus jatuh. Paimon: Mustahil, Paimon terbang itu sudah otomatis. Pengembara: Memang, tapi buat jaga-jaga, kita pastiin ada gerobak berisi bantal buat alas kalau amit-amit Paimon jatuh. Pengembara: Gerobaknya harus kuat menahan segala jenis lingkungan dan cuaca, dan bantalannya harus cukup empuk supaya pas Paimon jatuh enggak sampai aduh-aduhan .... Pengembara: Harus dibuat dari kayu yang paling kokoh dan tali yang paling kuat. Harus dibekali obat-obatan dan camilan juga. Pengembara: Soalnya menjaga agar Paimon tetap aman dan nyaman itu sangat diperlukan. Paimon: Aduh, Paimon jadi malu ... makasih loh, tapi enggak usah gitu-gitu amat. Paimon: Paimon dari dulu juga terbang terus. Enggak mungkin tiba-tiba jatuh, jadi kamu jangan khawatir. Pengembara: Ngerti kan sekarang? Itu sisi tidak pentingnya. Pengembara: Kalau misal suatu hari kejadian, itu musibah. Makanya perlu untuk selalu siap siaga. Pengembara: Tapi sebenarnya, kemungkinan terjadinya juga nyaris mustahil. Makanya tidak penting. Pengembara: Kalau misal ada orang di Palais Mermonia yang diberi tugas mengurus hal seperti itu, ya mau sibuk atau tidak jadi terserah dianya kan. Kemungkinan besar dia cuma bakal rebahan. Paimon: Tapi ya ... gimana kalau Paimon betulan lupa caranya terbang? Apa yang akan terjadi kalau Paimon jatuh? Pengembara: Apa pun yang terjadi, kalau kamu jatuh, pasti aku tangkap ... karena Paimon bukan "diperlukan tapi tidak penting". Paimon itu teman seperjalanan terbaik yang pernah ada!
- Tentang batu permata suku Putra-Putri Gema
- Paimon: Hei, banyak banget ya batu akik dan permata di lembah-lembah sini! Paimon: Kesempatan kayak gini enggak datang tiap hari! Ayo kita mulai ngegali! Kalau hoki dapat jackpot, kita selamanya enggak usah mikirin duit lagi. Pengembara: Hmm ... Tapi gimana caranya tahu kalau kita dapat jackpot? Memangnya Paimon tahu cara bedain batu akik? Paimon: Uhh, yah ... Paimon bingung sih, tapi kayaknya ... yang mengkilap, yang berkilau, itu pasti mahal! Gitu kan? Pengembara: Paimon mulai mirip sama naga jahat di cerita dongeng, yang hobi banget nimbun harta berkilauan .... Paimon: Eh, jangan lupa kita sekarang ada di Natlan! Enggak ada istilah "naga jahat" di sini, adanya "Saurian baik"! Paimon: "Ya Pengembara yang gagah berani dan bijaksana, biarlah Saurian yang baik ini mengantarmu ke tempat permata paling berharga di dunia!" Pengembara: Bagus! Tapi tadi bukannya kamu bilang enggak bisa bedain batu akik? Hih.
- Tentang suku Tirai Daun
- Paimon: Orang-orang suku Tirai Daun hobinya olahraga ekstrem. Mereka kayak doyan banget nantangin bahaya gitu. Paimon: panjat tebing tanpa alat pengaman, meluncur di udara, lari bebas di gunung berapi, terjun bebas dari tebing ... Duh, baru ngebayangin saja Paimon sudah pusing! Pengembara: Lah? Bukannya selama ini kita juga selalu lakuin yang bahaya ya? Hampir mati beku di Dragonspine, hampir gosong kesambar petir, kena badai pasir di bawah terik matahari yang membakar, berkali-kali menantang maut di Zona Withering ... dan masih banyak lagi. Paimon: Eh, iya juga ya, kita sudah banyak lakuin hal-hal ekstrem dan bahaya. Pengembara: Betul, tapi memang kita pada dasarnya beda sama orang biasa. Yang buat mereka bahaya, mungkin sudah makanan sehari-hari buat kita. Suku Tirai Daun juga sama deh kayaknya. Paimon: Heh, sebentar! Kita lurusin dulu: KAMU mungkin beda, tapi Paimon enggak kayak kamu! Paimon: Oke, Paimon yakin kamu dan teman-temanmu yang nekat tuh beda, tapi begitu ada bahaya ya, Paimon bakal ... Paimon bakal langsung ngumpet di belakangmu sampai semuanya selesai.
