Vermillion Hereafter
Artefak

Vermillion Hereafter

Kelangkaan 5

Bonus Set

2

2 Bagian

ATK +18%.

4

4 Bagian

Setelah melancarkan Elemental Burst, Karakter tersebut akan mendapatkan efek Nascent Light yang akan meningkatkan 8% ATK-nya selama 16 detik. Saat HP Karakter tersebut berkurang, akan meningkatkan lagi 10% ATK-nya. Peningkatan yang bisa didapat dengan cara ini maksimum 4 kali. Efek dapat terpicu setiap 0,8 detik. Nascent Light akan hilang saat Karakter meninggalkan medan pertempuran. Jika Elemental Burst dilancarkan lagi saat durasi efeknya masih ada, maka efek Nascent Light awal akan hilang.

Bahasa Indonesia

Domain

Bagian

Flowering Life

Flowering Life

Flower of Life

Sebuah barang yang sudah kuno. Tapi masih terlihat hidup seperti sebuah kehidupan yang pernah melestarikannya beberapa abad yang lalu.

Kisah

Tebing-tebing batu raksa tua pernah menjadi peraduan bunga-bunga. Di masa darah hitam bebas mengalir, tak satupun dari mereka yang tercemar noda hitam. Selama Millelith tetap tak gentar, keadilan tetap berdiri tegak. Iblis dan kegelapan boleh menghadang, namun hal ini tak akan berubah. Penghuni gunung yang diam seribu bahasa dan bulan keperakan menjadi tempat berkemah yang damai. "Wahai putri tebing permata pasir, janganlah engkau meratapi aku." "Aku lahir dalam naungan Tianheng, dan aku berjuang demi membalas karunia Rex Lapis." "Nyawa ini kupercayakan kepada sang Yaksha berlengan empat, dan bersama-sama kami kan menuju ke kedalaman." "Jalan-jalan kelam dan jurang-jurang tak berdasar kan kami tapaki, aula permata yang dingin kan kami temui." "Demikian kami hadapi pencemaran yang datang dari kedalaman, dan segala binatang buas yang diam di dalamnya." "Aku tidak takut dan tidak gentar menghadapi ketakutan dan segala keanehan." Angin malam berembus menyela sang Millelith. Dirinya tak lagi dapat menyelesaikan kalimatnya. Ditinggalkannyalah bunga mungil untuk sang putri suku pegunungan, agar dirinya tiada dapat dilupakan. "Satu-satunya yang kutakuti adalah ... menjadi hilang dan terlupakan." "Apabila takdir menentukan diri ini gugur di wilayah tanpa nama, kiranya diriku tidak dilupakan."

Feather of Nascent Light

Feather of Nascent Light

Plume of Death

Sebuah bulu yang samar-samar berkilauan dan berisikan kenangan yang kuat.

Kisah

Konon di tebing tertinggi di Chasm, seorang pahlawan pernah mencabut bulu elang dengan tangannya sendiri. Ada juga yang mengatakan, orang dengan kecakapan seperti memenuhi syarat untuk bisa mati bersama para Adeptus. "Menyerahkan nyawa demi membela sesama. Betapa mulianya." "Tapi jika dipikir lebih lanjut, ini seperti ikan yang tenggelam ke perairan dalam, atau burung yang jatuh ke lembah terjal." "Ambisi memang terpenuhi, tapi tidak akan dikenang sampai selama-lamanya." "Manusia fana ibarat bulu yang terperangkap dalam angin puyuh, berputar dan hilang di angkasa luas." "Apa itu keselamatan? Apa itu keteguhan? Semua itu tidak lebih dari sebuah kepalsuan tanpa makna." Suara bisikan suram menyelinap melalui telinga, diam-diam menggoyahkan hati mereka yang tidak mampu menggoreskan namanya di jejak dunia. Ketika pertempuran usai, dan banyak serdadu yang terlelap di gua-gua kolong bumi. Teriakan pilu kuasa kegelapan pun dibungkam layaknya riak yang berlalu .... Kefanaan akan sirna, namun tanah ini selamanya mengingat.

Solar Relic

Solar Relic

Sands of Eon

Sebuah jam kuno dengan tampilan yang kuat dan tidak rapuh. Kilauannya dihasilkan oleh sand crystal.

