Gladiator's Finale
Artefak

Gladiator's Finale

Kelangkaan 5

Bonus Set

2

2 Bagian

ATK +18%.

4

4 Bagian

Meningkatkan 35% DMG Normal Attack karakter yang menggunakan Sword, Claymore, Polearm.

Bahasa Indonesia

Bagian

Gladiator's Nostalgia

Gladiator's Nostalgia

Flower of Life

Tidak ada yang pernah memahami mengapa sang gladiator legendaris selalu mengenakan bunga ini di dadanya, di satu-satunya titik kelemahan kesatria brutal tersebut.

Kisah

Sebuah bunga biasa yang dipetik oleh sang tuan. Dia membuat lencana dari bunga tersebut dan menyematkannya di dada sang gladiator. Melambangkan sisi halus diri tuannya. Sebelum gladiator tersebut menjadi seorang Jenderal legendaris, dia pernah berjalan-jalan di taman dengan tuannya. Tuannya memetik bunga dan memberikannya kepada pelayannya. "Tidak semua hadiah berarti adalah imbalan. Terkadang itu hanyalah sebuah aksi biasa." Suatu hari di masa depan, tuannya akan berkata seperti itu padanya. Gladiator yang tak terkalahkan akhirnya jatuh di hadapan kaki gadis asing itu, Pada saat itu, dia mengingat sebuah mimpi yang dia punya bertahun-tahun lalu, "Sebuah bunga yang indah. Entah kapan aku bisa memulai perjalananku untuk melihatnya" "Aku ingin melihat seberapa indahnya bunga tersebut."

Gladiator's Destiny

Gladiator's Destiny

Plume of Death

Setangkai bulu impian yang terbang sebebas elang. Di akhir karir legendaris sang juara, bulu ini disematkan ke dadanya oleh burung yang tak pernah terkekang apa pun, sebagai sebuah tanda kebebasan.

Kisah

Sebuah akhir tiba bagi gladiator yang tak terkalahkan itu, Penantang muda itu memberikan penghormatan terakhirnya kepada sang gladiator. Saat kesombongan kemenangan dan nafsu untuk kebebasan sirna seperti kabut di pagi hari, Dan saat fajar menyingsing di arena melalui lapisan awal yang berselimuti darah, sang gladiator melihat seekor burung terbang. Hanya satu pertarungan lagi sampai dia bebas, dan sang gladiator dikalahkan oleh seorang gadis. Tangisan dan lolongan pecah seperti petir, namun sang pemenang tidak mau mempermalukan lawannya dengan membunuhnya. Dia menolak untuk menusukkan pedangnya ke tenggorokan lawannya dan mengakhiri hidupnya seolah dia adalah seorang budak. Luka-luka yang telah sembuh di tubuh sang gladiator diselimuti oleh bulu-bulu yang tak terlihat. Dia akhirnya pergi melakukan perjalanan, akhirnya bebas bagaikan seekor burung, Tujuannya adalah tempat di mana bunga mekar dan burung terbang bebas.

Gladiator's Longing

Gladiator's Longing

Sands of Eon

Penjaga waktu yang mencatat hari, bulan, dan tahun di mana gladiator mencurahkan darah musuhnya di colosseum. Juga merupakan penanda bagi langkah-langkahnya menuju kebebasan.

Kisah

Sang gladiator membuat jam pasir ini. Dia akan membalikkan jam pasir ini setiap sebelum pertempuran. Saat jam pasir itu berhenti, gladiator itu sudah lama mati diselimuti genangan darahnya sendiri. Sang gladiator selalu menaruh jam pasirnya di samping sebelum memasuki arena pertarungan. Saat pertarungan berakhir, penonton bersorak untuknya namun pasir di dalam jam pasir masih terus bergulir. Di pertarungan terakhirnya, dia berhadapan dengan seorang gadis muda. Di matanya, dia melihat baik ketakutan dan keganasan gadis itu bagaikan seekor singa muda. Dari langkahnya, gadis itu melihat belenggu kuat yang dikenakan oleh gladiator itu. Itu adalah pertarungan yang belum pernah dialami gladiator itu sebelumnya. Sengit, namun memuaskan. Namun pertarungan itu berakhir cepat. Pedang menusuk hati sang gladiator, dan pasir di jam pasir itu terhenti seketika.

Gladiator's Intoxication

Gladiator's Intoxication

Goblet of Eonothem

Piala emas seorang juara gladiator di masa lampau. Dipenuhi dengan kemenangan dan kejayaannya, sampai hari di mana akhirnya hari tua membuat lututnya tertekuk tunduk.

Kisah

Sebuah piala emas berkilauan. Hadiah dari tuan sang juara gladiator. Dari piala inilah sang juara gladiator meminum anggur ataupun darah dari lawan yang dikalahkannya. Kemenangan lain dari sang gladiator. Walau terbalut oleh banyak luka, dia mendedikasikan kemenangannya untuk tuannya. Kemenangan, kemuliaan, dan tepuk tangan sering kali lebih memabukkan daripada anggur murni, dan membuat orang melupakan rasa sakit mereka. Tuannya mengizinkannya untuk bergabung dalam pesta dan menghadiahi piala itu kepadanya. Sebuah piala yang indah, dibuat khusus untuknya. Sebuah lambang bahwa tuannya peduli padanya. Namun rantai emas kesombongan mengikatnya dan ular beracun dari nafsu mencekiknya. Di kala dia menunggu anggur kemenangan, dia melewatkan kesempatan untuk kebebasannya.

Gladiator's Triumphus

Gladiator's Triumphus

Circlet of Logos

Pelindung kepala dari seorang gladiator legendaris masa lampau, penuh dengan noda lumuran darah lawan-lawannya yang selalu tercucur deras sembari terdengar kerasnya sorakan para pendukungnya.

Kisah

Sebuah helm milik gladiator dihiasi oleh bulu-bulu. Bagi para penonton yang bersemangat, helm ini adalah lambang yang tak terkalahkan. Seorang gladiator legendaris sudah melakukan banyak pertempuran. Tidak pernah ada yang selamat menghadapi pedangnya, baik manusia maupun monster. Suatu hari yang penuh kemenangan, gladiator pemenang akan berjalan melalui gerbang dan disambut oleh para penonton. Hanya pada saat kemenangannyalah si budak dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang tuan. Namun harga dari kesombongannya adalah bayangan kebebasannya yang lenyap oleh kegelapan. Di hari kemenangannya, gladiator itu akhirnya melihat sedikit dunia di luar selnya. Dia sudah selangkah lebih dekat menuju kebebasan. Dan ketika helmnya jatuh di lantai arena barulah dia dan para penonton sama-sama menyadari bahwa itu semua hanya lelucon. Persembahannya tidak menghasilkan perbedaan. Dia akan selalu menjadi budak tak berguna di mata tuannya.

Kontribusi
Gladiator's Finale — Artefak | Database Genshin Impact