- Tentang pemandian air panas Natlan
- Paimon: Suku Warga Mata Air tuh santai banget. Kalau bukan lagi berendam, ya mereka lagi mikirin kapan mau berendam. Pengembara: Malah katanya ada yang suka sewa orang main musik buat nemenin mereka berendam. Air panasnya bikin badan rileks, musiknya bikin pikiran rileks. Paimon: Woah, kayaknya nyaman banget, Paimon jadi mau nyoba .... Pengembara: Oke. Nanti kalau kita main ke sana, aku mainin musik Aranara buat Paimon. Paimon: Ooh~ ... Hmm, tapi Paimon enggak bisa main musik, jadi kalau pas kamu yang masuk gimana dong? Pengembara: Paimon kan bisa nyanyi. Hmm ... gimana kalau lagu opera Fontaine? Paimon: Itu sih kelewat susah! Terus kayaknya enggak bisa bikin rileks deh! Musik kayak gitu malah bikin darah naik ke kepala! Paimon: Kalau musik rap Natlan gimana? Paimon sudah latihan loh, nih dengar: Paimon: "Hei! Paimon si pemandu jagoan, terbang sesuka hati ke sana ke sini, walau halangan rintangan membentang, tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran ...." Paimon: "Bertemu Blubberbeast dari bangsa air. Liar, nakal, brutal, membuat semua orang menjadi gempar. Hanya hukuman dari pedang Guhua yang dapat menghentikannya. Dengan pedang di tangan kiri dan tombak di tangan kanan untuk menghantam ...." Pengembara: Wow, lancar banget! Pengembara: Kalau aku dengar itu waktu lagi berendam, mungkin aku bakal tepuk-tepuk air kayak lagi main dram. Paimon: Iya, bakal jadi kayak festival musik enggak tuh! Bahkan yang telat datang pun bakal kebawa ikutan joget! Pengembara: Ehhh ... bentar, tadi bukannya kita lagi bahas berendam buat relaksasi ya?
- Tentang suku Berlimpah Jaya
- Paimon: Menurutmu para pejuang bertopeng itu keren enggak? Pengembara: Keren sih, kesannya kayak misterius gitu. Paimon: Iya, kan?! Paimon ikutan jangan ya? Pakai topeng itu terus menang gulat lawan orang sana? Paimon bakal tenar deh! Paimon: Paimon sudah mikirin kalimat yang pas buat kalau menang: "Seorang pejuang Saurian tidak pernah menanggalkan topengnya!" Paimon: Siang-siang jadi petualang, malam-malam jadi pejuang Saurian. Gimana? Keren? Pengembara: Iya, tapi ada satu masalah .... Paimon: Hmm? Apa? Pengembara: Paimon pakai topeng enggak ada aura misteriusnya sama sekali.
- Tentang kain tenun
- Paimon: Baca buku di sini beda banget ya rasanya! Legenda dan sejarah dicatat di kain tenun. Pengembara: Iya, tradisi ini berawal dari kebiasaan suku Penguasa Angin Malam. Para Shaman yang pertama mencatat sejarah dan legenda suku di kain tenun. Lama-kelamaan, tradisi ini tersebar, lalu informasi yang dicatat dengan cara ini juga semakin bervariasi jenisnya. Paimon: Hehe, Paimon juga mau bikin catatan petualangan kita! Kalau suatu hari nanti kamu bikin suku "Pengembara", buku sejarahnya sudah siap dan rapi! Paimon: Bayangin, sejarah suku dipakai buat jadi jubah, atau selimut pas berkemah! Pengembara: Jadi catatan petualangan yang bisa "usang" secara harfiah dong.
- Tentang suku Berlimpah Jaya dan suku Bunga Bersayap ....
- Paimon: Paimon dengar orang-orang suku Berlimpah Jaya itu kuatnya minta ampun! Pengembara: Kamu mau tinggal sama sementara mereka? Biar ototan? Paimon: ENGGAK! Paimon suka jadi Paimon apa adanya. Pengembara: Oke deh, gimana kalau tinggal sama suku Bunga Bersayap? Mereka jago terbang. Aku yakin mereka bisa kasih tips biar kamu makin jago. Paimon: Hah? Memangnya Paimon kurang jago? Pengembara: Iya, tapi kalau kamu tambah jago kan jadi bisa terbang sambil gendong aku. Paimon: Enggak usah ngimpi! Itu mustahil. Pengembara: Yah, kalau kamu punya otot gede .... Paimon: Enggak! Enak saja. Pokoknya ENGGAK!
- Tentang cara berteman dengan Saurian
- Paimon: Ehehe, di Natlan banyak banget Saurian yang lucu-lucu ya! Paimon mau berteman sama semuanya! Pengembara: Oh? Waduh, si Paimon mulai nih kepedeannya. Paimon: Eh, ya pede saja lah! Lagian Paimon yakin bisa kok. Pengembara: Masa? Coba, apa rahasianya supaya bisa berteman sama Saurian? Paimon: Simpel! Pertama, ajak ngobrol, puji-puji, baik-baikin biar merekanya terbuka duluan. Setelah itu pegang kepalanya, elus-elus ... nanti mereka jadi nyaman sama kamu. Paimon: Yang paling penting, kasih makan! Jalan menuju persahabatan dengan Saurian tuh harus lewat perutnya loh! Gimana? Mantep kan? Pengembara: Hmm, tapi kenapa aku ngerasanya .... Taktik barusan juga bisa mempan ke Paimon ya. Paimon: EH! Seenaknya, Paimon enggak bisa disuap pakai trik murahan gitu! Pengembara: Hah? Jangan salah paham dong, maksud aku tuh kamu sama imutnya sama bayi Saurian! Paimon: Cih, muji-muji biar diampuni ya? Siapa juga yang bakal ketipu! Pengembara: Tapi aku tadi ngomong dari lubuk hati yang paling dalam! Gini deh, biar aku buktiin. Sweet Madame kayaknya enak banget, iya enggak? Paimon: Sweet Madame? Duh, enak banget tuh. Dan kayaknya nikmat deh kalau dimakan sekarang .... Paimon: HEH, kenapa pasang muka songong gitu? Paimon ketinggalan apa nih?