Kisah

Alkisah ketika Rex Lapis masih muda, matahari adalah sebuah kereta kuda yang mengelilingi dunia. Ketika malapetaka menimpa ketiga saudari penghuni angkasa malam, kereta kuda ini jatuh ke kedalaman. Para penduduk gunung melihat pertanda. Mereka memperbaikinya dan sekali lagi menjadikannya terang yang mengusir kegelapan. Kereta telah melanjutkan perjalanan abadinya, namun ada satu pecahan yang tertinggal. Penduduk gunung pindah ke kota dan mengubah pecahan itu menjadi kristal, untuk dijual kepada mereka mengetahui nilainya .... "Wah, yang benar saja? Masih ada yang percaya dongeng nenek tua seperti itu ya?" "Para pedagang di Shenglu Hall telah lama melupakan masa lalu mereka." "Lagi pula, kristal pasir tidak cocok dibuat perabot pernis, dan tidak cocok pula dijadikan cat untuk melukis." "Menurut cerita para penambang di Chasm (yang tentu saja jangan ditelan mentah-mentah) ..." "Jam dan kristal pasir ini milik prajurit Millelith yang hidup lima ratus tahun yang lalu." Di kedalaman gua yang gelap, di tempat cahaya dan kegelapan bertarung, di tempat kekuatan Yaksha sekali pun tidak sanggup bertahan. Maka makhluk fana memerlukan cahaya agar tidak tersesat di gelapnya malam. Prajurit Millelith pun mengumpulkan pasir bercahaya, warna putihnya mirip sekali dengan cahaya rembulan. Jam ini adalah penanda waktu yang berlalu dalam kegelapan, sekaligus bukti bahwa tugas mereka terus dilanjutkan oleh generasi penerus.

Moment of the Pact

Moment of the Pact

Goblet of Eonothem

Cangkir tua yang terbuat dari sand crystal. Entah bagaimana namun kilauannya tidak redup oleh usia tuanya.

Kisah

Tanah yang dikenal dengan nama "Chasm", memancarkan kilau berwarna merah sejak jaman dahulu. Legenda tentang Yaksha masih diceritakan turun-temurun di antara para penambang dan pedagang permata .... Legenda mengatakan seorang pengelana dengan empat tangan di pundaknya pernah datang ke tempat di mana langit yang runtuh pada masa itu. Ketika penduduk pegunungan mengetahui bahwa seorang pengelana, dalam perjalanannya untuk mengusir kejahatan, telah mencapai wilayah mereka, mereka semua datang satu demi satu ke: "Wahai pengunjung dari negeri yang jauh, terimalah anggur kami dan dengarkan cerita kami." "Anggur dari pegunungan mungkin asam dan pahit, tidak sebaik anggur i Gunung Tianheng yang dipuji oleh Rex Lapis." "Namun kami, orang gunung, menggunakan permata dan batu giok yang dianugerahkan oleh dewa sebagai harta yang luar biasa, dan melubangi tebing terjal sebagai mata pencaharian kami." "Hidup kami tidak sempurna, tetapi berkat Rex Lapis, hidup kami menjadi lebih nyaman tanpa kekhawatiran." "Namun, situasinya tidak lagi sama, dan bayangan gelap telah menutupi berkah yang dibawa bintang itu." "Hari ini, meskipun kami tidak memiliki pengorbanan yang sepadan untuk membuat perjanjian, kami dengan berani meminta bantuan dari Anda." Pengelana itu dengan serius mendengarkan permintaan para tetua, lalu dengan tenang menghabiskan secangkir anggur pahit. Sang tamu tak berjanji, tidak pula menegur kelancangan manusia fana. Dia menuju ke timur tanpa menghiraukan ajakan yang memintanya untuk tetap tinggal. Kisah yang terjadi setelahnya pun tak ada yang tak tahu .... Namun, gelas anggur kristal pasir yang pernah digunakan untuk minum bersama tetua desa, masih ada dan menjadi saksi perjanjian antara mereka.

Thundering Poise

Thundering Poise

Circlet of Logos

Topeng ini ini dibuat oleh suku penghuni pegunungan untuk Yaksha. Buatannya sederhana, tapi permukaannya masih tetap mengkilap.

Kisah

Sang Yaksha pernah menghuni dataran Tianqiu, ia yang bertangan empat dan gagah perkasa. Datanglah dirinya ke Chasm, diiringi lagu pujian suku bangsa. Perjamuan diadakan, berlimpah-limpah santapan disediakan. Bilah pedangnya diacungkan, menuju ke kedalaman, demi menjinakkan malapetaka. Ganas bagaikan iblis, matanya menyala dengan kobaran ungu tua. Sambaran kilat mengoyakkan bayangan maut, dan gemuruh nyaring melarutkan kegelapan. Awan-awan menutupi jurang maut, menganga menelan cakrawala. Angin ribut melolong tiada henti, batu raksa menyapu kegelapan. Gunung-gunung pun gentar, dan lembah-lembah beruntuhan. Tanah pun meraung-raung, dan seketika itu semua senyap. Awan tebal berkumpul mengaburkan cahaya senja, burung-burung bertengger dan meratap: "Sudahkah engkau mendengar? Tabuh gendang dari utara telah tiada, sang pahlawan telah hilang ditelan pusaran." "Sudahkah engkau mendengar? Sang Yaksha yang berjuang demi datangnya fajar, telah terbaring menemui ajal."

Kontribusi
Vermillion Hereafter — Artefak | Database Genshin Impact