- Tentang arkeologi
- Paimon: Katanya kita harus gerak cepat kalau ngerjain arkeologi sama suku Putra-Putri Gema. Kenapa ya? Pengembara: Mungkin karena reliknya banyak banget jumlahnya. Paimon: Lah? Bukannya justru bagus ya? Pengembara: Ya semakin banyak relik artinya makin banyak pesaingnya! Bayangin nih, kamu lihat batu bagus banget terus kamu rencananya besok mau balik lagi buat ambil. Eh, tahu-tahu batunya itu sudah keburu diambil orang lain! Paimon: Um, Paimon masih enggak nangkep sih .... Pengembara: Oke, nih aku kasih perumpamaan lain: Bayangin kalau suatu hari kamu lagi siap-siap mau makan camilan enak ... terus tiba-tiba camilannya hilang! Paimon: Ahh! Bencana itu namanya! Paimon: Tunggu. Tadi malam itu baru kejadian banget! PENGEMBARA! Ngaku!
- Tentang Cara Menengahi Perselisihan
- Paimon: Katanya di Natlan ada segala macam cara buat bikin orang yang berantem jadi damai tanpa perlu adu jotos. Enggak perlu adu kekuatan. Pengembara: Oh ya? Di Bangsa Peperangan? Paimon: Iya! Misal nih ya, suku Putra-Putri Gema kadang pakai adu joget buat ngeberesin kalau ada yang bertikai! Pengembara: Adu joget? Berarti, waktu dan tempat disediakan .... Paimon: Ya, ya! Pengembara: Lalu mereka mulai joget seheboh mungkin? Paimon: Mm-hmm! Pengembara: Sampai salah satu gempor dan enggak bisa lanjut lagi? Paimon: Yoi! Paimon: Eh ... iya juga, kalau gitu jatuhnya masih adu kekuatan dong yah!
- Tentang kiat-kiat jadi kaya raya
- Paimon: Tahu enggak? Paimon dapat ide baru lagi nih yang bisa jadi duit! Pengembara: Oh? Gimana? Paimon: Lihat, berapa banyak orang yang lewat sini setiap harinya. Kalau kita buka lapak di sini, pas di depan stadion, kebayang enggak penghasilannya bakal segimana! Auto cuan. Pengembara: Terus Paimon mau jualan apa? Paimon: Emm ... gimana kalau ... ramuan Alkimia Mondstadt? Pengembara: Itu bukannya sudah ada yang jual? Paimon: Hmm ... bijih bumi Liyue? Bisa langsung kaya tuh! Pengembara: Kayaknya itu pasarnya sudah dikuasai sama suku Putra-Putri Gema deh. Paimon: Um ... bentar, Paimon tahu! Permadani Sumeru dong! Pasti laku banget! Pengembara: Itu sih dagangannya suku Penguasa Angin Malam. Paimon: Kalau gitu ... kalau gitu, kita bikin pager saja di sekeliling stadion! Barang siapa mau ikut atau nonton turnamen harus bayar uang masuknya ke kita! Pengembara: Itu sih jatuhnya minta jatah preman. Kamu bisa ditangkep, atau bahkan digulung sebelum pagernya nancep semua. Paimon: Grrrrrrrr! Kenapa kepingin kaya kok susahnya minta ampun gini sih!
- Tentang penata rambut Saurian
- Paimon: Tiga Saurian pertama yang kita lihat mencolok banget ya, punya keunikannya masing-masing gitu! Paimon: Tepetlisaurus kepalanya bulat banget, Koholasaurus punggungnya mulus habis, terus Yumkasaurus punya kepala dan kuping yang lembut. Pengembara: Mulus banget deh, Paimon rasa bayi-bayi Yumkasaurus bisa jadi teman tidur yang empuk-empuk .... Paimon: Tapi kan hewan biasa pertumbuhan bulunya cepat. Nah kalau bulu Saurian tumbuhnya cepat juga, nanti bulu-bulu panjang mereka jadi menghalangi gerakan mereka dong? Paimon: Kalau bulu Yumkasaurus tumbuhnya terlalu panjang di area kepala dan kuping, nanti matanya terhalang jadi susah lihat ke depan? Bahaya banget .... Pengembara: Karena Paimon sudah mikir sampai sejauh itu, gimana kalau Paimon jadi tukang gunting rambut Saurian saja? Paimon: Hah? Kamu serius nanya Paimon gituan? Pengembara: Coba kamu pikirin. Nanti kalau sudah terkenal, pundi-pundi uang bakal terus ngalir! Paimon: Bentar, omonganmu tadi betul juga! Ini salah satu cara buat jadi tajir melintir! Paimon: Paimon bakal jadi tukang gunting rambut semua Yumkasaurus di Natlan! Hehe, Paimon sudah bisa ngerasain Mora-Mora itu di tangan Paimon! Paimon: Eh bentar, bentar! Urusan Mora nomor 2. Nomor 1 nya bisa jadi bestie sama Yumkasaurus! Pengembara: Tapi mereka besar banget kan. Bakal makan waktu lama buat guntingin rambutnya kalau pakai gunting biasa. Mungkin sehari cuma bisa guntingin 1 ekor saja .... Pengembara: Paimon, kalau memang kamu serius mau nyoba bisnis ini, sekarang waktu yang tepat buat latihan! Setidaknya latihan dulu buat angkat gunting sebesar Dull Blade! Paimon: Dull Blade? Bukannya itu senjatamu? Pengembara: Iya benar. Nah sebagai bestie-nya Paimon, aku siap bantu kamu latihan. Paimon: Hei, kamu jangan pakai alasan latihan buat suruh Paimon ngurusin monster ya!
- Tentang Marga Kuno
- Paimon: Jadi pejuang Natlan yang mendapat pengakuan Wayob akan dikasih Marga Kuno ... Duh, Paimon juga mau dong! Pengembara: Hah? Bukannya gelar Paimon sudah banyak? Paimon: Hmm? Oh, tunggu, iya kamu benar! Paimon: Paimon kan "partner perjalanan terbaik yang pernah ada", "pemandu kepercayaan", terus juga "si terbang banyak gaya", "Bintang Kejora", dan juga "Asisten Peneliti Honoris Tingkat Lanjutan" ... Wow, iya juga ya dipikir-pikir Paimon punya banyak gelar! Paimon: Kalau orang Natlan mau catat perjalanan kita, Paimon bakal pastikan mereka tulis semua gelar Paimon tadi! Pengembara: Eh? Panjang banget dong? Pengembara: Bayangin, kalau orang lokal pakai semua gelar mereka, bakalan jadi kayak gini: Pengembara: Para hari ini, "Uthabiti" Kachina dari Putra-Putri Gema, yang juga dikenal dengan nama Nanatzcayans, dan "Umoja" Mualani, Warga Mata Air dari Meztli, bertemu "Malipo" Kinich, anggota suku Tirai Daun dari Huitztlan, yang bertualang bersama dengan rekannya, K'uhul Ajaw, dan saat mereka sedang dalam perjalanan menuju Penguasa Angin Malam di Mictlan .... Paimon: Oke, oke, cukup! Kalau sepanjang itu sih gulungan kain catatannya bisa dibentangkan dari sini sampai ke pintu Stadion Api Keramat, lalu balik lagi ... dan itu belum ke bagian pentingnya! Paimon: Ck, kalau cuma boleh punya satu gelar, Paimon jelas milih "Partner perjalanan terbaik yang pernah ada!"
- Tentang Stadion Api Keramat
- Paimon: Oke ini Paimon ngomong rahasia antara kita saja ya, soal Ziarah ini nih, Paimon suka kepikiran .... Paimon: Itu sistem poinnya gimana sih? Pertama, kamu bentuk tim terus harus menang, terus poin kamu harus cukup supaya bisa tanding sendiri-sendiri .... Paimon: Kok dibuatnya gitu sih? Pengembara: Mungkin supaya tetap seru sampai babak final? Siapa tahu mungkin penonton senang melihat kontestan yang tadinya di bawah terus ternyata dia bisa jadi jago. Paimon: Masuk akal sih! Atau mungkin mereka enggak mau ada 2 grup yang berpartisipasi terus malah akhirnya seri .... Pengembara: Kalau gitu ceritanya sih malah jadi harus gencatan senjata ya. Paimon: Betul! Mungkin bisa dibayangin kayak gini: Tatankasaurus jago nyerang, nah Yumkasaurus jago menghindar, terus mereka jadi tanding siang malam tanpa henti soalnya masing-masing dari mereka kan jago di bidangnya sendiri. Paimon: Kalau sudah gini, penonton bakalan gerah, terus mereka bakal istirahat dulu, balik lagi besokannya. Paimon: Sayangnya, babak kedua sama saja dengan babak pertama, malahan Yumkasaurus mungkin bakal langgar aturan dengan melancarkan serangan dadakan ke Tatankasaurus, akibatnya tim medis bakal dipanggil deh. Paimon: ... Dan inilah hasil akhir dari "Tatanka vs. Yumka", "Tatanka vs. Yumka 2", "Tatanka vs. Yumka: Kembalinya Sisik Keramat", dan "Tatanka vs. Yumka: Melampaui Gunung Berapi" Paimon: Eh, kamu tahu enggak? Kayaknya ini bisa jadi film serian! Ini juga salah satu cara buat jadi tajir melintir! Pengembara: Ide kamu bagus, tapi entah kenapa aku rasa Tirai Daun enggak bakal setuju kalau Saurian mereka jadi orang jahat di film seri! Paimon: Hei! Itu kan baru ide pertama Paimon doang!
- Tentang para petualang Natlan
- Paimon: Orang Natlan biasanya enggak pergi ke luar perbatasan bangsanya, ya kan? Pengembara:Ya, dan ada alasannya. Paimon: Hmm, kalau gitu, susah banget dong kalau ada orang Natlan mau jadi petualang? Paimon: Pikir deh ... kalau enggak bisa keluar dari bangsa sendiri, berarti ada banyak misi yang enggak bisa dikerjain. Enggak bisa jelajahin reruntuhan, enggak bisa cari duit banyak ... Kasihan banget! Pengembara: Resminya kayak gitu, tapi kayaknya mereka punya jalur sendiri deh. Paimon: Eh? Pengembara: Katanya orang suku Warga Mata Air ada yang menjual jasa pemandu untuk petualang dari bangsa lain, karena mereka sudah sangat kenal geografi dan reruntuhan di Natlan. Pengembara: Kontraknya memastikan mereka tetap dibayar tidak peduli apakah petualang yang menyewa jasanya dapat harta karun atau tidak. Untuk jangka panjangnya, mereka bisa dapat duit lebih banyak daripada petualang biasa yang berkelana ke berbagai bangsa! Paimon: Oh, gitu ... Sebentar, kalau mereka segitu hafal sama reruntuhannya, kenapa enggak jelajahin sendiri saja? Pengembara: Pikir lagi, Paimon. Gimana kalau memang dari awal di reruntuhan itu enggak ada hartanya? Paimon: Waduh ... kita kayaknya jadi tahu sesuatu yang enggak seharusnya kita tahu nih ....
- Tentang grafiti
- Paimon: Orang Natlan tuh suka banget gambar-gambar sama coret-coret di mana-mana ya! Kalau enggak salah mereka nyebutnya ... Phlogiston apa? Pengembara: "Ukiran Phlogiston" ya. Tapi itu kalau ukirannya dibuat di bongkahan batu khusus. Yang ginian sih cuma grafiti biasa. Pengembara: Misalnya yang ini, kurang lebih artinya "Ini sudah tanah Nanatzcayan! Putra-Putri Gema, juara!" Paimon: Iiih suka banget! Mau dong, Paimon juga mau bikin! Pengembara: Boleh-boleh saja, tapi kamu mau gambar apa? Paimon: Yah, gambar muka sendiri dong! Pemandu terbaik di seantero Teyvat. Hehe, mau bikin di mana? Tembok situ? Pengembara: Oke deh. Ujungnya aku lagi yang gambar. Hmm ... ekspresinya ... monyong-monyong sok imut. Paimon: Mhm-hmm... EH? APA? Enggak usah deh, makasih. Lain kali saja, Paimon mau minta tolong ke warga setempat yang lebih ahli!
- Tentang rekan Saurian
- Pengembara: Orang Natlan betulan ngelihat Saurian sebagai teman dekat ya .... Paimon: Iya, kayak pinang dibelah dua! Persis kita gini, hehe. Pengembara: Nah, kira-kira siapa yang menang kalau diadu? Kamu, atau Saurian? Paimon: Lah? Kenapa tiba-tiba mikir gitu? Pengembara: Hmm, iya juga. Kamu enggak bisa ngegali kayak Tepetlisaurus. Terbangnya juga enggak sekencang Qucusaurus. Paimon: WOI! Paimon juga punya banyak kelebihan ya, jangan sembarangan! Pa-Paimon bisa terbang lebih ngebut dari semua Tepetlisaurus, dan ... Paimon lebih jago milih Chicken-Mushroom Skewer dibanding Qucusaurus! Pengembara: Tapi yang paling penting, Paimon sudah bareng aku jauh lebih lama dari Saurian mana pun! Paimon: Ya, ya! Paimon kan memang pemandu paling hebat di seantero Teyvat! Pengembara: Bestie-ku sayang, petualangan hari ini sudah mau mulai? Paimon: Ah, iya juga. Gara-gara bahas yang tadi, Paimon jadi ngerasa kalau kemampuan milih makanan enaknya sudah mulai melemah nih. Gimana kalau kita mulai sehabis makan Chicken-Mushroom Skewer?
- Tentang Ajaw
- Paimon: Paimon sudah dari kapan ingin nanya ... sebenarnya kamu kepo enggak sih sama bentukannya si Ajaw? Pengembara: Kenapa gitu? Ada yang salah? Paimon: Apa pula yang ENGGAK salah dari penampilannya? Bentuknya agak lain, ngomongnya nyerocos enggak berhenti, alih-alih jalan kaki dia terbang ngikutin Kinich, dan dia selalu pakai kacamata hitam aneh! Pengembara: Hmm, yah .... Paimon: Ke-Kenapa malah jadi ngelihatin Paimon ...? Pengembara: Yah, soalnya kamu juga terbang ngikutin aku dan kerjaannya ngomooong mulu. Terus kamu bukannya beli kacamata aneh juga pas di Fontaine? Paimon: HEH... beda ya! BEDA! Paimon: Ya deh, okelah kalau mau dibilang ada kemiripan. Tapi Paimon enggak gepeng kayak si Ajaw! Masa enggak ada yang nanya sih itu kenapa bisa kayak gitu? Pengembara: Betul juga. Tapi mungkin orang-orang sudah terbiasa. Pengembara: Karena ini ada hubungan sama identitas dan privasi si Ajaw, kayaknya kamu harus tanya langsung ke dia kalau ingin tahu. Paimon: Oke, kamu serius mikir dia bakal jawab jujur? Paimon yakin dia bakal mengarang indah supaya kita diam, atau minimal capek nanya. Paimon: Atau ... dia bakal mancing kita ikutan jadi makhluk gepeng enggak berbentuk juga. Pengembara: Hmm... jujur, aku penasaran kalau Paimon digeprek sampai gepeng gitu bakal jadi kayak gimana bentuknya ... Paimon: HE-HEH! DIAM, jangan macam-macam! Paimon mau tetap kayak gini saja, makasih banyak!
- Tentang budaya tato di Natlan
- Paimon: Paimon perhatiin orang Natlan tuh senang banget nempelin ... cat minyak? Grafiti?Di badan mereka loh! Paimon enggak paham artinya, tapi tampilannya sumpah keren habis! Pengembara: Aku juga perhatiin kok. Katanya cat yang mereka pakai tuh mengandung Phlogiston, beda sama yang biasa-biasa. Paimon: Wah, serius? Pengembara: Kalau kamu minat, ada tuh jasa ngegambarin badan buat turis dan pengunjung . Tapi kalau buat itu, mereka pakai cat biasa. Paimon: Oh yaa? Wah, mumpung kita sudah ada di sini .... Pengembara: Ya, tapi ingat masing-masing suku punya pilihan warna dan pola yang beda-beda. Pilih satu yang paling kamu suka! Paimon: Oke, siap! Tapi ... banyak banget sih! Bagus-bagus semua pula, ini gimana milihnya coba? Paimon: Hmph. Oke, bingung karena kebanyakan pilihan? Payah banget! Paimon mau coba semua! Pengembara: Wuah, ditinggal bentar sudah jadi penganut maksimalis ya kamu! Nah, entah orang lain bakal ngomong apa, tapi yang jelas aku dukung Paimon! Paimon: Yah, kan enggak semua langsung digambar sekaligus juga! Maksud Paimon tuh setiap hari ganti model gitu. Pengembara: Oh, gitu toh ... sayang ya, padahal Paimon kalau bisepnya tatoan kan gahar banget! Paimon: Gahar nenek moyangmu! Sudah, STOP ngebayangin Paimon yang enggak-enggak di otakmu yang isinya aneh itu!
- Tentang hidup bersama Saurian
- Paimon: Orang Natlan sama Saurian akrab banget ya. Tinggal bareng, perang bareng, terbang juga bareng .... Pengembara: Sama seperti kita, kan? Sayangnya, walau sudah makan banyak Chicken-Mushroom Skewer, kamu enggak tambah besar dan enggak tambah kuat, jadi masih enggak bisa terbang sambil gendong aku .... Paimon: Hmph, tapi Saurian enggak bisa jadi pemandu kamu ataupun ngobrol sama kamu kayak Paimon sekarang, kan? Pengembara: Kalau diingat-ingat lagi, dulu manusia dan Saurian juga pernah saling bertempur satu sama lain. Buat bisa sampai ke titik ini ... pasti enggak gampang. Paimon: Kalau Paimon jadi Saurian, disogok makanan juga pasti luluh. Pengembara: Tapi gimana kalau Paimonsaurus minta seratus tusuk Chicken-Mushroom Skewer per hari dan orang-orang tidak bisa kasih sebanyak itu? Paimon: Umm ... kalau gitu Paimon makan lima puluh tusuk! Pengembara: Atau mungkin Paimon sama para manusia itu bisa tanda tangan kontrak buat berburu bareng jadi enggak akan kehabisan daging lagi! Paimon: Wow!! Bisa banget!! Perut kenyang, hati senang! Damai tuh.
- Tentang gunung berapi
- Paimon: Di mana pun kamu berada, asalkan masih di Natlan, kamu pasti bisa lihat gunung berapi yang itu! Eh menurutmu, dari mana sih asalnya semua magma yang nyembur itu? Pengembara: Hmm, katanya sih Naga Pyro kuno yang hebat diam di Natlan, dan dari tubuhnya itulah muncul api yang paling pertama di dunia. Api itu membara di dalam tubuhnya terus menerus dalam keabadian, menyebabkan rongga-rongga di punggungnya juga ikut menyemburkan api. Nah, dari situlah asalnya magma muncul ke permukaan. Paimon: Oh gitu ya?! Kalau gitu, Natlan bisa hancur lebur dong kalau sampai naga itu bangun? Pengembara: Iya, makanya Archon Pyro harus ngumpulin kekuatan semua suku secara berkala untuk menenangkan naga dan memastikan dia enggak bangun dari mimpi indahnya. Paimon: Tunggu, bukannya Archon Pyro itu perangnya ngelawan Abyss?! Pengembara: Haha, yang barusan itu cuma dongeng yang aku baca dari gulungan kain tenun di kios oleh-oleh tempo hari. Paimon: Sudah Paimon duga!
- Tentang Kutukan Malam
- Paimon: Dahulu kala ada seorang kesatria terkutuk yang cuma bisa muncul pas siang hari, itu juga pakai wujud om-om pemabuk. Paimon: Cuma waktu malam hari saja dia bisa jadi wujud asli dia yang dewasa, pemberani dan dihormati orang. Pengembara: Ada cara enggak buat hapus kutukannya? Paimon: Kalau ada orang yang bisa nunjukin rasa hormat tulus ke dia baru kutukannya hilang. Pengembara: Oh gitu doang sih aku juga bisa. Oke, wahai kutukan, terhapuslah! Paimon: Ta-da! Kutukannya hilang deh. Sekarang Grand Master Varka boleh pilih mau jadi kesatria yang dihormati orang atau om-om pemabuk. Paimon: Terus dia bilang, "Maaf, tapi aku sejak dulu memang om-om pemabuk". Sekarang dia siang malam jadi om-om pemabuk. Pengembara: Loh, kok jadi gitu! Paimon: Di Natlan ada versi cerita yang beda, gini ceritanya: Dahulu kala ada seorang gadis muda yang dikutuk jadi nenek-nenek tua sombong yang enggak pernah hormat sama orang lain, tapi kalau malam jadi gadis polos. Paimon: Terus satu-satunya cara buat hilangin kutukannya itu ... uhh ... dengan ngobrolin topik yang dia suka. Pengembara: Nah terus aku sudah bisa tebak nih, kalau gadis itu Bu Faruzan, begitu kutukannya terhapuskan dia bakal bilang, "Huh, memang kenapa kalau sudah tua? Ada masalah, gadis muda?" Paimon: Ya kan! Nah, kalau Citlali sih kayaknya .... Pengembara: Dia bakal manyun ngambek sambil bilang, "Tapi kan aku dari dulu juga cuma gadis polos biasa ...." Paimon: Sebenarnya di kedua cerita ini enggak ada kutukannya, kan?
- Tentang Spiritway
- Paimon: Lima ratus ... seribu ... seribu dua ratus .... Pengembara: Kamu ngapain, Paimon? Paimon: Aaah! Duh, sori kamu bikin Paimon kaget aja .... Paimon: Hehe, Paimon lagi itung Mora nih. Belakangan ini Paimon udah nabung banyak! Dikit lagi sudah bisa beli papan selancar dari Warga Mata Air loh! Paimon: Abis itu nanti Paimon bisa naik ke Jalur Spiritual juga deh, kayak Mualani gitu! Pengembara: Berselancar di Jalur Spiritual? Seorang Paimon? Paimon: Ya ... iya. Kok kamu malah kedengarannya enggak senang begitu? Pengembara: Bukan apa-apa sih, cuma aku bakal kangen deh sama kamu nanti. Kita sudah buat banyak sekali kenangan selama perjalanan kita .... Paimon: Heh, tunggu dulu! Kenapa kamu ngomong kayak Paimon enggak bakal selamat gitu?! Paimon: Paimon sudah pikir masak-masak! Kalau jatuh pun, Paimon enggak bakal kenapa-kenapa karena ... kan Paimon bisa terbang! Paimon: Berarti Mualani lebih hebat lagi ya, gimana sih caranya dia bisa jago gitu? Jalur Spiritual itu kan curam banget, tinggi pula, tapi kelihatannya Mualani gampang banget selancar di atasnya. Pengembara: Kayaknya memang dari awal dia tidak merasa itu sulit deh. Kamu bisa lihat wajahnya yang sumringah waktu melakukan manuver-manuver cantik. Paimon: Jadi maksudmu ... bukan gerakannya yang susah, tapi Paimon aja yang cupu? Itu makin parah dong!
- Tentang Archon Pyro
- Paimon: Ternyata Archon Pyro itu dipilih dari Ziarah Kembalinya Api Keramat ya! Paimon: Kalau Paimon bisa ikut sih, jangan-jangan Paimon juga bisa jadi Archon Pyro. Pengembara: Heh, aku suka optimisme Paimon. Paimon: Hei, jangan remehin Paimon ya! Setelah lawan banyak banget dewa, Paimon diam-diam sudah curi beberapa jurus andalan mereka! Pengembara: Contohnya? Paimon: Kayak ... A Buoyant Breeze, Slow-Cooked Bamboo Shoot Soup, Halvamazd, Pour la Justice .... Pengembara: Ohhh, maksudmu masakan andalan mereka. Paimon: Benar banget! Harusnya mereka tambahin lomba masak di Ziarah-nya! Tapi kalau situasi di Natlan udah reda aja sih .... Paimon: Paimon udah enggak sabar mau cobain masakan Archon Pyro!
- Tentang Istirahat
- Paimon: Kayaknya kita udah lama enggak lihat Xilonen ya? Terakhir kali kita ketemu waktu dia lagi tiduran di bawah pohon. Pengembara: Dan sebelum itu, waktu dia lagi berjemur di atap sambil pakai kacamata hitam. Paimon: Dan sebelumnya lagi, waktu dia lagi santai di kursi goyang buatannya sendiri, sambil minum jus buah .... Paimon: Kenapa ... setiap kali kita ketemu dia, dia lagi nyantai ya? Pengembara: Hmmm, apa mungkin itu yang kita ingat karena itu yang tidak biasa? Jadi mungkin biasanya dia kerja keras terus sampai jarang istirahat. Paimon: Gitu ya? Yah, bicara soal kerja keras sih, belakangan ini Paimon juga lagi kerja keras banget nih. Paimon: Kayak waktu kita lagi ngejar bayi Tepetlisaurus itu, Paimon harus terbang tinggi banget buat nunjukkin jalan. Paimon: Lalu waktu kita petik Cacahuatl juga, Paimon harus bantu kurir Tirai Daun itu cari barang. Fiuh, mungkin malahan Paimon kerja terlalu keras ya. Paimon: Oke deh, mulai sekarang Paimon mau lebih malas-malasan lagi waktu kita lagi ada tugas, tapi diam-diam biar kamu enggak sadar! Pengembara: Enggak apa-apa kok, kamu malas-malasan aja terus, kupastiin aku enggak sadar kok. Paimon: Awww, kok perhatian gitu sih! Kalau begitu pas kamu malas-malasan nanti, Paimon juga enggak bakal perhatiin kamu deh! Paimon: Tapi kalau gitu, mending kita langsung malas-malasan bareng aja dong .... Paimon: Oke, rencana baru! Kita malas-malasan bareng, tapi enggak usah perhatiin satu sama lain ya. Yuk, kita jemuran dulu sekarang!
- Elemental Skill: I
- Huh!
- Elemental Skill: II
- Hah!
- Elemental Skill: III
- Pedang angin!
- Elemental Skill: IV
- Huh!
- Elemental Skill: V
- Berjatuhanlah!
- Elemental Skill: VI
- Bintang jatuh!
- Elemental Skill: VII
- Hah!
- Elemental Skill: VIII
- Terima ini!
- Elemental Skill: IX
- Tebasan Petir!
- Elemental Skill: X
- HA!
- Elemental Skill: XI
- Bubar!
- Elemental Skill: XII
- Menyebar!
- Elemental Skill: XIII
- Hah!
- Elemental Skill: XIV
- Kejar!
- Elemental Skill: XV
- Pusaran air!
- Elemental Skill: XVI
- Hah!
- Elemental Skill: XVII
- Waktunya membara!
- Elemental Skill: XVIII
- Hangus dan terbakar!
- Elemental Skill: XIX
- Haah!
- Elemental Skill: XX
- Diasah dalam api!
- Elemental Skill: XXI
- Cahaya yang menyala!
- Elemental Burst: I
- Hyah!
- Elemental Burst: II
- Enyahlah.
- Elemental Burst: III
- Pergilah mengikuti angin!
- Elemental Burst: IV
- Haah!
- Elemental Burst: V
- Gentarlah!
- Elemental Burst: VI
- Hancurlah menjadi debu!
- Elemental Burst: VII
- He!
- Elemental Burst: VIII
- Gemuruh petir!
- Elemental Burst: IX
- Pembelah langit!
- Elemental Burst: X
- HA!
- Elemental Burst: XI
- Bertumbuhlah!
- Elemental Burst: XII
- Cahaya Baru!
- Elemental Burst: XIII
- Hah!
- Elemental Burst: XIV
- Sikat!
- Elemental Burst: XV
- BUM!
- Elemental Burst: XVI
- Hah!
- Elemental Burst: XVII
- Fajar baru menyingsing!
- Elemental Burst: XVIII
- Oleh api abadi!
- Membuka Peti Harta: I
- Inikah ... jawaban dari dunia ini?
- Membuka Peti Harta: II
- Hadiah dalam perjalanan.
- Membuka Peti Harta: III
- Biar kusimpan baik-baik.
- HP Rekan Rendah: I
- Tunggu, biar aku saja!
- HP Rekan Rendah: II
- Hati-hati!
- Gugur: I
- Ini bukanlah akhir...
- Gugur: II
- Dunia... menolakku?
- Bergabung ke Party: I
- Kali ini apa lagi yang akan kita hadapi?
- Bergabung ke Party: II
- Dunia ini penuh dengan misteri yang belum terpecahkan...
- Bergabung ke Party: III
- Jalan kita masih panjang.